‘Kuda Besi’: Bagai Pisau Dibelah Dua

Di era teknologi mesin kendaraan bermotor yang semakin maju seperti sekarang, tidak heran industri kendaraan bermotor saling bersaing merebut konsumen. Belum lagi sudah banyak tersedia perusahaan pembayaran kredit sebagai kemudahan bagi konsumen mendapatkan kendaraan impiannya dengan cara mencicil.

Salah satu jenis kendaraan bermotor yang sangat tinggi pertumbuhannya adalah sepeda motor. Menurut data Badan Pusat Statistik atau BPS, jumlah sepeda motor pada tahun 2009 sebanyak 52.433.132 unit. Sedangkan pada tahun 2008 sebanyak 47.683. 681 unit. Artinya, ada peningkatan sebanyak 4.749.451 unit. Luar biasa!

Meningkatnya produksi dan penjualan kendaraan sepeda motor didahului meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat. Selain itu, pemerintah tidak pernah membatasi jumlah sepeda motor yang semakin ‘membanjiri’ di hampir seluruh ruas jalan raya.

Kalau dulu pernah merasakan di jalan raya masih cukup sepi dengan kendaraan bermotor, rasanya nyaman mengendarai sepeda. Menyeberang jalan tidak menunggu lama karena kendaraan bermotor tidak banyak. Bandingkan dengan sekarang, untuk menyerabang jalan saja rasanya perlu menunggu lama. Pasalnya kendaraan bermotor benar-benar saling merapat satu dengan yang lainnya, sehingga tidak ada kesempatan dan ruang bagi penyeberang jalan. Sampai-sampai tangan mengarahkan kepada pengendara kendaraan bermotor sebagai isyarat berhenti dulu dan beri kesempatan orang tersebut menyeberang jalan.

ABG pun Ngebut di Jalan
Beberapa waktu lalu, saya menjenguk seorang teman di rumah sakit salah satu BUMN di Palembang. Waktu itu, saya tahu ia dirawat di rumah sakit tersebut akibat kecelakaan motor di Prabumulih setelah menerima pesan singkat dari salah satu teman. Setelah melihat keadaannya dengan tangan dan kaki dibalut gips, ditambah tiga ruas jari kanannya terpasang besi penyambung, tiba-tiba mengingatkan saya pernah kecelakaan. Tapi, tidak separah teman saya yang dirawat di rumah sakit.

Dengan suaranya yang pelan, ia bercerita kepada saya kronoligis kejadian kecelakaan yang menimpanya. Pada awalnya, ia mengendarai sepeda motor dengan kecepatan sedang. Di jalan raya yang menurun itu, tiba-tiba dari arah berlawanan ada anak baru gede atau ABG mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi bermaksud mengendarai mobil yang ada di depan ABG itu. Saat itulah langsung terjadi tabrakan. Kejadiannya demikian cepat. Tabrakan keras bak adu kambing itu mengenai tangan dan kaki kanan teman saya.

Saya menduga tiga ruas jari kanannya yang dioperasi dan dipasang semacam besi untuk membantu menyambung ruas-ruas tulangnya, itu akibat benturan sepeda motor ABG tadi (mungkin sisi kanan sepeda motornya). Mendengar cerita kronologisnya saja bikin saya ngeri. Apalagi mengalami seperti teman saya ini. Semoga saja tidak terjadi pada saya.

Sepeda motor bagai pisau bermata dua
Dari peristiwa yang dialami teman saya itu, kita saat ini berada di era transportasi yang maju tapi rawan kecelakaan. Di satu sisi kemudahan untuk mendapatkan kendaraan bermotor roda dua (seperi yang saya tuliskan di atas tadi), memudahkan masyarakat dalam mobilisasi dengan cepat dan praktis. Namun, di sisi lain sepeda motor adalah salah satu kendaraan bermotor yang sangat rawan kecelakaan. Jika dibandingkan dengan kendaraan bermotor jenis mobil, jika mengalami kecelakaan (mungkin) tidak separah dengan sepeda motor. Karena mobil itu sendiri memiliki pelindung di semua sisinya (body,red).

Kadang kala kita sudah berhati-hati mengendarai sepeda motor di jalan raya, tapi ada saja oknum pengendara yang lalai dan semena-mena mengendarai sepeda motor bikin celaka. Apalagi anak-anak yang masih usia SD dan ABG semakin terampil mengendarai sepeda motor. Padahal mereka seharusnya belum layak dan notabane tidak memiliki Surat Izin Mengemudi atau SIM. Seharusnya peran orangtua yang mengontrol anak-anaknya yang masih usia sekolah dan belum mencapai 17 tahun, tidak diizinkan mengendarai sepeda motor.

Semoga peristiwa yang dialami teman saya, menjadi pelajaran dan hikmah buat saya dan Anda agar lebih berhati-hati mengendarai sepeda motor di jalan raya. Selain itu jangan lupa berdo’a!

update (Jumat, 30-09-2011): Tips Aman Berkendara di Jalan

 

 

sumber foto: Buldani

3 Comments

Filed under kecelakaan, kendaraan, masyarakat, transportasi

3 responses to “‘Kuda Besi’: Bagai Pisau Dibelah Dua

  1. Kalo sudah ngebahas tentang kendaraan, capeknya udah kerasa duluan. Ya, capek nafas. Capek mata.. Pokoknya capek deh>>>

  2. kalo jingok wong bawa motor sebsaingan di jalan rame rasonyo pengen mabet pake batu apo dak tuh di terajang be motor nyo…

  3. aku pernah kecelakaan pake motor.
    kesalahan sendiri sih. jatoh sendiri.
    tp sm adek. lututnya luka semua.
    huhu. jd trauma.kalo nggak terpaksa males bw sendiri ;(

    *kok jadi numpang curhat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s