Terminal Bus dan Retribusi

Jika terminal bus didominasi para penumpang kelas menengah ke bawah, itu sudah maklum. Para penumpang (mungkin) tidak mempersoalkan bagaimana keadaan kondisi terminal bus. Lain pula membandingkan dengan terminal pesawat terbang yang kondisinya (cukup) lumayan baik dan nyaman. Salah satunya yang dirasakan adalah kebersihan.

Keduanya (terminal bus dan terminal penerbangan) sama-sama tempat persinggahan kendaraan umum untuk mengangkut dan menurunkan para penumpang. Namun, sayangnya pengelolaan keduanya sangat jauh berbeda. Mengapa?

Beberapa hari lalu, saya ke sebuah terminal bus di kota Palembang. Saya hendak memesan tiket bus tujuan Sumatera Utara. Tiba di terminal bus tersebut, saya mendapati kondisi jalan masuk ke terminal itu yang rusak parah. Hampir di semua sisi jalan rusak, berlubang, dan digenangi air. Teringat dengan SEA Games XXVI di Palembang, pada November 2011 lalu, memang ada pengabaian dan kurang perhatiannya pemerintah terhadap fasilitas transportasi publik. Ya contohnya terminal yang letaknya kira-kira 10 kilometer dari pusat kota ke arah Indralaya, kabupaten Ogan Ilir itu.

Dari jalan masuk yang rusak parah, ditambah lagi yang mengecewakan adalah masuk ke terminal harus membayar retribusi sebesar seribu rupiah. Memang bukan jumlah yang besar, tapi tidak sebanding dengan perbaikan infrastruktur yang ada di terminal bus itu.

Jika memang demikian kondisinya, untuk menutupi perbaikan tidak cukup mengandalkan pungutan retribusi, jadi tidak heran tidak pernah ada namanya perbaikan infrastruktur.

Semua penumpang pasti menginginkan terminal bus yang menjadi tempat menanti bus mereka, kondisinya nyaman dan bersih. Artinya nyaman mengantarkan keluarganya dari mulai masuk gerbang pintu terminal sampai ke tempat pemberhentian atau pool bus di dalam terminal. Sebalikmya fakta yang terjadi adalah masuk ke dalam terminal harus mengarungi dengan jalan yang rusak parah. Kapan terminal bus bisa sebagus terminal penerbangan?

Leave a comment

Filed under kendaraan, kota, lalu lintas, metropolitan, transportasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s