June 28, 2009

“Kompas” pada Usia ke 44 Tahun di Mata Saya

44-tahun-kompasSuatu sore di sebuah perempatan lampu merah di jantung ibukota,  saya melihat beberapa loper koran menjajakan koran dan majalahnya kepada para pengendara kendaraan bermotor.  Sekilas tampak dari jauh, koran Kompas diapit beberapa koran dan tabloid lainnya. Dengan sigap saya melambai kepada penjual koran itu menandakan bahwa saya ingin beli koran. Saya tahu bahwa koran Kompas sedikit lebih mahal daripada koran nasional lainnya. Tapi, saya tak perhitungan untuk membeli koran Kompas meskipun harganya beda Rp 500-1.000,- per eksemplar dengan koran lain.

Isi dan harganya (kini Rp 3.500 per eksemplar) menurut saya sudah seimbang dengan beragam tulisannya yang berbobot dan bermutu. Bahkan tak jarang untuk membaca 36 halaman (kadang-kadang hari tertentu bisa mencapai >36 halaman) koran Kompas ini, saya sering tak tuntas. Hanya beberapa rubrik pilihan saja yang saya baca, seperti: Tajuk Rencana, Opini, Pendidikan dan Kebudayaan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, dan Sosok. Itu tadi rubrik senin-sabtu. Kalau hari minggu saya suka membaca rubrik Kehidupan, Hobi dan Komunitas, Urban, dan Parodi yang ditulis Samuel Mulia.

Tulisan saya di blog ini hanya menceritakan kekaguman saya terhadap Kompas sebagai media cetak pilihan saya. Tidak ada permintaan dari pihak Kompas agar saya menulis testimoni tentang Kompas. Saya menulis tentang Kompas hanya menunjukkan apresiasi saya terhadap koran ini yang tepat merayakan hari ulang tahunnya ke-44. Lalu, mengapa saya memilih Kompas? Keep reading →

January 31, 2009

Peraturan Untuk Dilanggar

ditilang-polisi1

Mungkin Anda sering kesal ketika di jalan raya melihat kesewenang-wenangan kendaraan umum (angkutan kota atau angkot). Mulai dari berhenti di pinggir jalan sambil menunggu calon penumpang hingga sampai aksi kebut-kebutan di jalan raya. Bahkan, tidak dipungkiri kadang sering terjadi kecelakaan angkot. Sampai-sampai bikin celaka para penumpang dan para pengguna jalan lainnya.

Seperti foto di atas, karena kesewenang-wenangan sopir angkot, ternyata tak hanya membikin geram para pengguna jalan, tapi juga polisi lalu lintas. Tampak polisi lalu lintas menilang sopir angkot. Jika sudah ditilang, apakah sang sopir angkot ini akan jera? Bisa iya dan bisa juga tidak.

Keep reading →

January 26, 2009

Melihat Gerhana Matahari Cincin di Lampung

cincin

Jam telah menunjukkan Pukul 15.21 WIB. Saya bergegas keluar turun tangga dari lantai tiga. Sesekali saya menatap matahari sebentar dari balik jendela, terlihat cukup cerah. Kalau lihat matahari lama-lama terasa silau dan bikin sakit mata. Tapi, beberapa saat matahari tertutup awan dan mendung. Sempat berpikir, apakah nanti akan turun hujan saat terjadi gerhana matahari cincin? Beberapa orang terlihat agak ramai hilir-mudik di jalan. Saya penasaran, kemana orang-orang ini akan melihat momen datangnya gerhana matahari cincin?

Ternyata mereka sudah banyak berkumpul di lapangan sepakbola. Ramai orang di sana. Dari orangtua, remaja sampai anak-anak sekolah yang mengenakan seragam sekolah SMA. Ada yang telah siap dengan tripod untuk penyangga kamera foto yang lengkap dengan lensa tele agar bisa menangkap objek (gerhana matahari cincin) lebih bagus dan menarik. Anak-anak secara bergantian saling bertukar kacamata untuk melihat gerhana matahari. Ada pula tim reporter dari Reuters yang jauh-jauh datang dari Jakarta, untuk menanti momen gerhana matahari.

Keep reading →

December 8, 2008

Tentang Popularitas

privasiPopularitas berasal dari kosakata populer, berarti: dikenal dan disukai banyak orang; disukai dan dikagumi orang banyak (KBBI: 1988: 695). Popularitas menjadi sebuah hal yang dekat dengan kalangan artis dan politisi. Barangkali dua kalangan itulah yang sedang ‘naik daun’ di ruang publik belakangan ini.

Seperti halnya para artis lebih banyak menghiasi di layar kaca hampir di seluruh setiap stasiun televisi swasta. Melalui tayangan infotainment, wajah artis tampil di sana. Sudah lumrah buat kita semua, tayangan yang isinya kawin-cerai, pertikaian, pertengkaran, keretakan rumah tangga. Sudah jenuhkah masyarakat yang menjadi penonton?

Baiklah, media massa macam stasiun televisi yang menyiarkan tayangan infotainment yang isinya kebanyakan artis itu, merupakan agenda setting media. Media massa menentukan sendiri, mana yang menarik untuk disiarkan dan mana yang tidak. Saya ingat jargon yang sering menjadi perburuan para jurnalis untuk memiliki nilai berita (news value) tinggi adalah bad news is a good news. Anda sepakat?

Keep reading →