Mitos tanggal 20an: Sakit

image

Setiap orangtua pasti tidak ingin anaknya sakit. Selalu tetap sehat dan aktif adalah keinginan semua orangtua kepada anaknya.

Malam Sabtu kemarin (22-02), sekitar jam 1an mbak Naurah tiba-tiba demam. Suhu badannnya naik menjadi 38,9°c. Ummi memberi ASI untuk mbak Naurah, tapi selalu menolak. Kemudian ummi kasih minum air mineral, mbak Naurah baru mau meminumnya.

Karena panasnya bikin khawatir, maka saya beri Sanmol drop 0,8 mL. Tidak lama kemudian tiba-tiba mbak Naurah muntah.

Aduh! Saya jadi panik dan bingung. Tentu sebagai orangtua panik dan takut ada apa-apa dengan mbak Naurah. Bingung mau bersihkan muntah yang kena baju mbak Naurah dan sisa muntahan yang terjatuh ke lantai.

Mungkin mbak Naurah masuk angin, pikir saya. Ummi menyarankan agar mbak Naurah minum lagi obatnya. Obat yang pertama diminumkan mungkin ikut keluar ketika muntah.

Keesok paginya, mbak Naurah mau makan bubur ditambah sayur buncis. Suhu badannya mulai menurun menjadi 37,4°c.

Selain panas demam, mbak Naurah juga diaere. Tanda-tandanya kelihatan sejak malam itu muntah. Kemudian keesokannya mbak Naurah buang air besar (BAB) hampir empat kali dan feses-nya cair (tidak padat).

Ini yang ketiga kalinya mbak Naurah kena diaere. Yang pertama bulan September 2013 lalu. Kedua, bulan Nopember atau Desember 2013 lalu. Dan yang ketiga baru-baru ini.

Mbak Naurah kena sakit hampir setiap masuk tanggal 20an. Kata orangtua, mau nambah kebisaan. Kalau kata orang Palembang: nambah kepacak-an.

Sewaktu panas demam, saya selalu berikan obat penurun panas. Saya searching di google, batas pemberian obat penurun panas maksimal setiap empat jam sekali. Suhu badan mbak Naurah selalu diukur dan dipantau. Sesekali mbak Naurah masih bisa diajak main meskipun suhu badannya masih tinggi.

Sampai waktu sore, mbak Naurah belum kelihatan tanda-tandanya membaik. Akhirnya sore ba’da maghrib, saya dan ummi memutuskan bawa mbak Naurah berobat ke klinik dokter spesialis anak yang tidak jauh dari rumah.

Saya masih ingat beberapa obat yang dituliskan di resep waktu memeriksakan mbak Naurah sakitnya sama seperti ini. Di antaranya obat: Oralit, Lacto B, dan sirup Zinc. Nah yang sering diminum mbak Naurah adalah Oralit dan Lacto B. Oralit untuk menambah agar tidak kekurangan cairan. Lacto B untuk membantu pencernaan dan melawan bakteri jahat.

Alhamdulillah dengan izin Allah, rutin minum kedua obat ini mbak Naurah menunjukkan tanda-tanda sehat dan mulai aktif. Pengalaman sebelumnya, kira-kira 3-4 hari minum kedua obat tadi sudah cukup dan tidak dihabiskan semua. Sisa beberapa obat diaere ini jadi stok obat mbak Naurah jika sewaktu-waktu kena diaere lagi. Semoga mbak Naurah selalu sehat. Aamiin.

sumber foto (ilustrasi) dari sini

Leave a comment

Filed under keluarga, kesehatan, naurah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s