Waspada Minimarket Jual Minuman Keras!

Baru saja saya membaca tulisan di sebuah milis, si penulisnya menceritakan kegusarannya atas minimarket yang semakin menjamur akhir-akhir ini. Bukan soal menjamurnya minimarket dari jalan-jalan protokol yang ramai lalu lintas kendaraan,  sampai masuk ke lingkungan pemukiman rumah penduduk. Si penulis menemukan minimarket yang mempunyai waralaba se-Indonesia itu menjual minuman keras! Seketika saya terkejut dan baru mengetahui setelah membaca tulisannya di milis itu. Padahal di dekat rumah saya, memang ada berdiri minimarket waralaba itu. Tapi saya tidak pernah berbelanja di sana dan lebih memilih belanja di warung tetangga atau minimarket non-waralaba. Saya pernah menulis soal minimarket di sini.

Sebagai seorang muslim, pasti kita sepakat yang namanya minuman keras (terutama mengandung alkohol) adalah haram dikonsumsi. Jangankan mengonsumsinya, menjualnya saja sudah haram! Maukah memperoleh rejeki dari hasil perniagaan (menjual minuman keras)? Tentu kita pasti tidak ingin daging dan tulang di dalam tubuh kita tumbuh dari hasil perolehan yang haram.

Kita hidup di era keterbukaan dan demokrasi Indonesia, semakin menunjukkan bahwa cermin perilaku masyarakat yang acuh dan tidak peduli. Secara sederhana untuk saling mengingatkan satu sama lainnya, kelihatannya sudah terasa asing. Bahkan bukan tidak mungkin seseorang mengingatkan atau menasehati orang lain, justru menjadi marah. Sudah dikasih tahu yang benar malah tidak suka. Ini kenyataan di tengah masyarakat kita.

Kembali ke topik minimarket yang menjual minuman keras tadi. Kegusaran si penulis ternyata membuat rasa ingin tahu saya, apa benar minimarket waralaba itu menjual minuman keras? Apalagi jaringan minimarket waralaba itu se-Indonesia, dari kota sampai ke pelosok desa sudah berdiri minimarket yang selalu tampak menarik dibanding warung biasa.

Pemerintah daerah setempat masing-masing seharusnya melakukan ‘sweeping’ ke seluruh minimarket waralaba. Apakah ditemui minuman keras yang dijual bebas di sana? Selama ini dan mungkin terdengar melalui media massa, pemerintah melalui aparatnya melakukan ‘sweeping’ barang-barang yang dijual sudah kadaluarsa. Namun, mereka lupa menarik minuman keras yang di seharusnya tidak layak dijual di minimarket. Persoalannya adalah karena minimarket waralaba sudah sampai menjangkau luas di lingkungan pemukiman masyarakat. Di sana tidak hanya ada orang-orang dewasa yang berbelanja, tapi juga anak-anak di bawah umur pun bisa jadi sangat mudahnya melihat minuman keras yang di pajang di rak-rak. Bukankah ini menjadikan anak-anak itu penasaran, lalu timbul rasa ingin tahu, kemudian membelinya dan meminumnya. Na’udzubillah.

Sebagai orang awam dan masyarakat biasa, saya berpikir jika uraian tadi benar-benar terjadi pada anak-anak yang masih di bawah umur, lalu apa yang harus kita perbuat? Seharusnya manajemen minimarket waralaba tersebut mengevaluasi dan meniadakan penjualan minuman keras di minimarket jejaring seluruh Indonesia. Jangan sampai produk minuman keras dengan sangat mudahnya ditemukan di minimarket. Seperti saat ini ketika keluar rumah, jalan sedikit sudah dengan mudahnya ketemu minimarket.

 

*sumber ilustrasi foto

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s