Begitu Cepat Engkau DipanggilNya

 

 

 

 

 

 

Kira-kira pukul 7 malam, Ahad, 25 September 2011, saya membuka facebook. Saya baca status seorang teman menanyakan ada apa dengan Fityan Firdaus? Sementara ada temannya, menuliskan status Innalillahi wa innailahi raji’un. Tambah terkejut dan semakin penasaran, saya masuk profilnya. Ia meninggal sekitar pukul 6 malam karena sakit pada ususnya di sebuah rumah sakit di Pandeglang, Banten. Sejumlah teman mengucapkan yang sama dan berdo’a semoga amal ibadahnya diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Fityan Firdaus. Sehari-hari saya menyapa dan memanggilnya dengan Fityan. Memang tidak lama saya kenal dengannya, jika dibandingkan dengan teman-teman seangkatannya (tahun 2004) di Jurusan Teknik Elektro. Kira-kira tahun 2008-2009 lalu, ketika itu kami masih dalam satu tim bersama teman-teman di Pusat Komputer Universitas Lampung (Puskom Unila). Bersama teman-teman penghuni Gedung Puskom, merupakan sebuah keluarga besar. Betapa tidak, setiap hari dari pagi, siang, sore sampai malam bertemu mereka terus. Dari sarapan, makan siang, tidur, solat, menitip beli gorengan dan makanan, sampai nonton pun di gedung berlantai tiga itu.

Keasikan dan kecintaan kami semua itu lepas kepada komputer dan internet. Maka tidak heran, untuk mengobrol saja kita mengetik di keyboard. Sementara orangnya berada tak jauh satu sama lain dan beberapa terpisah ruangan yang berbeda. Bahkan sudah waktunya istirahat atau pulang ke kostan, masih saja kami betah berlama-lama di layar monitor. Entah untuk belajar, bikin skripsi, bersosial media, chatting, nonton film, dan segudang aktivitas lainnya yang tidak rela meninggalkan sekejap pun dari komputer. Jika benar-benar harus meninggalkan komputernya, setidaknya hanya ke kamar mandi saja. Bahkan, boleh jadi kebanyakan kami memang jarang mandi saking betahnya duduk dan menatap layar komputer.

Fityan adalah orang yang baik. Seorang yang berkeinginan kuat dan tekun di bidang komputer. Mungkin tidak salah, sebagai mahasiswa Teknik Elektro (saat itu), beraktivitas dengan komputer sudah menjadi kebiasaan yang tidak pernah ditinggalkannya. Di samping itu, ia suka berteman dengan siapa saja. Hal itu masih saya ingat,  ia aktif bersama teman-teman satu kampus dan luar, mampu mengumpulkan teman-teman forum online (Kaskus). Keinginannya itu tercapai dan terlihat aktif bersama teman-temannya di Kaskus regional Lampung.

Keinginannya mengajak teman-teman Kaskus regional Lampung jalan-jalan ala Backpacker ke Teluk Kiluan, Lampung, beberapa waktu lalu, masih saya ingat. Namun karena saya sudah lama tidak lagi tinggal di Lampung, maka saya hanya bisa mengetahuinya dari cerita mereka dan foto-fotonya setelah pulang dari sana.

Selamat jalan sahabatku. Kami semua mengenang seluruh kebaikanmu. Kami semua mendo’akanmu. Semoga Allah mengampunimu selama hidup di dunia dan menerima seluruh amal ibadahmu. Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu.

Sumber foto: Kaskus Regional Lampung

2 Comments

Filed under keluarga, lampung, teman, unila

2 responses to “Begitu Cepat Engkau DipanggilNya

  1. Innalillahi wa’innailaihiraji’un…😦
    Semoga Allah mengampuni selama hidupnya di dunia dan menerima seluruh amal ibadahnya.

  2. bayuindra

    Innalillahi wa’innailaihirajiun … Kak, Erie,saya kenal juga dengan beliau, begitu ramah …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s