Pilih ke Warung atau Minimarket?

Pada suatu kesempatan, saya pernah berkunjung ke kantor cabang ritel warlaba minimarket yang ada di kota Palembang. Di sana ada gudang yang luas. Beberapa truk terlihat parkir dan para petugas sedang bongkar-muat barang dari gudang. Isinya bukan main banyaknya produk makanan dan minuman yang biasa kita temui di warung, minimarket maupun supermarket.

Dalam benak hati, saya ingin buka minimarket kelak. Kata seorang teman, modalnya kira-kira Rp300 juta. Hah!? Kaget mendengar nominal segitu besarnya. Minimarket yang dimaksud adalah waralaba minimarket yang memiliki brand terkenal se-Indonesia. Hebatnya sampai pelosok kabupaten pun ada. Pokoknya ada duit segitu, sediakan ruko/tempat yang strategis, langsung bisa diisi dan jadi minimarket.

Sebelum hadirnya perusahaan waralaba minimarket, kita sudah sering berbelanja ke warung atau toko kelontong di pasar maupun di sekitar rumah kita. Dari ukuran tempatnya yang sempit seukuran gerobak sampai yang cukup luas seperti ruko. Para pembelinya pun beragam kalangan. Toko kelontong biasanya lebih lengkap dagangannya jika dibandingkan dengan warung. Segmen pembelinya pun juga berbeda. Toko kelontong biasanya di pasar tradisional dan warung berdiri di rumah, pinggir jalan atau dekat warung makan yang biasanya ramai orang.

Dinamika dan gaya hidup orang-orang berbelanja kebutuhan sehari-hari semakin tinggi. Belakangan ini, minimarket mulai tumbuh dimana-mana. Dari yang bermodal sendiri sampai ikut perusahaan waralaba dengan brand-nya yang terkenal. Bagi yang berkantong tebal, tinggal pilih kemana uangnya diinvestasikan untuk bisnis minimarket.

Di satu sisi saya cukup terbantu dengan hadirnya minimarket yang isinya hampir serupa dengan supermarket. Minimal apa yang dibutuhkan ada dan tentunya dari sisi harga cukup terjangkau dan malah harganya menyamai di warung dan toko kelontong.

Tapi, saya ada rasa prihatin dengan hadirnya gerai minimarket waralaba yang berdekatan dengan sejumlah toko kelontong dan warung. Apalagi kehadiran gerai minimarket waralaba itu sudah banyak berdiri di pasar tradisional. Semua gerai minimarket waralaba memang didesain menarik dan nyaman bagi pengunjung yang hendak berbelanja di sana. Namun, bandingkan dengan toko kelontong dan warung? Tentunya tidak sebanding dengan toko kelontong dan warung. Orang yang hendak belanja, tentu ke tempat yang nyaman, bersih, ber-AC pula. Tentunya pengunjung ‘dimanja’ dengan fasilitas minimarket waralaba ini.

Bagaimana nasib toko kelontong dan warung? Saya punya saran, agar kita berbagi. Maksudnya kadang-kadang belanja di minimarket. Di kesempatan lain, belanja di toko kelontong atau warung. Dari sisi harga tidak terlalu jauh berbeda kan? Nah kalau belanja kecil-kecilan, seperti ingin beli gula pasir, kopi instan, roti, minuman ringan, belilah di warung. Saya sudah melakukan cara tersebut. Mari kita bantu bangkitkan usaha perekonomian mereka dengan sering-sering belanja kesana. Apalagi itu tetangga kita. Syukur kalau kita lagi ngga ada uang, ibu/bapak warung mengizinkan ‘ngebon’ dulu. Hehe..

 

sumber foto: membuka usaha toko kelontong

5 Comments

Filed under wirausaha

5 responses to “Pilih ke Warung atau Minimarket?

  1. Harga bahan di warung lebih murah.🙂

  2. karena minimarket terkenal itu lebih deket dengan rumah daripada warung tradisional, makanya aku lebih suka belanja disitu… hahahahaha *alasan pemalas*

  3. di PASARRR!!! GROSIRR!!!
    etapi terkadang kalo pas lagi ada promo, beberapa item di supermarket jauh lebih murah dari pasar

  4. di pasar kalangan lebih murah kak….ee..tapi ga ada AC nya heheheee

  5. Pingback: Waspada Minimarket Jual Minuman Keras! | The World of Eriek’s Written

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s