35 Minggu Kehamilan

sebuah gambar tahapan proses kehamilan di Rumah Bersalin Bidan Eliza, Komplek Kenten Permai, Palembang. Selasa (9/10).

Puji syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kakak di kandungan ummi telah berusia 35 minggu. Gerak-gerik kakak semakin gesit dan aktif di dalam perut ummi. Karena kakak sangat aktif itu, kadang-kadang ummi meringis menahan sakit sambil memegangi perutnya. Entah tangan kakak yang suka meninju atau kakinya yang suka menendang. Bersyukur rasa sakitnya hanya sebentar dan tidak sampai menyakiti ummi.

Saya memperhatikan tanda-tanda ibu hamil (seperti ummi) yang sudah memasuki >32 minggu atau 8 bulan, tampak selalu merasa kepanasan dan berkeringat setiap tidur malam. Padahal beberapa hari terakhir ini, di Palembang sudah mulai turun hujan dan cuaca pada malam hari sudah cukup sejuk. Tapi ummi selalu merasa kepanasan setiap akan tidur malam. Jadi praktis setiap akan tidur malam kipas angin selalu berhembus memberi kesejukan untuk ummi (bahasanya sedikit lebay. hehe).

Keadaan ummi yang kepanasan meskipun kipas angin sudah berputar-putar itu, tapi masih tetap membuat ummi merasa gerah. Ya gerah seperti kita sehabis olahraga. Keluar butir-butir keringat sebesar biji jagung dari kening turun ke pipi. Saya yang tidur di sebelahnya saja merasa kedinginan. Bersyukur (lagi) saya tidak jadi masuk angin setiap malam karena kipas angin yang berhembus kecepatan nomor 2 itu (hehe).

Oh ya, Selasa (9/10) lalu saya menemani ummi periksa ke bidan. Namanya Bidan Elyza. Dari rumah ke lokasi kira-kira 3 km. Kenapa memilih periksa di sana? Ehm..pertama karena bidan senior yang tentu saja berpengalaman memeriksa ibu-ibu hamil (termasuk ummi). Lalu karena kebetulan si ibu bidan kenal dengan ibunya ummi (ibu mertua saya). Setelah dipikir-pikir, apa hubungannya ya periksa kehamilan ummi dengan kenal ibu mertua? Padahal ibu mertua tidak pernah merekomendasikan periksa di Bidan Elyza. Mungkin pertemuan ini karena secara kebetulan ya.

Periksa kandungan ummi melalui USG 2 dimensi kira-kira 15 menit. Ada sang asisten bidan sesekali menunjukkan beberapa bagian tubuh kakak via monitor. Saya pun bisa menyaksikannya, tapi susahnya menerjemahkan gambar USG 2 dimensi itu tidak mudah. Misalnya ketika sang asisten menunjukkan itu kepala kakak di layar monitor, mata saya menatap tajam dan berusaha membayangkan kepala yang biasa kita lihat di dunia dengan kepala yang ada di monitor USG 2 dimensi. Susah! Oke saya percaya saja itu kepalanya kakak.

Hampir lupa, sebelum periksa dengan USG 2 dimensi, kandungan ummi diperiksa menggunakan sebuah alat. Bentuknya seperti senter dan ditempel di perut ummi. Alat itu mengelilingi perut ummi dan sesekali mengeluarkan suara. Kata sang asisten bidan, alat itu untuk mendengarkan suara detak jantung. Ketika alat itu tepat di satu titik perut ummi, suasa detak jantung kakak terdengar. Saya mendengar jelas dan hanya manggut-manggut saja.

Terakhir setelah diperiksa USG 2 dimensi, ummi ditanya oleh bidan, apa pernah disuntik TT (Tetanus Toksoid)? Waktu dua bulan lalu pernah satu kali suntik TT. Nah, ini disuntik TT ke-2. Memang waktu kunjungan pemeriksaan dua bulan lalu, bidan atau asistennya (kalau saya tidak salah) pernah bilang nanti suntik TT dua kali. Disuntik satu kali di lengan kiri dan selesai.

Akhirnya tinggal menanti waktunya tiba kelahiran kakak di dunia. Semoga kakak lahir dengan normal, selamat, dan sehat. Begitu pula ummi juga sehat pascamelahirkan kakak. Aamiin.

Leave a comment

Filed under kehamilan, keluarga, kesehatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s