Santap Pempek Panggang Cek Tasya

image

Pempek Lenggang

Wong Plembang kalu dak pernah makan pempek, berarti bukan wong Plembang nian. Hehe.

Siapa sih yang tak kenal makanan khas Palembang ini? Dari ujung Sabang sampai Merauke, sudah pada kenal pempek makanan khas dari Palembang. Yang ngga tahu, teerr..laa..luu!! (kata Bang Haji Rhoma Irama).

Nah, minggu lalu saya dan ummi ngga sengaja ketemu tempat makan pempek di Jalan Sosial (daerah Km.5). Pempek Cek Tasya, nama kedai pempek itu.

Karena ummi sudah sangat ngiler pengen (pake “banget”) sama pempek panggang, jadi kita berdua mampir ke Pempek Cek Tasya. Tulisan di depan rukonya, cabang dari Pempek Cek Tasya yang berlokasi di Jl.Pipa (daerah Kemuning).

Pempek Cek Tasya yang di Jl.Pipa, memang selalu ramai pengunjung. Apalagi di saat akhir pekan, hampir pengunjung yang datang mengendarai mobil tidak kebagian tempat parkir. Ini dikarenakan para pengunjungnya adalah kalangan menengah ke atas. Jadi, harga pempeknya pasti mahal dong? Oh ngga juga. Harganya sih masih cukup terjangkau buat kalangan menengah ke bawah.

Oke balik lagi ke Pempek Cek Tasya yang baru buka cabang di Jl.Sosial. Jadi, kami berdua memesan pempek panggang untuk dibawa pulang. Sembari menunggu selesai pempeknya dipanggang dan diracik, kami berdua makan pempek kecil.

Saat mencocolkan pempek ke cuko (bumbu cair berwarna hitam dicampur dengan pempek), sedikit demi sedikit aroma dan rasa cuko yang kental begitu terasa pedas. Semakin pedas rasanya ingin semakin dihirup. Maksudnya dihirup itu diminum.

Selesai makan pempek kecil dan sudah selesai racikan pempek panggangnya, kami berdua pulang. Kami mencoba makan pempek panggang bersama keluarga. Ada benarnya kata Banyumurti, ketika menyantap pempek panggang terasa berbeda dengan menyantap pempek yang dikasih cuko.

Tekstur pempek panggang yang berwarna putih dan sedikit hitam (karena kena api panggangan) sedikit berkurang terasa ikannya dibandingkan pempek lenjer, pempek telok dan lainnya.

Berapa harga pempek panggangnya? Cukup murah hanya Rp1.500 per pempek. Saya setengah kaget harga segitu tempatnya di ruko berlantai tiga. Sempat saya berbisik ke ummi, ini pempek panggangnya lumayan murah. Apa mungkin masih harga promosi ya? pikir saya.

Kata ummi, pemilik Pempek Cek Tasya ini dulunya pegawai di Pempek Saga. Orang Palembang yang suka pempek, mungkin sudah tahu dan cukup terkenal pempek yang berlokasi di depan Kantor Walikota Palembang ini. Wajar saja khasnya Pempek Saga menyerupai Pempek Cek Tasya. Dari segi harga boleh jadi jauh berbeda dan lebih murah Pempek Cek Tasya. Tapi dari rasanya, saya kira sama-sama enak loh.

Nah, foto di atas kebetulan lebih banyak lenggang daripada pempek panggang. Lenggang adalah sejenis pempek yang dicampur dengan kocokan telor kemudian dipanggang.

Tinggal Anda yang menentukan mana pempek yang paling disukai. Pempek menjadi kuliner favorit bagi wong Plembang dan masyarakat pendatang di Palembang. Semoga cerita saya ini bermanfaat.

2 Comments

Filed under makanan

2 responses to “Santap Pempek Panggang Cek Tasya

  1. rv

    Baru tadi siang nemuin pempek ini.. Modal 50 ribu sekeluarga udah kenyang. Rasanya gak kalah sama candy..

  2. Muhammad Rusdi zaini

    Mau makan kuliner khas palembang ya di pempek cek tasya…by:rusdi zaini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s