Category Archives: makanan

Batiqa Hotel Palembang: Hotel di Pusat Kota “Quality A”

image

Batiqa Hotel Palembang tampak dari luar

Kota Palembang kini semakin maju dan berkembang. Di hampir sudut kota, dari taman kota, infrastruktur jalan yang diperlebar dan diaspal sampai bangunan-bangun dibangun untuk mal dan hotel terlihat semakin apik. Kota Palembang ternyata menjadi daya tarik bagi banyak orang. Tidak hanya bagi warga Palembang sendiri, bahkan warga luar Palembang karena memiliki potensi yang besar.

Continue reading

1 Comment

Filed under advetorial, makanan, traveling, wisata

Sensasi Rasa Mi ABC Gule Salero Mantap Nian

Ini dia Mi ABC Gule Salero. (Foto Ira Hairida / Wongkito)

Ini dia Mi ABC Gule Salero. (Foto Ira Hairida / Wongkito)

Kalau ada saudara atau teman yang ngajak kamu pergi makan, pasti kamu ngga nolak kan? Apalagi ditraktir makan. Tentu saja kamu pasti mengiyakan 100 persen tanda setuju dan langsung berangkat saat itu juga. Nah, kira-kira makanan apa yang perlu disantap ya? Coba deh menyantap “Gulai” atau orang lebih akrab mengucapkan “Gule”.

Gule adalah makanan yang mengandung santan dan bumbu rempah-rempah. Ini makanan asli Nusantara dari ujung Sumatera sampai Papua. Namun sayangnya gule semakin tidak populer di tengah masyarakat akibat “derasnya” makanan luar negeri yang masuk ke dalam negeri.
Continue reading

Leave a comment

Filed under budaya, makanan, wisata, wongkito

Santap Pempek Panggang Cek Tasya

image

Pempek Lenggang

Wong Plembang kalu dak pernah makan pempek, berarti bukan wong Plembang nian. Hehe.

Siapa sih yang tak kenal makanan khas Palembang ini? Dari ujung Sabang sampai Merauke, sudah pada kenal pempek makanan khas dari Palembang. Yang ngga tahu, teerr..laa..luu!! (kata Bang Haji Rhoma Irama).

Continue reading

2 Comments

Filed under makanan

Cerita di Bawah Pohon

Ini bukan cerita di bawah pohon cemara seperti dengung lagu anak-anak naik-naik ke puncak gunung. Bukan itu. Bukan pula cerita luar biasa yang ‘menggemparkan’ dunia pemberitaan media cetak maupun elektronik di tanah air Indonesia. Ah, sebenarnya ini cuma sepotong cerita tidak menarik. Tapi tiba-tiba suara bisikan ‘memerintah’ saya agar menceritakannya.

Matahari sebentar lagi tepat berada di atas kepala. Kira-kira siang itu masih pukul 12 kurang. Sepeda motor berwarna biru tipe bebek diparkir tak jauh dari meja makan sebuah kedai makan. Meja panjang dan beberapa kursi plastik itu berada di luar dan dilindungi oleh pepohonan seakan menjadi atap peneduh buat para pengunjung yang makan di kedai itu.

Ada sekumpulan mahasiswa ngobrol sambil menikmati hidangan makan siang mereka. Kadang-kadang tertawa puas. Sampai-sampai kedua matanya terpejam sendiri. Ada lagi seorang mahasiswa baru tiba ditemani seorang mahasiswi, kemudian menempati tempat duduk sisi kanan. Mereka pesan makan ke penyaji, lalu larut dalam obrolan.

Continue reading

6 Comments

Filed under mahasiswa, makanan, teman, universitas

Persahabatan Blogger

Anda mungkin sering mendengar pepatah,”Tak Kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta.” Lalu, malah ada yang menambahi,”tak cinta maka tak..”(silahkan menambahi titik-titik itu.hehe). Seperti itulah proses bertahap di saat orang mulai saling kenal-mengenal.

Kehadiran banyak teman menjadikan sebuah warna tersendiri untuk bisa saling berbagi bersama-sama. Tidak hanya suka, tapi kehadiran teman bisa mengobati duka. Mereka bisa mengobati menjadi senyum, gembira kembali dalam keceriaan.

Teman yang punya kesamaan hobi macam ngeblog pun belakangan ini sudah banyak. ‘Wadah’ mereka masing-masing mengekspresikan di dalam blog-nya. Menulis. Diskusi di milis. Bercanda. Tukar-pendapat. Padahal, mereka tidak saling bertemu (tatap muka) satu dengan yang lainnya dalam sebuah pertemuan.

Tapi, ketika para blogger yang sering bertemu di dunia maya itu ada keinginan saling bertemu secara langsung (para blogger akrab menyebutnya “kopdar”), mereka pun menggagas bertemu di darat. Bahkan, ada saja blogger dari jauh sekali pun benar-benar niat ingin bertemu. Tentunya tak sekedar bertemu saja, tapi disertai ‘bumbu’ acara makan-makan. Sepertinya sudah lazim ada acara kopdar, pasti ada acara makan-makan.

Continue reading

15 Comments

Filed under blog, diskusi, kopdar, makanan, teman

Ditraktir

teman-bbs

Senin sore kemarin, kebetulan Johan, Ika, dan Intan mengajak Sony dan saya ke Pizza Hut di Tanjung Karang. Syaratnya, kata Intan, ngga boleh bawa motor. Sejenak bingung. Bengong. Kok ngga boleh bawa motor? Oh, Intan dan Ika juga ngga mau naik motor. Mereka bilang naik angkot saja.

Meskipun ada motor di luar sana sedang terparkir, tapi sore itu tak digunakan. Ya ngga apa-apa. Cuma untuk sore itu saja, ikhlas dan demi traktir ke PH. Johan yang juga punya motor seperti saya. Tapi, tidak ia gunakan. Hanya menambahi gembok di motornya sebelum kami berangkat, jalan kaki ke depan halte Unila, lalu naik angkot ke PH.

Continue reading

12 Comments

Filed under kopdar, makanan, teman

Hajatan Kecil MangOeni

limo

Akhirnya saya bisa posting mengisi blog sederhana ini kembali. Sudah lama tidak dikunjungi. Kelihatannya sudah terlihat debu dan sarang laba-laba di sana-sini. Makanya, sekarang sudah kembali ke Bandarlampung, mulai dibersihkan pakai penyikat debu. Ehm, apa ada ya penyikat debu? Hehehe…

Ini cuma ‘segenggam’ cerita dari ajakan hajatan makan kecil dari Mang Oeni di sebuah cafe sederhana, Sabtu sore kemarin (14/06). Selain saya, juga tentu saja tak ketinggalan mengajak Triana. Sisa dua lagi Rio dan Ukh Nitz. Inilah kisahnya langsung dari cafe, sekaligus dipancarluaskan ke seluruh pelosok dunia. Hehehe…

Continue reading

24 Comments

Filed under diskusi, makanan