Rasa Kemanusian Kita

Joko Anwar, Film director/screenwriter tinggal di Jakarta, Selasa (1/6) menulis twitternya: “Kalau kita marah/sedih peristiwa Flotilla tp nggak soal pembunuhan 80 org Ahmadiyah, berarti kemanusiaan kita masih pilih kasih.”

Pemilik twitter yang mempunyai follower lebih dari 50 ribu lebih, ini membandingkan pilih kasih rasa kemanusian kita terhadap perisitiwa kapal Mavi Marmara ke Gaza yang diserang zionis Israel beberapa hari lalu. Benarkah rasa kemanusian kita pilih kasih?

Menyinggung tentang pilih kasih tak terlepas dari pilihan jalan hidup kita. Kita memilih dari sekian banyak pilihan yang ada di depan kita. Ketika memilih sesuatu yang menurut kita telah menemukan jalan yang terbaik. Namun bagi orang lain belum tentu seperti pandangan pilihan kita. Faktornya karena beda prinsip!

Ketika di negeri kita banyak terjadi tragedi kemanusiaan yang silih berganti dan di berbagai tempat, kita merasakan sedih layaknya manusia yang memiliki perasaan. Bagaimana jika kita di sana yang mengalami seperti mereka? Menjadi korban ketidakadilan dan kesewenangan penguasa kelompok maupun politik praktis. Sesungguhnya semua orang tidak menginginkan itu terjadi! Mereka butuh kedamaian!

Lalu, bagaimana peristiwa Freedom Flotilla menjadi perhatian kita dan bahkan hampir seluruh dunia? Kenapa kita tidak memerhatikan tragedi kemanusiaan seperti yang ditulis Joko di twitternya?

Media massa kita dan internasional sedang mengangkat peristiwa Freedom Flotilla sebagai headline. Maka, setiap saat ada perkembangan dari sana, media tak luput selalu memberitakannya. Kemudian hampir semua media massa seluruh dunia memberitakan kecaman masyarakat dunia terhadap kebrutalan tentara zionis Israel bersenjata dan menembak para relawan di atas kapal Mavi Marmara.

Hati kita bergetar dan sedih setelah melihat peristiwa berdarah itu di tayangan televisi. Bukan hanya kita, tapi seluruh masyarakat dunia mengecam dan mengutuk zionis Israel! Jelas-jelas misi kemanusiaan untuk membantu dan memulihkan rakyat Gaza Palestina, justru dihalangi, diserang dan ditembak dengan senjata api.

Perhatian dan rasa kemanusiaan kita tanpa disadari telah dikawal oleh media massa yang secara kontinu memberitakan Freedom Flotilla ini ke tengah-tengah kita. Rasa kemanusiaan boleh jadi tiba-tiba bangkit setelah media massa selalu memenuhi rasa ingin tahu kita. Bukan hal yang tidak mungkin, akan semakin bertambah banyak relawan seluruh dunia mencoba kembali menerobos masuk ke Gaza Palestina dan memberikan bantuan untuk penduduk di sana. Semoga.

1 Comment

Filed under kemanusiaan, sosial

One response to “Rasa Kemanusian Kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s