Monthly Archives: November 2006

"Saya bantuin ya"


Akhirnya saya baru sempat posting foto di samping ini. Ceritanya, kebetulan saya setiap pagi punya kerjaan baru sebagai ‘tukang ojek’ mengantar mbak saya ke kantornya ketika saya masih libur Lebaran di kota Palembang.

Setelah pulang mengantar mbak saya ke kantornya di Jl. Sudirman, saya pun sering mampir ke warnet di ruko seputaran Jl. Rajawali. Hampir setiap hari saya nge-net di sana. Sekedar ingin cek email, blog atau kebetulan chatting beberapa menit dengan teman nun di seberang seberang sana. Ngga lama-lama, karena ongkos browsing satu jamnya Rp4ribu.

Karena setiap pagi jalan keluar dan saya selalu membawa kamera digital (camdi) yang melekat di ikat pinggang saya. Saat ada momen yang menarik buat saya, saat itulah saya mengambil camdi kemudian segera memfoto objek itu. Salah satu foto yang saya sukai adalah foto di samping ini.

Waktu itu kebetulan pulang dari nge-net dan mengantar mbak saya ke kantor, tepat di depan motor saya saat lampu merah masih menyala di simpang empat Jl.Veteran dekat Radio SPI dan Elita FM, seorang anak perempuan memegangi dua buah galon air kosong. Anak kecil ini dibonceng seorang lelaki tua. Entahlah, lelaki tua ini kakek si kecil ini atau bukan. Seketika naluri saya mengambil objek itu ke dalam camdi saya. Ini pasti menarik. Saya selalu memperhatikan foto ini di komputer ketika di rumah. “Foto ini bagus. Human interest-nya ada,”gumam saya. Hobi saya mempotret mulai saya tekuni kembali.

Advertisements

4 Comments

Filed under Uncategorized

Lentara Merah, Bisakah Kini Menerangi?


Semalam (Senin, 6/11), saya lihat teman saya membawa dua kaset CD film dari rental yang baru ia pinjam. “Wah menarik, ada film nih,” pikir saya. Dua judul film itu: Lentera Merah dan Sembilan Naga. Saya tertarik dengan film Lentara Merah karena mendengar ceritanya tentang pers mahasiswa (persma) yang berdiri sekitar tahun 1930-an. Saya pinjam film itu dari teman saya buat sehari ditonton di sekret kami.

Kaset CD pertama mulai saya putar di komputer. Pada penggambaran pertama ditampilkan sosok seorang pria tua yang melihat jam dan tanggal di atas lemari kecil. Pria tua itu kaget setelah mendengar tiba-tiba suara lagu “Puspa Dewi”. Suasana malam di kamarnya menjadi mencekam. Tapi, saya punya penilaian pada awal penggambaran film ini yang langsung membuat kaget penonton cukup bagus. Boleh jadi penonton langsung merasakan horor saat diputar.

Namun, sebenarnya film yang diperankan tokoh utamanya oleh Laudya Cynthia Bella (Risa) ini sungguh cukup banyak kelemahan di dalamnya. Dari film Lentera Merah ini, saya belum menemukan atau tidak ditampilkan sejarah terkait berdirinya Lentera Merah sebagai majalah kampus pada tahun 1930-an dengan kejadian Gerakan 30 September 1965 atau G 30 S/PKI. Tokoh Risa yang diperankan di film itu ternyata telah meninggal karena asma saat dikurung oleh para dewan alumni ketika itu telah difitnah mereka. Adakah maksud sutradara dalam film ini ingin menceritakan adanya konflik ideologi sebelum terjadinya G 30 S/PKI dengan kasus yang menimpa Risa dituduh antek PKI?

Pada malam inisiasi yang diadakan para senior Lentera Merah ketika itu, tampaknya merupakan tradisi turun-temurun yang dilakukan pada malam hari setiap perekrutan anggota baru. Apakah sosok Risa yang ternyata ‘hantu’ berwujud manusia itu kemudian, bisa ikut bergabung dengan anak-anak baru yang ternyata secara kebetulan para orang tuanya dulu adalah anggota Lentera Merah juga?

Wah…film ini ternyata banyak menyisahkan pertanyaan saya yang belum terjawab di sana. Saya kira dari film ini setidaknya bisa mengungkap kebenaran sesuai dengan moto dari Lentera Merah itu sendiri, yakni “hanya berpihak kepada kebenaran”. Apa kebenaran dalam film ini bisa diyakini sebagai film non-fiksi? Atau hanya ‘bumbu-bumbu’ saja agar penonton tertarik dengan ideologi PKI ketika masa itu? (Sumber Foto: 21cineplex.com)

2 Comments

Filed under Uncategorized

Bisa Lihat Personality Saya?

Amanah dari pi2t buat saya baru dibaca pagi kemarin (Selasa, 31/10). Sekilas saya baca isinya macam jawaban tentang sebagian kecil kepribadian Pi2t. Kurang lebih seperti itu. Saya tidak tahu pasti kumpulan pertanyaan ini berdasarkan apa dan entah sudah berapa banyak ‘pasien’ yang ditanyakan. Saya pun kebagian 30 pertanyaan yang akan saya jawab setelah ini. Kata Pi2t, apakah jawaban yang diposting di blog-nya itu bisa bisa menebak personality-nya? Yuk..kita lihat jawaban saya dari pertanyaan ini.

APAKAH KAMU…

1. Iri-hati pada orang laen : Kalau positif sebagai motivasi buat saya untuk lebih baik lagi, kenapa tidak toh?

2. Kamu mengandalkan ‘beauty’ or ‘personality’ : Karena saya cowok, jadi memilih ‘personality’ saja.

3. Punya SIM? : Punya dua. SIM C Lampung dan SIM A Sumsel. Sayangnya, SIM A sudah habis masa berlakunya. Hiks 😦

4. Takut kehilangan ‘uang’ atau ‘teman’?: Kehilangan ‘teman’ dong. Kalau kehilangan ‘uang’ kan nantinya bisa pinjam dari ‘teman’

5. Berkacamata : Kadang-kadang dipakai

6. Suka anak kecil : Maksudnya ‘suka’ seperti apa ya?

PERNAHKAH KAMU………

7. Berpikir tuk operasi plastik: Tidak pernah

8. Memotong sendiri rambutmu: Pernah, hanya karena malas pergi ke tempat potong rambut

9. Jatuh cinta pada pandangan pertama : Sering. Cuma sebentar, setelah beberapa lama kemudian biasa saja.

10. Berpikir untuk mengadopsi anak : Tidak pernah tuh

11. Pacaran ama orang yg jauuuh lbh tua : belum pernah

12. Cinta bertepuk sebelah tangan : belum pernah juga

13. Kehilangan dompet : Dulu pernah waktu SMA. Untungnya jatuh di jok mobil teman dan ketemu kembali.

KUSUKA……….

14. Nonton berita : akhir-akhir ini jadi tontonan wajib setiap hari

15. Pelajaran di sekolah : Tidak ada yang spesial

16. Tipe cewek : Seiman, beautiful girl (dalam dan luar), cerdas, pengertian, loyal, bertanggungjawab, suka menolong dan rajin menabung (Hehe..cocok ngga dengan kamu?)

17. Menu sarapan : Yang pasti harus ada nasi dan lauknya terserah apa saja

18. Orang yang sedang kusuka : Orang yang loyal dan bertanggungjawab

19. Penampilan lawan jenis yg kamu sangat suka ngeliyatnya : tentunya berjilbab rapi

20. Band : Nidji

21. Tempat : pantai dan pegunungan

22. Baca koran : Koran ‘K’ lebih bagus dan bermutu daripada koran lainnya, karena dari koran ini membuat saya banyak belajar lebih kreatif menulis

23. Resto fast food: apa saja dan di mana saja

24. TV station: Trans TV, karena ingin sekali bekerja di sana

25. Nama untuk anak laki : Belum terpikirkan

26. Nama untuk anak perempuan : Sama seperti di atas tuh

KESAN PERTAMA KALO DENGER……

27. Koper : bawaan banyak

28. Sekolah : teman-teman

29. Sapi : susu

30. Rizky Hanggono : Siapa dia? Ngga kenal tuh

NGE-LEMPAR PR BUAT SIAPA?

Buat siapa saja yang sempat mengunjungi blog saya dan membaca sejak tadi

2 Comments

Filed under Uncategorized