Monthly Archives: February 2013

Gaya Tidur Mbak Naurah

Naurah tidur (lagi) setelah mandi pagi.

Naurah tidur (lagi) setelah mandi pagi.

Saya sering perhatikan gaya tidur Mbak Naurah. Kata ummi, gaya tidurnya mirip dengan abi (saya). Like daughter like father. Begitulah saya mengistilahkannya, anak perempuan seperti ayahnya. Kalau anak laki-laki seperti ibunya. Maksudnya “seperti” itu contohnya: wajahnya mirip, perilakunya mirip, kecerdasannya mirip, dan lain-lainnya.

Kemarin pagi sebelum saya berangkat kerja, saya perhatikan gaya tidur Mbak Naurah. Fotonya ini saya jepret dari HP saya. Tidak pernah bosannya memperhatikan Mbak Naurah lagi tidur, waktu malam, siang maupun pagi. Mbak Naurah yang sebentar lagi tanggal 26 Februari 2013 akan masuk usia 4 bulan. Ngga terasa ya Mbak!?

Advertisements

1 Comment

Filed under keluarga, naurah

Anak Sakit, Ortu Khawatir

Orang tua mana saja pasti khawatir ketika anak sakit (apalagi masih usia bayi). Pada usia tersebut, anak belum bisa berbicara dan hanya menangis saja sebagai ungkapan dan respon sakitnya.

Kamis (14/2) kemarin, saya dan ummi membawa mbak Naurah ke Bidan. Tujuannya memberikan imunisasi DPT-2 untuk mbak Naurah. Selain DPT diberikan imunisasi Polio dan Hepatitis. Setelah selesai disuntik di paha kanan dan tetes Polio, mbak Naurah pulang sambil menangis. Saya jadi kasihan melihat mbak Naurah. Raut wajahnya kelihatan sedih. “Sabar ya nak, mudah-mudahan sakitnya ngga lama,” kata saya dalam batin.

Malam harinya, mbak Naurah kelihatan sehat dan tidak rewel. Keesokan harinya, ummi mengabari saya via sms kalau mbak Naurah rewel dan badannya hangat. Alhamdulillah badannya tidak sampai panas. Mungkin sejak kemarin sudah diberikan obat paracetamol yang dilarutkan air. Dosis sesuai takaran satu sendok makan untuk sekali minum dan dikasih tiga kali sehari.

Continue reading

Leave a comment

Filed under keluarga, kesehatan

Menulis Buku Biografi, Dihargai Rp50 Juta

ilustrasi: menulis

Menulis buku biografi mendapat honor sebesar Rp50 juta. Wow!! Membayangkan dapat honornya sebesar itu, langsung berpikir untuk apa saja nanti digunakan. Apalagi buat saya yang sudah berkeluarga. Minimal untuk membayar uang muka rumah idaman. Tentu siapa yang tidak tergiur dengan penghasilan sebesar itu untuk satu kali menerbitkan buku biografi.

Informasi tentang menulis biografi itu saya dapat dari sebuah mailing list (milis). Entah benar atau tidak si penulis memberikan informasi itu. Ia juga mengajak para anggota milis mengikuti pelatihan menulis buku biografi. Barangsiapa peserta yang terpilih menjadi terbaik, maka akan diajak menjadi asisten penulis buku biografi bersama si penulis itu.

Continue reading

Leave a comment

Filed under buku, pekerjaan