Pasar Cinde Kabakaran

kebakaran pasar cinde

Suasana pagi ini (Kamis, 28/3) pascakebakaran di Pasar Cinde. (sumber foto: @Palembang_Kota)

Kabar terjadi kebakaran Pasar Cinde baru saya ketahui tadi pagi (Kamis, 28/3) dari sebuah koran lokal. Koran tersebut menaruhnya pada headline (HL). Membaca judul HL koran tersebut, saya jadi penasaran bagaimana salah satu pasar terbesar di Kota Palembang itu bisa sampai terbakar.

Salah satu koran yang memuat versi onlinenya di sini, lokasi kebakaran dekat dengan Masjid Nurul Khair yang diapit sejumlah rumah toko (ruko). Mungkin orang langsung berasumsi bahwa gedung Pasar Cinde yang terbakar. Padahal di gedung itu menjadi tempat jual-beli sembako, kios kue, pempek, dan masih banyak lagi lainnya.

Kabar terbakarnya Pasar Cinde pada Kamis malam (27/3) itu juga dimuat di media nasional. Sempat pula menjadi perbincangan di salah satu media sosial Twitter dan tidak sedikit mereka memuat foto kebakaran yang termasuk besar ini.  akun twitter @Palembang_Kota memuat foto suasana pagi pascakebakaran di Pasar Cinde.

 Kalau diperhatikan memang Pasar Cinde cukup luas. Ada gedung Pasar Cinde yang menjual sembako, kue, pempek, dan lain-lain. Selain itu menurut berita, di lokasi Pasar Cinde tersebut ada 25 tempat yang terbakar, 10 ruko, satu petak, 14 kios dan satu sekolah.

Dulu saya sering diajak ayah saya pergi ke Pasar Cinde yang menjual alat suku cadang bekas itu. Kalau Minggu pagi, biasanya ramai penjual dan pembeli. Macam-macam yang dijual di sana. Dari mulai Blackberry bekas sampai alat-alat rumah tangga bekas, tapi masih layak pakai.

Dari Pasar Cinde ini, saya jadi tahu beberapa tempat yang menjual macam-macam suku cadang bekas, besi bekas, dan lain-lain. Dari tempat ini pula, saya jadi berpikir merakit mobil/motor bisa dilakukan. Gimana caranya? Beli mesinnya, kerangkanya, rodanya, aksesorisnya sampai tutup pentil ban juga ada. Semuanya dijamin ada! (sok yakin deh! Hehe).

Entah berapa ratus juta kerugian mereka akibat musibah kebakaran itu. Mudah-mudahan para korban yang tempat kios dan rukonya terbakar mendapat perhatian dari pemerintah kota. Apalagi seperti sekarang sedang masa kampanye para calon walikota Palembang. Di sinilah para kandidat walikota dan wakil walikota Palembang  memperhatian para korban musibah kebakaran.

Semoga yang akan datang kita lebih waspada terhadap pemicu kebakaran. Karena dari mulai hal kecil seperti arus pendek listrik, puntung rokok dibuang sembarang, menyalakan api lilin, dan lain-lainnya bisa dicegah agar tidak sampai menimbulkan kebakaran yang besar.

2 Comments

Filed under kota, metropolitan

2 responses to “Pasar Cinde Kabakaran

  1. Wah kenapa bang Eriek isi blognya tentang berita buruk terus, sekali2 berita bagus dong hehe😀

  2. saya kemaren sempat lihat langsung kejadiannya mas.? kebetulan rumah saya di dekat TKP, alias di lorong kebon.. memang kebakarannya luarbiasa dasyat..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s