Melihat Jakabaring Sport City Palembang

Wongkito, sebutan masyarakat Palembang, patut bangga memiliki kawasan fasilitas olahraga yang terpadu dan terlengkap di Indonesia. Jakabaring Sport City, demikian nama kawasan seluas 350 hektar yang terletak di Seberang Ulu, kota Palembang, Sumatera Selatan ini. Perlu diketahui bahwa kota Palembang dibagi dua wilayah yang dipisahkan Sungai Musi, yakni: Seberang Ilir dan Seberang Ulu.

Pembangunan fasilitas olahraga dengan standar internasional tentunya, ini tidak terlepas dari Indonesia yang ditunjuk sebagai tuan rumah Sea Games XXVI 11-22 September 2011 mendatang di Palembang dan Jakarta. Jika kita selalu menduga bahwa Jakarta selalu menjadi ‘urat nadi’ setiap even olahraga tingkat nasional dan internasional, tapi sekarang Palembang bisa menyamai seperti Jakarta. Bukan tidak mungkin ke depannya, Palembang selalu menjadi ‘barometer’ even-even olahraga tingkat internasional.

Ahad kemarin, 2 Oktober 2011, saya bersama teman-teman komunitas blogger Palembang “Wongkito” diajak @AdityaSani dan @alderina. Mereka berdua adalah penggiat social media dari Jakarta. Sebelum memulai perjalanan, kita bertemu di lobi Hotel The Jayakarta Daira. Dari hotel yang terletak pusat kota, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman, kita berangkat bersama-sama naik mobil menuju kawasan Jakabaring Sport City.

Setelah melewati Jembatan Ampera yang membelah Sungai Musi, kemudian ketemu simpang empat Jakabaring. Simpang empat ini (ke kiri arah Plaju dan ke kanan arah Kertapati dan Indralaya). Lurus menuju kawasan Jakabaring Sport City, kira-kira memakan waktu 10-15 menit dengan mengendarai kendaraan bermotor (dengan kecepatan sedang). Menyusuri sepanjang Jalan Gubernur Haji Ahmad Bastari, akan ditemui sejumlah bangunan dan kantor pemerintahan di sisi kiri, antara lain: Gedung DPRD kota Palembang, Kantor Polresta Palembang, Kejaksaan Tinggi dan Bank Sumsel Babel.

Jika sudah tampak sebuah tugu dan jalan lingkar, di sebelah kiri dari kejauhan tampak Stadion Gelora Sriwijaya yang megah. Di sanalah kawasan Jakabaring Sport City, dimana seluruh venue cabang olahraga ada di sana.

Pintu masuk utama hanya ada palang dan dijaga beberapa orang. Tapi, masyarakat umum boleh masuk dan mengelilingi kawasan Jakabaring Sport City. Kesan saya mengelilingi Jakabaring Sport City seperti mengelilingi kampus. Ibaratnya jalan ke satu venue adalah fakultas A, jalan ke venue berikutnya adalah fakultas B, dan seterusnya sampai kembali ke gerbang utama. Setiap venue yang sudah dan sedang dibangun, arsitekturnya unik. Entah apakah demikian arsitektur masa kini?

Setelah mengelilingi satu kali, kami tertarik masuk ke dalam Stadion Gelora Sriwijaya. AdityaSani turun dari mobil dan menemui petugas penjaga di sana. Setelah berhasil melobi, kami dipersilahkan masuk dan berfoto-foto di dalam. Sempat ditegur petugas karena kami menginjak rumput lapangan sepakbola. Kontan langsung berlari kecil ke tepi lapangan. Akhirnya jalan-jalan di atas tanah saja sambil foto-foto sekitar tribun.

Tiba-tiba ada seekor biawak berlari masuk Stadion Gelora Sriwijaya. Secara kasat mata, biawak ini benar-benar mirip dengan Komodo. Ngomong-ngomong Komodo, hewan langka ini menjadi maskot Sea Games XXVI nanti.

Para penjaga berlari mengejar biawak yang memiliki cakar di seluruh jari kakinya. Awalnya saya pikir tidak bahaya, tapi setelah melihat cakarnya itu, saya agak jauh sambil memfoto biawak tersebut. Supaya waspada agar si biawak tidak melompat dan menerkam seperti ular.

Beruntunglah beberapa penjaga memanggil ‘Panji’. Sebenarnya bukan ‘Panji’ asli seperti yang ada di televisi. Mereka hanya bergurau saja memanggil Panji, temannya yang cukup berani menangkap biawak yang kesasar itu. Saya menduga biawak itu termasuk hewan liar yang masih ada di sekitar Jakabaring. Karena kawasan Jakabaring, itu awalnya daerah rawa-rawa. Setelah banyak pembangunan venue, tampaknya satwa-satwa liar seperti biawak, ini menjadi terancam kehidupannya. Sebenarnya kasihan, tapi mau bagaimana lagi? Kawasannya sudah ‘disulap’ menjadi kawasan olahraga.

8 Comments

Filed under olahraga, traveling, wongkito

8 responses to “Melihat Jakabaring Sport City Palembang

  1. way wey woy…..
    *besuaro dulu*

  2. dak katek review venue aquatic ye ?? menurut aku itu venue primadona riek.. tiap ari ado di berita tipi

  3. semoga sea games berjalan sukses !

  4. aquatic itu emang rasonyo yg paling blom selesai.
    alhamdulilah yah, eriek update lagi🙂

  5. Rio

    Ralat: di atas bukan Gelora Sriwijaya tapi yang bener adalah Gelora SBY!

    *kabur ke timbuktu*

  6. Alangkah indahnya jika jogging track bisa dipakai masyarakat GRATIS!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s