Hati-Hati Banyak Makanan Mengandung Formalin dan Boraks

image

Murid SD diwawancara sebuah stasiun televisi mengenai banyak ditemukan makanan mengandung formalin berbahaya. (Foto dokumen 1/4/2015)

Bulan suci Ramadhan sebentar lagi akan kita tinggalkan. Selama bulan Ramadhan, banyak sekali kita temui makanan takjil untuk buka puasa.

Hampir di setiap sudut tempat dan tepi jalan ramai para pedagang takjil. Aneka ragam makanan takjil yang dijual membuat para konsumen tertarik membelinya.

Makanan takjil di bulan puasa Ramadhan ini seperti magnet yang selalu menarik bagi konsumen. Apalagi di Kota Palembang, ini banyak ragam makanan khas terutama pempek, tekwan, model, laksan, burgo dan lain-lain.

Banyaknya jenis makanan takjil yang dijual, kita sebagai konsumen harus waspada terhadap makanan takjil yang mengandung bahan kimia, seperti formalin dan borak.

Tahun ini lebih meningkat jumlah makanan yang mengandung formalin dan bahan kimia berbahaya dibandingkan tahun sebelumnya. Fakta ini menjukkan bahwa orang yang berjualan dengan mencampurkan bahan kimia di dalam makanan untuk dijual, sungguh sangat keji.

Orang berjualan yang mencampurkan zat kimia berbahaya ini seperti sudah tidak takut dosa. Demi mengejar keuntungan maksimal, tapi membahayakan para konsumen.

Di berita ini, petugas Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) dan Dinas Kesehatan Kota Palembang menemukan makanan takjil mengandung formalin di pasar beduk Masjid Agung. Makanan yang mengandung formalin itu, antara lain: mie basah dan tahu.

Meskipun dampak jangka pendek tidak dirasakan langsung bagi konsumen yang mengonsumsi makanan yang mengandung formalin, tapi dalam jangka panjang berdampak penyakit kanker.

Sebagai konsumen harus teliti dan waspada setiap makanan yang sering dicampur dengan bahan kimia seperti formalin.

Bagi saya, dengan banyaknya berita tentang makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti formalin dan borak, saya jadi harus lebih waspada. Tidak mudah tergiur membeli makanan yang dijual di pasaran.

Salah satu cara menghindari makanan yang mengandung zat berbahaya tadi, lebih baik kita membeli makanan yang diproduksi telah bersertifikat halal. Sayangnya makanan “home made”, tidak semua berlabel halal.

Sekarang tinggal Anda sendiri yang menentukan untuk memilih makanan dan minuman yang dibeli di pasar. Carilah makanan yang baik dan halal. Mudah-mudahan kita terhindar dari makanan yang berbahaya buat kesehatan kita.

Leave a comment

Filed under islam, kesehatan, sosial, televisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s