Category Archives: wisata

Batiqa Hotel Palembang: Hotel di Pusat Kota “Quality A”

image

Batiqa Hotel Palembang tampak dari luar

Kota Palembang kini semakin maju dan berkembang. Di hampir sudut kota, dari taman kota, infrastruktur jalan yang diperlebar dan diaspal sampai bangunan-bangun dibangun untuk mal dan hotel terlihat semakin apik. Kota Palembang ternyata menjadi daya tarik bagi banyak orang. Tidak hanya bagi warga Palembang sendiri, bahkan warga luar Palembang karena memiliki potensi yang besar.

Continue reading

1 Comment

Filed under advetorial, makanan, traveling, wisata

Sensasi Rasa Mi ABC Gule Salero Mantap Nian

Ini dia Mi ABC Gule Salero. (Foto Ira Hairida / Wongkito)

Ini dia Mi ABC Gule Salero. (Foto Ira Hairida / Wongkito)

Kalau ada saudara atau teman yang ngajak kamu pergi makan, pasti kamu ngga nolak kan? Apalagi ditraktir makan. Tentu saja kamu pasti mengiyakan 100 persen tanda setuju dan langsung berangkat saat itu juga. Nah, kira-kira makanan apa yang perlu disantap ya? Coba deh menyantap “Gulai” atau orang lebih akrab mengucapkan “Gule”.

Gule adalah makanan yang mengandung santan dan bumbu rempah-rempah. Ini makanan asli Nusantara dari ujung Sumatera sampai Papua. Namun sayangnya gule semakin tidak populer di tengah masyarakat akibat “derasnya” makanan luar negeri yang masuk ke dalam negeri.
Continue reading

Leave a comment

Filed under budaya, makanan, wisata, wongkito

Selamat Ulang Tahun Kota Palembang

Kota Palembang baru saja berulang tahun yang ke-1327. Jika dilihat dari angka tahun tersebut, tentu sebuah kota yang sangat tua. Kota Palembang disejajarkan sebagai kota tertua di Indonesia, tapi juga termasuk kota tertua di dunia.

Semakin berkurang umur dan semakin bertambah usia diibaratkan pada manusia, idealnya semakin berpengalaman, dewasa dan bijaksana. Begitu pula pada sebuah kota yang dulu pernah menjadi pusat dari Kerajaan Sriwijaya yang tersohor di Asia Tenggara. Kota Palembang sejatinya adalah kota tua yang sedang menuju peradaban modern di era globalisasi ini.
Continue reading

6 Comments

Filed under sosial, wisata, wongkito

Dari Taman Hutan Kota ke Krakatoa Nirwana Resort

Sebuah Train-Kite sengaja diterbangkan oleh panitia Festival Layang-Layang sambil dibantu dengan angin yang bertiup cukup kencang sore itu. Talinya diikat ke bagian belakang mobil. Beberapa orang mencoba menarik-narik tali itu. Ternyata cukup kencang bak menarik tarik-tambang ketika lomba 17 Agustus.

Train-Kite itu ada 32 buah. Masing-masing lebarnya antara 60-70 cm. Wajar saja untuk menarik Train-Kite sepanjang itu, tak ada yang sanggup menarik sendiri. Paling tidak perlu dibantu 3-5 orang.

Para pengunjung yang datang sambil melihat Train-Kite merasa kagum. Bahkan, sejumlah anak-anak mencoba menarik Train-Kite itu. Tampaknya meraka tak sanggup menariknya karena Train-Kite yang telah di atas udara itu cukup kencang terikat di bagian belakang mobil.

Continue reading

20 Comments

Filed under lampung, pantai, traveling, wisata

Festival Layang-Layang Lampung Tahun 2008

Lampung Kite Festival (LKF) 2008 yang diadakan sejak hari Jumat-Sabtu (22-23/08) di Taman Hutan Kota, Way Halim, Bandarlampung dan Minggu (24/08) di Kalinda Resort, cukup mengesankan buat saya. Apalagi ini even pertama kali saya ikuti sebagai panitia kegiatan berlangsung. Saya jadi tahu sekaligus merasakan bagaimana menerbangkan bermacam-macam layangan berukuran kecil sampai layangan yang berukuran besar dan lebih tinggi dari tinggi badan saya.

Hari pertama (Jumat, 22 Agustus 2008), LKF 2008 dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung, M. Natsir Ari. LKF 2008 ini termasuk dalam rangkaian kegiatan Festival Krakatau 2008 yang berlangsung dari tanggal 23-31 Agustus 2008. Natsir meresmikan pembukaan Festival Layang-Layang 2008 itu dengan menerbangkan pesawat aeromodeling milik teman-teman Teknik Elektro Unila. Tapi, sayangnya pesawat itu tak mau terbang.

Sejumlah layang-layang dari yang kecil hingga yang besar di letakkan di atas tanah lapangan. Beberapa panitia menerbangkan layang-layang. Saya tertarik mencoba menerbangkan layang-layang yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Mungkin lebarnya selebar kedua tangan saya.

Mengenakan kaos putih berlogo Visit Lampung 2009 dan di belakangnya bertuliskan “Lampung Kite Festival 2008” dan penutup topi yang biasa saya kenakan saat berpergian keluar, saya berlari-lari kecil menerbangkan layang-layang di lapangan. Meskipun suasana terik matahari semakin panas menyengat kulit, tapi tidak menyurutkan saya bermain layangan.

Continue reading

19 Comments

Filed under lampung, traveling, wisata

Pulau Ayin

“Itu Pulau Ayin,”kata salah satu rombongan kami sambil menunjuk ke pulau yang dimaksudnya.

Arthalita Suryani atau lebih akrab disebut Ayin, seperti belakangan ini diberitakan di berbagai media cetak dan elektronik karena ‘tersandung’ kasus suap bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Saya baru tahu pulau itu dari bapak-bapak yang ikut dalam rombongan naik kapal motor. Saya juga baru tahu bahwa Ayin adalah seorang pengusaha asal Lampung. Namun, sayangnya nasibnya kini sedang menunggu vonis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Jakarta.

Saya ikut dalam rombongan bapak-bapak dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pesawaran, Lampung. Jika saya tak salah hitung, ada sekitar 15 orang termasuk saya yang ikut dalam rombongan itu. Kebetulan saya diajak dosen saya, Endang L.Widiastuti,Ph.D, Sabtu-Minggu lalu (12-13/7) melihat ke beberapa pulau yang masuk di dalam Kabupaten Pesawaran. Ia adalah dosen FMIPA Biologi Unila. Saya biasa menyapanya Ibu Endang. Meskipun badannya besar, tapi ia lincah. Bahkan Bu Endang bisa menyelam (diving,red).

Continue reading

11 Comments

Filed under lampung, laut, pantai, traveling, wisata

Taman Hutan Rakyat Wan Abdul Rachman

Taman Hutan Rakyat atau Tahura Wan Abdul Rachman adalah salah satu Tahura yang ada dan dilindungi di Indonesia. Lokasi Tahura Wan Abdul Rachman memiliki topografi bergelombang ringan sampai berat dan sebagian datar, di dalam kawasan terdapat 4 (empat) buah gunung yaitu : G. Rantai (1.671 m dpl), G. Pesawar (661 m dpl), G. Betung (1.240 m dpl) dan G. Tangkit Ulu Padang Ratu (1.600 m dpl).

Senin lalu (7/7), saya bolak-balik dari Taman Kupu-kupu Gita Persada ke Tahura mengendarai mobil Pak Anshori. Waktu itu hendak mengambil banner yang biasa digunakan untuk even pameran di kota Bandarlampung. Ya, lumayan jauh jika jarak dari Tahura ke kota. Untung saya tidak sendiri. Arka dan Nita, temannya dari FMIPA Biologi, yang mengambil banner ke toko percetakan.

Saya mencoba dua jalur yang berbeda dari Tahura ke Taman Kupu-kupu. Jalur pertama melalui dalam kota dan jalur kedua melalui jalan menuju arah Taman Wisata Kedaton. Tapi rasanya jalur pertama terasa lebih cepat meskipun masuk dalam kota terlebih dahulu dengan kemacetan kendaraan bermotor. Sedangkan jalur kedua, sepanjang jalan berliku-liku dan sempit. Ya maklumlah jalan di gunung memang begitu. Apalagi naik-turun. Wah capek deh.

Continue reading

9 Comments

Filed under lampung, traveling, wisata