Pizza Hut Lampung Mengecewakan

Saya dan mungkin juga Arka kecewa dengan pelayanan Pizza Hut Bandarlampung. Kok bisa? Begini ceritanya, Sabtu sore kemarin (5/1), Kami berempat, saya, Arka, Winwin, dan Anna makan di satu-satunya Pizza Hut di Kota Bandarlampung yang berada di Plaza Lotus, Jalan Raden Intan.

Sebelum masuk, seperti biasa, di dekat pintu masuk dalam restoran waralaba asal Amerika yang terkenal itu, saya melihat ada beberapa para pelayan siap menyambut pengunjung. Biasanya jika ada pengunjung datang kemudian mengantarkan ke meja sesuai jumlah orangnya.

Dengan sangat ramahnya, seorang pelayan wanita yang mengenakan jilbab hitam mempersilahkan kami berempat menuju meja makan untuk empat orang. Setelah kami mendapati kursi di dekat kaca, si pelayan tadi meninggalkan kami. Datang berikutnya seorang pelayan membawakan empat buah daftar menu.

Menu-menunya menarik untuk dicicipi semua. Desain di daftar menu itu menarik. Keren. Ya, wajar saja. Ini kan restoran waralaba macam Kentucky Fried Chicken, McDonald, dan sebagainya (wah..semakin banyak menuliskan merk harusnya saya dibayar oleh mereka dong. Hehe..).
Beberapa menit saya bolak-balik melihat daftar menu tadi. Saya lihat Winwin juga sibuk lihat daftar menu. “Pilih yang mana,Win?”tanya saya. Ia terdiam. Terlihat seperti bingung. Saya melihat Arka diam juga. Ternyata ia tidak perlu lihat daftar menu lagi, karena sudah tahu menu yang ingin dipesannya.

Saya dan Winwin pesan Pizza American Favorite berukuran sedang. Ehm, harganya saya lupa. Arka dan Anna pesan Pizza satu loyang yang berukuran kecil, sepiring salad, tiga gelas berisi coke dan segelas juice melon.

Seorang pelayan perempuan mencatat yang hendak kami pesan tadi. Sebuah badge name melekat pada kantong baju sebelah kanan dan terlihat nama “Merry” . Arka meminta mengulangi apa yang telah dipesan. Mungkin maksudnya agar tidak ada menu yang terlewati.

Saatnya menunggu hidangan. Hal yang membosankan adalah menunggu lama. Ini pasti dirasakan semua pengunjung yang akan menikmati hidangan pizza. Tidak seperti restoran waralaba yang menyajikan hidangan cepat saji. Kebanyakan restoran seperti itu dari Amerika.

Kira-kira 2-3 menit kemudian, coke dan juice melon tiba. Tapi, hidangan besar belum datang. Ya, harus sabar menunggu kira-kira 10 menit. Sesekali menikmati minuman Coke tadi.
Tiba-tiba seorang pelayan laki-laki datang menghampiri kami. “Mas, tadi pesan American Favorite kan? Kebetulan tadi dimasak gosong, jadi tunggu kira-kira 10 menit ya,”kata pelayan laki-laki itu. Hah!? Gosong? Saya terbengong mendengarnya. Melihat Arka, mukanya seperti terlihat kecewa. Ya, sudahlah. Akhirnya menunggu lagi dengan bosannya. Restoran Pizza Hut ini ternyata bisa gosong juga ya memasak pizza-nya, pikir saya.

Ternyata, nilai budaya kerja Pizza Hut yang sempat tadi saya baca di sini, tidak berhasil memuaskan konsumen, seperti kami berempat. Seharusnya, ada kompensasi dari kerugian waktu yang tersita menunggu (lagi), karena kelalaian dan kesalahan dari pihak Pizza Hut Bandarlampung sendiri dalam melayani kami.

Ingin sekali menyampaikan keluhan ini langsung via email ke perusahaannya. Tapi, setelah mencoba mencari-cari di Google, alamat website Pizza Hut Indonesia tidak saya temui. Oh, sayang sekali. Berarti keluhan saya tidak sampai kepada mereka (Pizza Hut, red). Mungkin para pembaca blogger setia saja yang membaca keluhan saya ini.

41 Comments

Filed under Uncategorized

41 responses to “Pizza Hut Lampung Mengecewakan

  1. ibunk

    wew…Gosong…Kokinya baru belajar masak ya…heheheheh…Berarti Enak PH di Sudirman Palembang kemaren yo mang…heheheheheh…

  2. Nike

    Gosong?
    Weks, kok bisa?
    Mending PH Palembang berarti yah.

    Harusnya disampein langsung aja ke PH bersangkutan Rik.

  3. eRiek

    @ibunk: harusnyo mereka kan profesional. apolagi restoran macam PH dimano bae tanpa kecuali di Lampung jugo. dari melayani pengunjung sampe menjelaskan menu-menunyo dengan tepat. nah, kalo gosong itu bener2 memalukan.

    @Nike: udah keburu ‘ill feel’ Nik. awalnya mau komplain ke kasir, eh sudahlah. niatnya tulis di blog aja. atau kalo ketemu website PH, terus kirim email keluhan makan di PH Lampung itu. ternyata, website PH Indonesia kok gak ada ya? pengen ngirim ke surat pembaca aja deh. hehe…

  4. Au'

    Tp org PH sana jujur loh, jarang2 kan ada yang berani ngakuin kl mereka salah (gosong lg salahnya). Ada nilai positif dikit dunk..😀

    **Kali ini gak sampe 500rb an kan?😉

  5. eRiek

    @au’: iyo sih bener, nilai kejujuran itulah patut dihargai Au. aku kok jadi gak berniat nulis di surat pembaca koran karena kejujuran si pelayan yang bilang masakannya gosong(?). untungnya waktu makan berempat kemarin, cuma Rp112ribu. tetep bae mahal😀

  6. ayahshiva

    dulu aku jugo pernah riek nunggu hidangan utamanyo sampe 30menit, dak tahu, apo kami di lupe ke samo pelayannyo.

  7. eRiek

    @ayahshiva: nasib nunggu lamo sampe 30 menit. lah mateng duduk di kursi terbengong2 bae. hehe…😛

  8. Arka

    Ralat Rik, Pelayannya (Merry) setelah membaca ulang pesenan kita, minta kita menunggu 15 menit, tp ternyata, setelah nunggu lebih dr 15 menit (sekitar 17 menit, -sorry gw agak sensi klo berhubungan dengan komitmen) yg baru dihidangkan adalah: Salad, Beeforn pesenan gw, coke 3 + jus melon. gw bertanya2 mane pesenan Erik? sekitar 3 menitan baru dateng Pelayan laki2 nanyain apakah kita bener pesen American Favorite, kita konfirm “ya”. selang 1 menit dateng lagi pelayan laki-laki yang laen, ngasih tau klo Pizza pesenan kita ternyata gosong (gosh,,i think thats impossible). dia minta kita nunggu lagi 10 menit & ngeloyor pergi ke Dapur.

    Gw mikir, Pizza Hut bisa juga buat gosong & ada yang jadi ganjalan buat gw.

    Pizza Hut yg sudah sebegitu ternamanya, membuat sebuah kesalahan yang menurut gw adalah sesuatu yang lumrah NAMUN sama sekali tidak ada kompensasi atas kesalahan tersebut dalam bentuk apapun, BAHKAN untuk sebuah kata MAAF.

  9. cipluq

    si koki tuh lagi mikirin eriek makanya gosong

  10. nico wijaya

    hehehe… PH dah ada dilampung ya…besok2 kalo balik tak coba ke TKP.
    btw, plaza lotus? baru ya?

  11. abah oryza

    wah eriek makan pizza … kok nggak ngajak2, bawa cewek lagihhh hmmmm tadi sore gw abis kopdar bareng BEW, siap dukung katanya … oiya dinas pariwisata anggaran utk promo visit lampung 2009 1.5 M, ada jatah buat blogger nggak, ceck out di lampung post edisi 7 januari : Pariwisata “libatkan blogger dalam promosi”

  12. ikram

    Gosong. Hahahaha. Gosong apa lupa?

  13. eRiek

    @arka: thanks koreksinya,ka. mungkin agak sulit atau jadi pantangan buat mereka (pelayan,red) mengatakan maaf atas kesalahan mereka. kompensasi untuk mengganti kerugian atas kesalahan mereka itu yang harus dijunjung tinggi. tapi, ternyata tidak demikian. Pizza Hut benar-benar mengecewakan ya? eh, lain kali ke Rumah Kayu ajalah😛

    @cipluq: hah!? mikirin saya? oven-nya ‘mbleduk’ dan kudu diganti yang baru kali ya ran. makanya pizza huat kami jadi gosong🙂

    @nico wijaya: lah…kok baru tahu co? kan udah lama ada sejak jaman doeloe dibangunnya plaza itu. oh ya, dulu namanya Plaza Milennium. yang ada Alfa-nya. makanya, sering2 main ke Karang. libur kok di Metro terus co. heheh…gaul dong😛

    @abah oryza: kalo kita ngajak lo bah, ntar apa kata dunia? istri lo ‘mencak2’ lagi. hahaha…
    btw, wah..boleh juga tuh dinas pariwisata bakal mendukung blogger lampung untuk promosi pariwisata lampung. persiapan visit lampung 2009 ya? gua belum baca lampost edisi 7 januari 2007 kemarin. huhh…*meluncur ke Teknokra.

    @ikram: kata temen gua, alasan aja gosong. mungkin menu kita diambil untuk orang lain. huuhh…coba ada customer service (CS) Pizza Hut Indonesia baca keluhan gua di sini ya, apa mereka gak ‘doyan’ nge-blog? hehe…

  14. Cempluk

    saya pny pengalaman tersendiri di PH ini..pas ultah cempluk, so ngajak temen2 makan2 di PH.pesen ini itu dan itu, ditunggu pizza berdatangan..trus saya beserta rekan yakin bahwa pesanan pizza utk dihidangkan masih kurang 1 piece pizza pan besar, kami pun bilang ke pramusaji, eh.si pramusaji ngotot2 bahwa pesanan dah dihidangkan semua..si manajer kemudian datang, trus dengan bijak menghitung hidangan pizza yang tersaji, emang benar kurang satu, akhirnya kami pun dikasih 2 lagi pan pizza besar (1 memang jatah asli kami yang kurang tadi, 1 lagi bentuk permohonan maaf dari pihaknya)..huf..jadi sebel aku..

  15. Nona Nieke,,

    Dih, sama banged!
    Pengalaman temen2ku malah lebih mengecewakan dan tragis,
    hanya gara2 mereka ke Pizza Hut pake baju tidur *waktu itu dah malem dan Pizza Hutnya mmg disekitar lingkungan kos2an* tp baju tidurnya kayak baju maen biasa kok! model kaos sm celana pendek gitu,
    mereka dipandang jutek gitu sm karyawan Pizza Hutnya,
    trus dkira gak mampu bayar,
    temen saya sampe mencak2,
    pengen menghadap supervisornya sgala lho!

    *lho, ko aku malah curhat? :D*

  16. nico wijaya

    Yoo genti nama toh plazanya.Pantesan ga tau.. Wakakak..

  17. bebex

    mendingan di jakarta klo getoh ^^

  18. Anonymous

    *ngebayangin pizza yang gosong*
    😀

    -imgar-

  19. eRiek

    @cempluk: PH di mana tuh pluk? jadi penasaran neh. ternyata, beda tempat, beda perhatian manajemennya kepada konsumennya ya? kayak kita kemarin, dicuekin gak dapat kompensasi atas kelalaian dari pihak PH Lampung sendiri. *lagi-lagi kesal.

    btw, selamat ya..dimuat di jawa pos dan ITS online. duh..senengnya si cempluk🙂

    @nona nieke: eh, nieke juga punya pengalaman kesal dengan PH ya. hehe…

    @nico wijaya: sering2 maen ke karang co kalo libur.

    @bebex: emang di PH jakarta bagus semua ya bex?

    @imgar: pengen tahu kayak apa ya pizza gosong kang. hehe…

  20. -Fitri Mohan-

    bisa kebayang gimana kekinya yang pada nungguin makan pizza. tapi saya masih nggak bisa membayangkan pizza yang gosong itu seperti apa.

  21. Idrus Fhadli

    mereka seakan malu untuk melontarkan sepatah kata maaf. hari gene perusahaan besar minta maaf???

    payah tuh PH lampung…

  22. Fatah

    kenapa ngga di makan aja pizza gosongnya siapa tau aja enak ^_^

  23. eRiek

    @-fitri mohan-: aku masih belum percaya pizza-nya bisa gosong Fit. mereka kan pekerja profesional. apalagi PH yang sudah ‘memegang’ nama besar restoran dari negeri Paman Sam itu.

    @idrus fhadli: bisa saja gengsi pelayan itu mengatakan minta maaf. kemarin aku ngobrol2 dengan teman sekantor. dia pernah kesal dengan restoran cepat saji (KFC) di Mall Kartini (Moka). yang namanya restoran cepat saji, ya harus cepat melayani para konsumennya kan? Nah, yang dialami temanku ini menunggu sampai lebih 30 menit. terus, para pelayannya kurang melayani. ditanya, malah ‘lempar’ ke pelayan lainnya dan seterusnya.

    akhirnya, temanku tadi komplain dan mengirim e-mail ke KFC pusat (Jakarta). kemudian, temanku tadi dikontak oleh manajer KFC Moka dan meminta maaf.

    melihat restoran-restoran ternama seperti ini, ternyata ada saja kekurangannnya. katanya profesional. tahunya sama saja. pokoknya, kata teman saya, pelayan-pelayan restoran ternama seperti itu tidak ada yang bagus. semuanya gengsi. titik. *masih sebal.

    @fatah: pengen tahu kayak apa pizza gosong itu. hehe…sungguh2 memalukan!! *lirik manager PH Lampung😛

  24. ferdi

    emang lagi sial kali pak. ;P

  25. johanichi

    Wah..pengen nyobain pizza gosong tuh, asalkan gratis. HEhe..

  26. ai selera kamu bolelah hahaha, laju pengen ngetes pizza, kalo pizza yg ku makan yo itulah ” MARTABAK HAR ” haha.

  27. maaf saya terlambat kasih komennya
    itu masalahnya di ovennya bisa jadi pas di bakar suhu ovennya turun pas anti gas mereka kira masih mentah terus di bakar lagi ketika suhunya stabil dari 3/4 oven makannya pizza nya gosong atau bisa jadi pizza nya tdk di buat lalu anak servernya bilang pizza meja sekian belum keluar jadi mereka kasih alasan yang tdk masuk akal ama custermernyaaaaaa

  28. yang masak juga manusia, segala sesuatu ada batasnya, gak mungkin sempurna, orang harus sabar, baru nunggu makan coba suruh jadi pemimpin mana bisa anda adalah anak muda penerus bangsa belajar beretika dan menghargai orang juga dong, memang anda sempurna ????????

  29. memang biasanya makan apa luh,

  30. biasa makan di pasar makan di Restoran ya kaget

  31. MEMANG KADANG KEJUJURAN TIDAK MENGENAKKAN, PELAYAN PIZZA BERUPAYA JUJUR MINGKIN, MEMANG KEJUJURAN MAHAL HARGANYA

  32. (doh) telat komeng di sini.

    jadi kira2 berapa mo minta kompensasi dari waktu yg telah tersita?😀

  33. untuk Sdr.Joko: sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas komentarnya. sampai-sampai 4x komentar. nafsu sekali Anda ini. hahaha…

    Sdr.Joko, saya mengkritik pelayanan Pizza Hut tersebut. lalu, kenapa saya melihat tulisan Anda di atas malah mempertanyakan saya sempurna? ini sudah diluar konteks Bung!

    Perlu Anda ketahui bahwa saya menulis tulisan tersebut sebagai konsumen yang merasa dirugikan. Wajar dong saya mengkritik dan menulisnya di sini. Saya ingin menyampaikan keluhan dan kritik ini kepada Pizza Hut, ternyata websitenya tidak ada. Anda mau menampung kritik saya?

    Terima kasih juga atas tudingan Anda kepada saya kalau saya biasa makan di pasar, terus makan di Restoran jadi kaget. pertanyaan saya, kenapa Anda repot-repot mengurusi urusan saya? Saya mau makan di pasar, di Pizza Hut, di warung, itu adalah urusan saya. Anda mau melarang saya? Harusnya Anda berpikir, kenapa repot-repot mengurusi saya. kecuali Anda bersedia menjadi pembantu saya dan mengurusi saya. Hahaha…

  34. wisnu

    huahahaha… lucu yg komen..

  35. Sudah coba yang baru belum? di Z.A. Pagar Alam depan UBL. Mungkin lebih baik, karena prestise yang ingin mereka bangun di awal. Minimal kemarin bisa ngobrol dengan asisten manajernya. Jadi ada perhatian lah

  36. mestinya minta kompensasi, hadiah apa gituuu.. gelas pihu kek.. atau apalaahhh.. wadah cheezee nya juga boleh.. khi3

  37. andi

    harus nya km komplain ke managernya…minta ganti rugi…belajar tegas dong….
    hal yg sama yg pernah gw alamin waktu di coffe shop ternama.

  38. andi

    kalau ga biasa makan di resto or outlate jngn masuk..bikin malu deh akhirnya…

  39. cha

    tapi kebanyakan pelayanan di lampung begitu,tidak memuaskan..kurang ramah dan tidak menomorsatukan konsumen..

    saya pernah berbelanja di salah satu pasar swalayan yang sangat besar dan terkenal di bandar lampung..saya dan ibu saya kebetulan agak sulit menemukan rak tempat deterjen..kemudian saya bertanya pada salah satu pekerja di pasar swalayan tersebut, “mbak,rak deterjen di mana ya?” kemudian mbak itu hanya menunjuk ke satu arah, “di ujung sana.”. karena saya baru di lampung dan belum pernah belanja di pasar swalayan tersebut, jadi saya bertanya lagi untuk keterangan lebih jelas tempat rak tersebut (pasar swalayan ini cukup besar dan luas dan ramai). tapi belum sempat mbak tersebut menjawab pertanyaan saya, salah seorang temannya lewat dan mengajaknya ngobrol. yang terjadi selanjutnya adalah mbak itu tidak menjawab pertanyaan saya dan kemudian dengan tanpa dosanya pergi bersama temannya sambil ngobrol meninggalkan saya dan ibu saya kebingungan. akhirnya saya mencari sendiri rak deterjen yang berada “di ujung sana” itu dan memakan waktu yang cukup lama untuk menemukannya.

    entah karena ini memang sudah karakter orang2 di lampung atau training yang diberikan pada pegawai memang kurang.

  40. waduh mbak cha..
    Tolong donk jangan mengeneralisasikan ”orang lampung”.. Sya sbg wrga lmpung wlwpun brdarah Bali seutuhnya kurang spndapat klo anda menganggap semua orang lampung begitu (tidak sopan), thx.

  41. rye

    ha ha😀 bisa gosong gitu ckckckck >< aku juga tinggal di lampung😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s