Monthly Archives: September 2011

Jangan Dekati Truk!

Akhir-akhir ini, semakin banyak truk melewati sejumlah ruas jalan raya kota Palembang, Sumatera Selatan. Dari mulai truk pengangkut batubara sampai truk tronton panjang pengangkut peti kemas. Kendaraan bermotor pribadi: mobil dan motor saja sudah banyak, apalagi ditambah hadirnya truk-truk besar dan bermuatan hampir mencapai 40 ton, semakin ramai dan memadati sejumlah ruas jalan kota.

Di satu sisi kehadiran truk-truk tersebut, menunjukkan dinamika perkembangan perekonomian ibukota Sumatera Selatan cukup pesat belakangan ini. Sebagai contoh aset tambang batubara yang diangkut truk-truk besar, itu diangkut dari kabupaten Tanjung Enim, Empat Lawang, dan kabupaten lainnya. Dengan menggunakan sarana jalan, truk-truk yang mengangkut batubara puluhan ton tersebut ke Pelabuhan Tanjung Api-Api. Untuk menuju pelabuhan baru itu, truk-truk harus melalui ruas-ruas jalan kota Palembang.

Continue reading

1 Comment

Filed under jalan, kendaraan, kota, lalu lintas, metropolitan, sosial

Begitu Cepat Engkau DipanggilNya

 

 

 

 

 

 

Kira-kira pukul 7 malam, Ahad, 25 September 2011, saya membuka facebook. Saya baca status seorang teman menanyakan ada apa dengan Fityan Firdaus? Sementara ada temannya, menuliskan status Innalillahi wa innailahi raji’un. Tambah terkejut dan semakin penasaran, saya masuk profilnya. Ia meninggal sekitar pukul 6 malam karena sakit pada ususnya di sebuah rumah sakit di Pandeglang, Banten. Sejumlah teman mengucapkan yang sama dan berdo’a semoga amal ibadahnya diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Fityan Firdaus. Sehari-hari saya menyapa dan memanggilnya dengan Fityan. Memang tidak lama saya kenal dengannya, jika dibandingkan dengan teman-teman seangkatannya (tahun 2004) di Jurusan Teknik Elektro. Kira-kira tahun 2008-2009 lalu, ketika itu kami masih dalam satu tim bersama teman-teman di Pusat Komputer Universitas Lampung (Puskom Unila). Bersama teman-teman penghuni Gedung Puskom, merupakan sebuah keluarga besar. Betapa tidak, setiap hari dari pagi, siang, sore sampai malam bertemu mereka terus. Dari sarapan, makan siang, tidur, solat, menitip beli gorengan dan makanan, sampai nonton pun di gedung berlantai tiga itu.

Continue reading

2 Comments

Filed under keluarga, lampung, teman, unila