Mukjizat Al Quran dan Sumsel Menghafal

Kebanyakan orang Islam memahami bahwa Allah Subhanahu Wata’ala menurunkan mukjizat kepada Nabi Muhammad Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam, yakni kitab suci Al Quran.  Inilah kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya yang diturunkan melalui Malaikat Jibril secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Hingga sampai detik ini dibaca, dihafal dan diamalkan seluruh umat Islam di dunia. Tapi, sudahkah kita mengetahui apa saja mukjizat Al Quran ini?

Mungkin masih banyak tidak tahu bahwa salah satu mukjizat Al Quran membuat orang yang membacanya serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan sedekah kepada orang-orang yang (berusaha) menghafal Al Quran, akan menjadi kaya dan banyak mendapat kemudahan urusannya. Kok bisa?

Ustadz Yusuf Mansyur, pengasuh Program Pembibitan Penghafal Al Quran (PPPA) Daarul Qur’an, seorang ustadz yang populer di layar televisi, berbagi cerita pengalaman tentang mukjizat Al Quran kepada ratusan jamaah yang hadir di Masjid Al Aqobah Pusri, Kamis kemarin (3/3). Perjuangan ia bersama istrinya merintis berdirinya PPPA Daarul Qur’an dari hanya delapan anak pada tahun 2003. Seiring perjalanan waktu, ia dan istrinya mendapat kemudahan. Semakin banyak donatur yang memberi sedekah untuk kemajuan anak-anak menghafal Al Quran.

Mereka yang memberi sedekah tersebut merasakan dampak positifnya. Apa saja? Di antaranya dimudahkan segala urusannya. Kemudahan rezeki, serta masih banyak lagi manfaat diperolehnya. “Berilah Sedekah kepada anak yatim piatu yang menghafal Al Quran. Ciptakan banyak Al Quran berjalan,” kata Ustadz Yusuf Mansyur.

Inilah yang disebut dengan sedekah produktif. Selama ini mungkin pemahaman masyarakat hanya cukup sekedar memberi bantuan berupa kebutuhan-kebutuhan pokok atau sejumlah uang kepada anak-anak yatim piatu tanpa ada ada kewajiban tertuntu bagi mereka. Akan tetapi dengan memberikan tanggungjawab kepada mereka agar menghafal Al Quran, maka  positifnya adalah di satu sisi mereka terbantu kebutuhan pokok dan di sisi lain mereka belajar (menghafal) Al Quran agar kelak menjadi anak yang berakhlaq Al Quran.

Ketika Ustadz Yusuf Mansyur ‘menantang’ para jamaah yang memiliki harta yang dicintainya (cincin dan gelang emas) agar disedekahkan untuk rumah tahfiz Al Quran, saya sempat merinding. Melihat ke arah shof belakang, betapa banyak jamaah (terutama ibu-ibu) bergegas menuju ke shof depan dan mengumpulkan perhiasan mereka di depan Ustadz Yusuf Mansyur. Saat itu saya penasaran dan bertanya-tanya,”apa yang membuat ibu-ibu tadi cepat tergerak untuk mensedekahkan harta yang dicintainya?” Demikian pula jamaah laki-laki berduyun-duyun memberi sedekah. Bahkan ada yang telah menyiapkan satu kantong berisi uang jutaan untuk sedekah produktif rumah tahfiz Al Quran. Subhanallah.

Sedekah produktif bagai pohon dan bibit terbaik yang akarnya kuat menghujam, rindang dahannya kokoh, rimbun daunnya menyejukkan, dan panen buahnya dinikmati banyak orang. Demikianlah, jika sedekah berupa aset produktif, atau dana sedekah ditumbuh-kembangkan melalui usaha produktif. Pokok dana sedekah terjaga, dan hasilnya terus mengalir.
Wallahu ‘alam.

Leave a comment

Filed under dialog, islam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s