
Sebuah film superhero berdasarkan cerita fiksi dari Marvel Comics baru-baru ini ditayangkan di bioskop. Trial film-nya pernah diiklankan di beberapa stasiun televisi swasta Indonesia. Jadi teringat film Transformers lengkap dengan tampilan berbagai animasi yang memukau dan bikin seperti dalam kenyataan.
Sabtu sore lalu (3/5), saya ditemani Triana menonton film Iron Man di bioskop 21 Palembang Indah Mall (PIM). Sebelumnya saya agak lupa dengan cerita Iron Man ini. Padahal, sepertinya dulu ketika kecil cukup akrab di dengar bagi pembaca komik karya Marvel dari Amerika Serikat.
Cerita Iron Man film ini dirangkum dari seingat saya saat nonton dan menambahinya dari sumber Wikipedia agar lebih lengkap. Dalam suatu perjalanan bisnis ke Afghanistan untuk mempertunjukkan senjata baru, Industri Jericho proyektil pengeboman seikat, rombongan Tony Stark diserang dan ia diculik kawanan teroris “Ten Rings”. Mereka menginginkan Tony bekerja untuk mereka membangun proyektil Jericho.
Keep reading →
Categories: film · teknologi

Sejak pukul 10 pagi, saya sudah duduk-duduk di kursi meja makan. Bukan menunggu sarapan, tapi menunggu ’duta’ dari Telkom. Kata Ibunk dan Jafis, ada orang Telkom yang hendak memasang akses Speedy di Ketty Resto, Palembang Indah Mall, hari Rabu (30/4) itu.
Menunggu sambil membaca-baca korannya tempat Mangoeni bekerja. 32 halaman koran itu saya bolak-balik. Hanya yang menarik saja saya baca. Sisanya, hanya sekali lewat saja saya membaca. Sambil lirik sana, lirik sini melihat suasana di sekitar sana. Masih terlalu sepi. Sebuah arena bermain, Timezone yang tidak jauh dari Ketty Resto tampak masih tutup.
Hampir satu jam menunggu. Saya sudah agak gelisah. Bosan. Ya, mungkin kalau ada yang mau polling sms minta pendapat, apakah Anda bosan menunggu? Pasti sebagian besar menjawabnya adalah iya.
Keep reading →
Categories: Uncategorized

Beberapa hari yang lalu, kaos Wongkito telah jadi. Kaosnya bagus. Bahannya cukup tebal meskipun sekarang bukan musim dingin di Palembang. Tapi, yang ada setiap siang sering kali saya kepanasan.
Setelah kaos, Jumat malam kemarin (25/4), Kota Palembang masih diliputi hujan gerimis. Tak menyurutkan semangat para laskar blogger Wongkito, di antaranya: Jafis, Ardy, Aulia, Rahmat dan Ferdi. Sebelumnya kami mampir di rumah Ranny. Seguhan secangkir teh panas menambah nikmat di saat udara di luar sejuk. Ada combro menemani teh panas. Yah, pembukaan sebelum tenaga kuli siap memasang spanduk di beberapa sudut kota.
Keep reading →
Categories: Uncategorized
Jalan di kompek itu sunyi nan sepi. Sebuah rumah berlantai dua terlihat dari kejauhan. Tiba-tiba mematikan lampu di sebuah ruangan di lantai dua. Tampaknya si empunya rumah segera beranjak ke pulau kapuk. Malam itu bulan purnama bersinar. Ada gelembung awan pelan-pelan menutupi bulan yang terlihat berwarna putih itu. Berjalan beriringan. Tapi, pelan-pelan awan tadi berlalu begitu saja. Bulan purnama masih menyinari malam itu.
Malam itu, Saya dan Arka ngobrol-ngobrol dengan teman di rumahnya. Ternyata di rumahnya ia sudah menyiapkan pempek dan kawan-kawannya. Wah kebetulan saya sudah lama untouchable makan pempek. Sambil menyantap suguhan pempek yang nikmat nan maknyos, kami terus ngobrol. Sepiring penuh pempek segera ‘diserbu’. Cukanya yang hitam legam terasa sampai di hati. *loh kok?
Keep reading →
Categories: diskusi · makanan