Menumbangkan Rezim Nurdin Halid

Kesannya judul di atas seperti mengingatkan pada era tahun 1998 lalu, ketika menumbangkan rezim Orde Baru Soeharto dan para kroninya. Betapa tidak, akhir-akhir ini di luar sana masyarakat sepakbola dari muda hingga tua, laki-laki dan perempuan, mereka menginginkan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid agar maju. Ya, maju dengan “gentle” kepada publik bahwa ia siap mengundurkan diri.

Masyarakat sepakbola Indonesia memang bukan mewakili masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Namun demikian, masyarakat sepakbola di hampir sebagian besar daerah di Indonesia turun menyuarakan aspirasi mereka agar Nurdin Halid tidak lagi sebagai Ketua Umum PSSI. Bahkan, untuk Kongres II PSSI mendatang, ia tidak diinginkan lagi mayarakat pecinta sepakbola Indonesia.

Nurdin Halid dan para kroninya diperlihatkan sebagai sebuah rezim berkuasa yang angkuh di tengah masyarakat sepakbola Indonesia kini. Betapa kekecewaan masyarakat selalu berulang kali saat Timnas kesayangannya selalu kandas di laga internasional. Ya minimal membanggakan di tingkat Asia Tenggara. Pertanyaannya mengemuka adalah, adakah hubungannya antara Kepemimpinan Nurdin Halid sebagai Ketua Umum PSSI selama ini dengan tingkat prestasi para pemain Timnas di setiap laga internasional?

Kehadiran Liga Primer Indonesia (LPI) pascakekalahan Indonesia dengan Malaysia pada laga Piala AFF beberapa waktu lalu, tampaknya menunjukkan kegeraman Arifin Panigoro terhadap PSSI. Sejauh ini Indonesia Super League (ISL), belum memberikan kontribusi positif terhadap prestasi pemain yang berlaga di liga resmi PSSI itu di kancah internasional. Idealnya banyak bermain di liga dan berpengalaman, tentu akan semakin ‘matang’ dalam pertandingan yang lebih besar tantangannya (tingkat internasional, red).

Logikanya semakin banyak ajang pertandingan dan liga, akan menghasilkan banyak pemain berbakat yang akan siap masuk dalam pemain Timnas. Atau semakin banyak nantinya memotivasi anak-anak didik yang sedang belajar di sekolah sepakbola agar kelak mereka menjadi calon pemain Timnas yang profesional dan kelas dunia. Semoga tidak kurang dari lima tahun ini, prestasi sepakbola Indonesia menjadi paling unggul minimal di tingkat Asia Tenggara. Ya, tentu saja kalau FIFA tidak jadi membekukan PSSI dalam waktu dekat ini.

Leave a comment

Filed under sepakbola

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s