Monthly Archives: June 2008

Orang Lampung Akrab dengan Sastra sejak Lahir

udo

Sejak lahir hingga ajal menjemput, orang Lampung mengenal dan akrab dengan sastra. Ada banyak sastra Lampung dari para leluhur terdahulu. Kata Iswadi Pratama, Sastrawan Lampung, karya sastra para leluhur itu membuat ia tak sanggup menandingi kata-kata yang tertuang dalam sastra lama itu. Ia kagum, sampai-sampai selalu dipikirkan dan tidak sanggup berkarya sastra lagi. Begitu kata Iswadi berdiplomatis, ketika saya mendengar kesannya di Lampung Post, Selasa malam kemarin (24/6).

Sampai begitu kagumnya karya sastra yang berbentuk puisi dan pantun yang dibuat para leluhur sastrawan Lampung. Ketika saya mendengarkan kata demi kata, bait demi bait, pembacaannya pun membuat saya kagum. Sastra lama Lampung ternyata memikat untuk dipelajari.

Adalah Udo.Z.Karzi nama pena dari Zulkarnain Zubairi, redaktur Borneo News (group Media Indonesia), berhasil memenangkan Penghargaan Rancage 2008, yang diberikan padanya di Bandung, Sabtu (14/6) lalu. Udo, senior saya di Teknokra biasa memanggilnya demikian, menerbitkan buku Mak Dawah Mak Dibingi. Kumpulan 50 puisi yang dibuatnya sejak tahun 1987-2004. Ngga siang ngga malam, begitu kurang lebih terjemahan dalam bahasa Indonesia judul buku karya Udo itu.

Continue reading

Advertisements

25 Comments

Filed under adat, blog, buku, dialog, diskusi, sastra

Ditraktir

teman-bbs

Senin sore kemarin, kebetulan Johan, Ika, dan Intan mengajak Sony dan saya ke Pizza Hut di Tanjung Karang. Syaratnya, kata Intan, ngga boleh bawa motor. Sejenak bingung. Bengong. Kok ngga boleh bawa motor? Oh, Intan dan Ika juga ngga mau naik motor. Mereka bilang naik angkot saja.

Meskipun ada motor di luar sana sedang terparkir, tapi sore itu tak digunakan. Ya ngga apa-apa. Cuma untuk sore itu saja, ikhlas dan demi traktir ke PH. Johan yang juga punya motor seperti saya. Tapi, tidak ia gunakan. Hanya menambahi gembok di motornya sebelum kami berangkat, jalan kaki ke depan halte Unila, lalu naik angkot ke PH.

Continue reading

12 Comments

Filed under kopdar, makanan, teman

Produksi Minyak di Indonesia Menurun

Sekarang ini sekitar 95% lapangan minyak di Indonesia sudah masuk kategori mature. Artinya, tingkat produksinya sudah menurun dibandingkan saat berada di masa puncak. Bisanya, suatu sumur hanya berproduksi di masa puncak selama lima tahunan. Setelah itu menurun secara cepat dan kemudian penurunannya melambat.

Demikian pernyataan tersebut dikatakan Hilmi Panigoro, Chairman Medco Energi Internasional Tbk, seperti dikutip dari BusinessWeek Indonesia Edisi 18 Juni 2008. “Di Indonesia, kebanyakan lapangan minyak sudah berumur di atas 15 tahun. Jadi, produksinya sudah rendah. Untuk sumur-sumur seperti ini, persoalannya bukan menaikkan produksi melainkan membuat tingkat penurunan melandai,”kata Hilmi.

Menurut Hilmi, upaya ini dinamakan secondary recovery. Tetapi, untuk melakukan itu diperlukan biaya tambahan karena, misalnya, kita mesti memasukkan bahan kimia guna menjaga tingkat produksi. Yang juga perlu dipahami, meski tingkat produksi turun, ongkos produksi tetap. Sebab, di sumur tua ataupun muda, volume yang diangkat sama saja. Tetapi, kadar minyaknya turun sementara kadar airnya bertambah. Begitulah siklus hidup sumur minyak. Ini bisa dianalogikan sebagai manusia yang makin tua semakin membutuhkan perawatan, vitamin, dan sebagainya.

Continue reading

12 Comments

Filed under diskusi

Hajatan Kecil MangOeni

limo

Akhirnya saya bisa posting mengisi blog sederhana ini kembali. Sudah lama tidak dikunjungi. Kelihatannya sudah terlihat debu dan sarang laba-laba di sana-sini. Makanya, sekarang sudah kembali ke Bandarlampung, mulai dibersihkan pakai penyikat debu. Ehm, apa ada ya penyikat debu? Hehehe…

Ini cuma ‘segenggam’ cerita dari ajakan hajatan makan kecil dari Mang Oeni di sebuah cafe sederhana, Sabtu sore kemarin (14/06). Selain saya, juga tentu saja tak ketinggalan mengajak Triana. Sisa dua lagi Rio dan Ukh Nitz. Inilah kisahnya langsung dari cafe, sekaligus dipancarluaskan ke seluruh pelosok dunia. Hehehe…

Continue reading

24 Comments

Filed under diskusi, makanan

Kopdar Wongkito di Lampung

wongkito kopdar di puskom unila

Baru satu bulan yang lalu tepatnya di acara Blogger Day tanggal 1 Mei 2008 di Ketty Resto Palembang Indah Mall, terakhir bertemu dengan mereka (Ibunk dan Ardy). Akhirnya kami (saya dan Idrus) yang kini sedang ‘berjuang untuk sesuap nasi di Lampung’, bisa bertemu kembali dengan mereka. Melepas rindukah? hehehe…berlebihan para ‘homok’ ini.

Kemarin Senin pagi (2/6), Ibunk dan Ardy (Pak Ketuo Wongkito) tiba di Bandarlampung. Mereka berangkat naik Kereta Api Limex Sriwijaya kelas eksekutif dari Kertapati Palembang pukul 9 malam. Kata mereka, baru tiba di stasiun Tanjung Karang, Bandarlampung sekitar jam setengah delapan. Wah, jadi pengen pulang ke Palembang nih 🙂

Continue reading

12 Comments

Filed under diskusi, kopdar, mahasiswa, Uncategorized, unila