Monthly Archives: December 2010

Bravo Timnas Indonesia!

Kegembiraan itu memang pantas diekspresikan oleh ribuan penonton yang menyaksikan langsung pertandingan semifinal Indonesia vs Filipina di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin kemarin (20/12). Ditambah lagi luapan kegembiraan jutaan rakyat Indonesia yang menyaksikan dari tayangan televisi. Do’a dan harapan jutaan rakyat Indonesia kepada Timnas Indonesia akhirnya terwujud dan segera memasuki final melawan Malaysia.

Timnas Indonesia sudah sepantasnya menjadi isu utama dan perhatian publik Indonesia selama beberapa hari terakhir ini. Semua kalangan yang sebelumnya tak tahu apa-apa tentang sepakbola, kemudian menjadi sebuah daya tarik dan memberi perhatian dari setiap pertandingan Timnas Indonesia. Isu dan headline seluruh media massa pun ‘mengangkat’ keberhasilan Timnas Indonesia ini sebagai pahlawan bangsa. Dengan mengenakan baju kaos merah dan lambang Garuda Pancasila di dada sebelah kiri, seolah menjadi sebuah kebanggan mereka untuk mengharumkan kejayaan Indonesia di Asia Tenggara melalui pertandingan Piala AFF Suzuki 2010 ini.

Continue reading

2 Comments

Filed under sepakbola

Mengapa Perlu Pembatasan BBM Bersubsidi?

Pertanyaan di atas menjadi pemikiran saya sebagai orang awam ketika pemerintah mewacanakan akan melakukan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi beberapa waktu lalu. Di sejumlah tanyangan stasiun televisi memuat iklan yang mengajak masyarakat agar menggunakan BBM nonsubsidi (dalam hal ini adalah BBM jenis Pertamax, red). Lalu, apa hubungan pembatasan BBM bersubsidi dengan iklan di televisi yang dibuat oleh Pertamina itu?

Saya berpikir bahwa pemerintah akan melakukan hal yang sama seperti pada era SBY-JK lalu, dengan menarik pasokan minyak tanah (bersubsidi,red) dan mengonversi ke gas di seluruh daerah Indonesia. Namun, hal itu dilakukan secara bertahap dan belum sepenuhnya seluruh daerah Indonesia menggunakan gas untuk kebutuhan memasak rumah tangga.

Continue reading

Leave a comment

Filed under lalu lintas, opini, transportasi

Sekarang atau Menunda lagi

Sebuah alasan klasik itu bernama sibuk. Sehingga, waktu luang yang sesungguhnya bisa dimanfaatkan untuk menulis, ternyata tidak bisa memanfaatkan waktu tersebut meskipun hanya beberapa menit saja.

Dalam sebuah tulisan yang pernah saya baca (persisnya saya lupa dimana menemukan tulisan tersebut), saat hampir mengurangi hingga berhenti menulis baik sengaja maupun tidak sengaja, ternyata membuat pikiran jadi pikun. Hal itu benar atau tidak, saya tidak tahu. Tapi, saya sadari bahwa dalam waktu hampir lebih dari lima bulan lamanya saya tidak menulis, rasanya banyak hal yang sering lupa. Apalagi menemukan ide-ide yang baik ditulis, ternyata hilang begitu saja.

Continue reading

1 Comment

Filed under media massa, opini, pers