Selamat Ulang Tahun Kota Palembang

Kota Palembang baru saja berulang tahun yang ke-1327. Jika dilihat dari angka tahun tersebut, tentu sebuah kota yang sangat tua. Kota Palembang disejajarkan sebagai kota tertua di Indonesia, tapi juga termasuk kota tertua di dunia.

Semakin berkurang umur dan semakin bertambah usia diibaratkan pada manusia, idealnya semakin berpengalaman, dewasa dan bijaksana. Begitu pula pada sebuah kota yang dulu pernah menjadi pusat dari Kerajaan Sriwijaya yang tersohor di Asia Tenggara. Kota Palembang sejatinya adalah kota tua yang sedang menuju peradaban modern di era globalisasi ini.

Meskipun demikian, Kota Palembang belum disejajarkan dengan kota-kota besar di Pulau Jawa yang lebih dulu maju dan berkembang secara perekonomian, infrastruktur, sosial, kependudukan dan sebagainya. Tapi, bukan hal yang tidak mungkin kota yang sangat terkenal dengan makanan khas Pempek, ini patut diperhitungkan sebagai kota metropolitan yang sedang go international dan akan mampu bersaing dengan kota-kota besar di Pulau Jawa.

Di usia 1327 tahun ini, Kota Palembang semakin percaya diri sebagai kota internasional. Kalau membayangkan disebut kota internasional, itu berarti kota ini selain memiliki mayoritas penduduk asli (Palembang, red), harus ada banyak penduduk asing dari luar negeri yang tinggal di kota Palembang? Atau slogan kota internasional untuk Kota Palembang adalah masih sebuah cita-cita?

Ada beberapa hal yang ingin menjadi catatan dan penilaian saya terhadap kota kelahiran saya ini. Sebagai warga Kota Palembang, anggaplah ini sebagai masukan bagi pemegang kebijakan (eksekutif dan legislatif) dalam membangun dan menyejahterakan warga Kota Palembang.

Pertama, Persoalan banjir. Hampir sebagian besar warga sangat terpukul ketika banjir pada musim penghujan menggenangi rumah mereka. Aktivitas perekonomian menjadi terhambat. Sekolah harus tutup dan para muridnya diliburkan sampai banjir menyusut. Kalau banjirnya parah dan lama, akan berdampak semakin merosotnya aktivitas perekonomian warga. Pemerintah sudah seharusnya mempunyai tindakan taktis agar banjir yang setiap tahun menjadi langganan, itu tidak selalu terulang dan bukan menjadikannya sebagai budaya banjir. Tentunya tidak terlepas peran warga masyarakat, apa yang harus mereka dapat lakukan mengatasi banjir setiap tahun.

Kedua, Persoalan jalan dan alat transportasi. Jalan bukan hanya milik para pengendara kendaraan bermotor saja. Tapi milik semua dan wajib saling menghormati sesama pemakai jalan lainnya (seperti sepeda, becak, pejalan kaki). Namun, seiring pesatnya perekonomian, ternyata berdampak semakin meningkatnya jumlah pengguna kendaraan bermotor yang tentu saja semakin bertambah sesaknya jalan. Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor juga berbanding lurus dengan angka kecelakaan lalu lintas. Belum lagi masih banyak jalan berlubang menyebabkan sering terjadinya kecelakaan. Selain perlu secara berkala meningkatkan kualitas jalan raya, pemerintah juga sangat perlu dan mendesak menyediakan transportasi publik yang nyaman dan aman. Bus Trans Musi yang telah disediakan kepada publik baru-baru ini harusnya bisa mengurangi jumlah kendaraan bermotor, sehingga mengurangi jumlah polusi emisi gas buang kendaraan bermotor.

Ketiga, ruang publik terbuka hijau. Akhir-akhir ini menjadi perdebatan dan permasalahan perubahan status kawasan Gedung Olahraga Bumi Sriwijaya antara sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lingkungan hidup dan warga, dengan pemerintah. Akankah hilang ruang publik terbuka hijau setelah berubah menjadi “Palembang Sport dan Convention Center“? Ruang publik terbuka hijau di tengah kota pelan-pelan tidak ada lagi. Padahal akses ke ruang publik terbuka hijau sangat dibutuhkan bagi warga masyarakat untuk rekreasi dan olahraga agar terhindar dari asap kendaraan bermotor. Bukan hanya untuk orang-orang yang memiliki status ekonomi menengah atas, tapi seluruh lapisan masyarakat bisa menikmati ruang terbuka hijau itu.

Dari sedikit masukan dan keluhan di atas, mungkin belum sepenuhnya dirasakan memuaskan bagi masyarakat secara keseluruhan. Ini menunjukkan tantangan bagi pemerintah agar lebih giat dan kerjakeras lagi sesuai Visi Pembangunan Kota Palembang 2008-2013: Palembang Kota Internasional, Sejahtera dan Berbudaya 2013.

Selamat Ulang Tahun Kota Palembang yang ke-1327!

kredit foto: wikipedia

6 Comments

Filed under sosial, wisata, wongkito

6 responses to “Selamat Ulang Tahun Kota Palembang

  1. selamat ulang tahun kota Palembang, semoga tambah maju dan makmur yaa, biar saya ke sana bisa tetep makan pempek.. *eh*

  2. Abak

    wah, selamat untuk kota palembang… semoga masih ingat dengan sejarah, membangun masa kini, menatap masa depan….

    banyak potensi yang masih belum diaktualkan,
    walaupun sudah banyak sekali perubahan dibanding puluhan tahun lalu….

    dan semoga ada pembangunan budaya yang menyeluruh…

  3. cappuccino

    maaf brada…ultah palembang tahun yg lalu ke 1327 atau 1627?? soalnya sy dpt sumber lain menyebutkan, “Semakin Tua Semakin Berkembang.Itulah gambaran yang tercermin pada kota Palembang saat ini,yang akan berulang tahun ke-1627 yang jatuh pada hari Kamis/17 Juni 2010.” (http://setda.palembang.go.id/)
    lg perlu data utk referensi, thanks b 4

  4. fadlif

    kalah Jakarta,baru 400 tahun lebih umurnyo udah kebanjiran padat pulo.
    Masih mending yg ini Palembang. Umur dah 1300 lebih,jarang ado banjir bandang dan gak terlalu padat pulo kyknyo.Yah pokoknya makin tua makin berkembanglah,Aminnnnn.Selamat Ultah Palembang(kota tercinta gw)

  5. dewi

    i like palembang city, wlw skrg aku dak tgl dipalembang lg, tp q la niatke gek nak pindah and netep diplembg lg, krn byk bgt kngan dikota pempek itu,

    Smoga kta kito smkn maju and berkembang yo dulur galo2,

    Met ultah palembang, i love u and i mizz u 4ever

  6. Aries 5nies tanjung kimpul.....

    I LOVE PALEMBANG…!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s