Monthly Archives: June 2009

“Kompas” pada Usia ke 44 Tahun di Mata Saya

44-tahun-kompasSuatu sore di sebuah perempatan lampu merah di jantung ibukota,  saya melihat beberapa loper koran menjajakan koran dan majalahnya kepada para pengendara kendaraan bermotor.  Sekilas tampak dari jauh, koran Kompas diapit beberapa koran dan tabloid lainnya. Dengan sigap saya melambai kepada penjual koran itu menandakan bahwa saya ingin beli koran. Saya tahu bahwa koran Kompas sedikit lebih mahal daripada koran nasional lainnya. Tapi, saya tak perhitungan untuk membeli koran Kompas meskipun harganya beda Rp 500-1.000,- per eksemplar dengan koran lain.

Isi dan harganya (kini Rp 3.500 per eksemplar) menurut saya sudah seimbang dengan beragam tulisannya yang berbobot dan bermutu. Bahkan tak jarang untuk membaca 36 halaman (kadang-kadang hari tertentu bisa mencapai >36 halaman) koran Kompas ini, saya sering tak tuntas. Hanya beberapa rubrik pilihan saja yang saya baca, seperti: Tajuk Rencana, Opini, Pendidikan dan Kebudayaan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, dan Sosok. Itu tadi rubrik senin-sabtu. Kalau hari minggu saya suka membaca rubrik Kehidupan, Hobi dan Komunitas, Urban, dan Parodi yang ditulis Samuel Mulia.

Tulisan saya di blog ini hanya menceritakan kekaguman saya terhadap Kompas sebagai media cetak pilihan saya. Tidak ada permintaan dari pihak Kompas agar saya menulis testimoni tentang Kompas. Saya menulis tentang Kompas hanya menunjukkan apresiasi saya terhadap koran ini yang tepat merayakan hari ulang tahunnya ke-44. Lalu, mengapa saya memilih Kompas? Continue reading

8 Comments

Filed under koran, opini