Tak Ada lagi Jalan Flamboyan

 

 

 

 

 

 
Jalan itu tak ada yang berbeda sejak dulu. Masih sama. Jalan beraspal dengan butiran kasar kerikil-kerikil kecil di atas permukaannya. Pepohonan besar yang hijau menjulang tinggi, itu teduh dan sesekali terasa sejuknya angin yang bertiup dengan pelan. Suasananya masih tetap sama seperti dulu.

Meniru gaya orang Asia Timur yang suka jalan kaki, saya coba tiru gaya sehat itu. Mula-mula Kendaraan parkir di depan sebuah koperasi. Saya jalan kaki ke ATM dekat pintu gerbang yang dijaga satpam. Kira-kira jaraknya lebih 300 meter.

Pagi jelang siang, itu suasana tidak terlalu ramai. Orang-orang yang jalan kaki juga cukup banyak dan tidak sebanyak orang berkendaraan motor. Ketika sampai di depan Rumah Sakit Pusri, tak sengaja saya lihat papan jalan tak lagi bertuliskan Jalan Flamboyan. Jalan itu berubah menjadi Jalan Ir.Adang Salmon Mustofa.

Setahu saya riwayat hidup komplek milik perusahaan BUMN pupuk, ini hampir tidak pernah merubah nama jalan. Saya kira nama jalan yang dulu, ya tidak pernah dan tidak akan diubah-ubah. Namun, saya baru tahu nama jalan itu berubah entah sejak kapan. Memang apalah arti sebuah nama. Apalagi arti sebuah nama jalan. Siapa peduli, toh jalannya masih tetap utuh dan bisa dilalui kendaraan bermotor dan ada trotoar bagi pejalan kaki.

Memang tak ada yang salah dengan nama jalan diubah sana-sini. Cuma agak heran dengan nama jalan berubah, tapi jalan tidak berubah jadi lebih halus dan mulus. Hehe..

Leave a comment

Filed under jalan, transportasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s