Monthly Archives: September 2012

Seimbang

Pernahkah berpikir, apakah kehidupan yang kita jalani sudah seimbang? Misalnya, dalam sehari 24 jam membagi waktu untuk ibadah, bekerja, keluarga, masyarakat, dan lain-lain. Nah, berapa persen masing-masing itu tadi? Ada orang yang hidupnya memikirkan bekerja saja. Ada pula hidup untuk mencari uang sebanyak-banyaknya. Ada orang seperti itu kan?

“Tidak Kuciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku” (Al Qur’an Surat adz-Dzariat ayat 56). Sudah jelas Allah menerangkan di dalam Al Quran, bahwa kita ada (hidup) saat ini tujuannya untuk beribadah kepada-Nya. Kira-kira bagi orang awam, beribadah itu cuma solat, puasa, zakat, dan naik haji ya? Padahal ibadah itu maknanya sangat luas dan banyak sesuai syariat yang dicontohkan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

Manusia yang diberi amanah Allah sebagai khalifah di bumi, selayaknya menggunakan waktu selama hidupnya untuk mengabdi kepada-Nya. Tapi, mungkin kita kadang-kadang lupa pada saat tertentu yang kita lakukan semata-mata hidup untuk memenuhi kebutuhan kita sendiri dan keluarga (bagi yang sudah menikah).

Saat ibadah khusus, seperti solat, puasa, zakat atau naik haji, kita baru ingat Allah. Sementara ketika bekerja, bertetangga, bermasyarakat, dan lain-lainnya malah lupa kepada-Nya. Sesungguhnya di sana pula ada pahala ibadah, apabila kita selalu niat ibadah karena Allah. Bukan karena ingin dipuji orang, dianggap bermasyarakat, dan lain-lain. Kita memang harus selalu ingat dan ‘memasang’ niat perbuatan kita karena-Nya.

Advertisements

1 Comment

Filed under agama, masyarakat, sosial

Kabut Asap Menyelimuti Palembang

Kabut asap yang menyelimuti kota Palembang, telah mengganggu pernafasan. Masih jarang orang menggunakan masker untuk meminimalkan efek buruk kabut asap. (Foto di Jl.Residen H.Abdul Rozak), Sabtu (15/9).

Kira-kira sudah hampir satu pekan ini, kabut asap telah menyelimuti kota Palembang. Asap bercampur kabut setiap pagi sangat mengganggu pernafasan. Biasanya setiap pagi (sebelum matahari terbit) bisa merasakan sejuknya udara, tapi untuk sekarang tidak bisa diharapkan. Apalagi untuk orang yang hobi olahraga jogging dan jalan kaki setiap pagi.

Saya dan istri saya biasanya keluar jalan-jalan pagi. Tapi, itu rutinitas pagi yang dulu sebelum akhir-akhir ini asap kabut kebakaran hutan. Padahal jalan-jalan pagi itu bikin sehat. Kalau biasanya setiap bangun tidur, terus solat subuh, dan tidur lagi, itu malah bikin malas. Pengalaman saya juga itu. hehe.

Continue reading

Leave a comment

Filed under cuaca, kendaraan, kesehatan, metropolitan, transportasi

Melihat Kakak dari USG 4 Dimensi

ultrasonografi 4 dimensi

kakak (30w 5d)

Pekan ini usia kandungan ummi sudah 31 minggu. Hari Sabtu (8/9) lalu, saya mengantar sekaligus mendampingi ummi periksa kehamilannya ke dokter spesialis kandungan. Dari modal bertanya-tanya ke sejumlah teman ummi, kemudian kami berdua sepakat periksa di Klinik Eska. Lokasinya di Jalan Radial (sebelah show room Yamaha).

Awalnya saya tidak tahu klinik tersebut. Memang daerah jalan tersebut ramai berdiri ruko. Dengan mengendarai sepeda motor lawas, pelan-pelan mata sambil lirik ke kiri dan kanan ruko. Apalagi jalan yang selalu ramai, memang harus ekstra hati-hati sesekali melihat ke arah depan jalan. Atas  petunjuk yang diberikan temannya ummi, kami berdua akhirnya menemukan klinik tersebut.

Ketika sampai di depan klinik itu, saya membaca sebuah plang nama di atas pintu masuk. Tertulis nama dokter spesialis kandungannya adalah laki-laki. Saya bertanya-tanya dalam hati. Padahal kata ummi, dokter yang periksanya adalah perempuan. Di klinik itu, tak hanya dokter spesialis kandungan. Ada juga praktek dokter spesialis penyakit dalam.

Continue reading

3 Comments

Filed under kehamilan, keluarga, kesehatan