Anak Sakit, Ortu Khawatir

Orang tua mana saja pasti khawatir ketika anak sakit (apalagi masih usia bayi). Pada usia tersebut, anak belum bisa berbicara dan hanya menangis saja sebagai ungkapan dan respon sakitnya.

Kamis (14/2) kemarin, saya dan ummi membawa mbak Naurah ke Bidan. Tujuannya memberikan imunisasi DPT-2 untuk mbak Naurah. Selain DPT diberikan imunisasi Polio dan Hepatitis. Setelah selesai disuntik di paha kanan dan tetes Polio, mbak Naurah pulang sambil menangis. Saya jadi kasihan melihat mbak Naurah. Raut wajahnya kelihatan sedih. “Sabar ya nak, mudah-mudahan sakitnya ngga lama,” kata saya dalam batin.

Malam harinya, mbak Naurah kelihatan sehat dan tidak rewel. Keesokan harinya, ummi mengabari saya via sms kalau mbak Naurah rewel dan badannya hangat. Alhamdulillah badannya tidak sampai panas. Mungkin sejak kemarin sudah diberikan obat paracetamol yang dilarutkan air. Dosis sesuai takaran satu sendok makan untuk sekali minum dan dikasih tiga kali sehari.

Hingga malam, mbak Naurah masih rewel. Mau tidur pun jadi susah. Karena badannya mungkin masih terasa ngga enak. Digendong ummi masih juga rewel. Sampai nenek pun ikut gantian menggendong mbak Naurah. Ternyata sama juga. Kadang badannya terasa hangat, kemudian tidak lama suhu badannya normal dan tidak hangat.

Sambil digendong ummi, mbak Naurah mau juga tidur. Kelihatan sedikit ada gerakan dan suara berbicara, mbak Naurah langsung bangun. Tidak seperti biasanya, kalau sudah lama digendong biasanya langsung tidur nyenyak. Ditaruh di kasur pun masih dalam keadaan tidur nyenyak.

Hari ini (Ahad, 17/2), mbak Naurah sudah sehat. Badannya tidak lagi hangat. Bangun tidur masih suka meliuk-liuk badannya. Kadang berusaha tengkurap, tapi tidak selalu berhasil. Jadinya mbak Naurah hanya bisa berputar-putar badannya ke kiri dan kanan. “Keberatan pantat,” kata ummi.

Begitulah efek pascaimunisasi. Apalagi imunisasi DPT  (disebutkan di beberapa laman internet), mengakibatkan bayi menjadi panas badannya. Biasanya efek tersebut hanya berlangsung 1-2 hari saja. Hampir semua bayi yang diberi imunisasi DPT memang begitu. Saya tidak tahu persis bagaimana proses hingga bisa menyebabkan badan bayi menjadi panas setelah diberi imunisasi itu. Di laman internet juga sudah banyak dijelaskan dengan bahasa kedokteran dan secara sederhana. Ya, yang penting mbak Naurah sekarang sudah kembali sehat. Semoga selalu sehat ya nak!

Leave a comment

Filed under keluarga, kesehatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s