Sepeda Motor Bukan Mesin Pembunuh Manusia

SAYA teringat dengan sebuah pesan/peringatan yang menakutkan seperti judul di atas. Kalau tidak salah saya pernah lihat di tepi jalan daerah Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Selain pesan/peringatan tersebut, ada sebuah mobil (mungkin bekas kecelakaan, kondisinya memprihatinkan dan sungguh hancur) dipajang layaknya monumen. Barangkali maksudnya dibuatkan monumen itu agar para pengemudi kendaraan bermotor, ‘ngeri’ dan akan waspada setiap berkendara.

Seiring pesatnya jumlah pengendara sepeda motor di Indonesia, sehingga semakin pesat pula angka kecelakaan yang terjadi. Bahkan, sampai merengut nyawa pengendara akibat kecelakaan di jalan. Padahal kalau kita mau sadar dan belajar dari pengalaman (melihat berita kecelakaan motor di televisi), tentu kita akan selalu waspada mengendarai sepeda motor di jalan raya.

Ternyata tidak semua menyadari bahwa di jalan raya adalah ancaman yang dapat membunuh para pengguna jalan tersebut, baik pejalan kaki sampai pengendara kendaraan bermotor. Yang lebih mencemaskan saya adalah setelah melihat langsung terjadinya kecelakaan sepeda motor yang diserempet mobil dari belakang (satu arah), Senin kemarin (15/2) di Jalan Perintis Kemerdekaan, depan Depot Logistik Sumsel. Di depan mata saya ketika mengendarai sepeda motor dengan jarak kira-kira 10 meter, mendadak langsung saya menepikan sepeda motor saya. Bukan maksud berbuat heroik dan ingin dipuji, kontan saja saya menolong seorang anak TK (sepertinya baru pulang sekolah dan masih mengenakan seragam TK) yang terjatuh berbarengan dengan pengendara sepeda motor di tengah jalan.

Dengan kaki tergopoh-gopoh menuntun si anak supaya lekas duduk di tepi trotoar. Kemudian memeriksa kedua kaki dan tangannya untuk memastikan si anak tidak terluka. Syukur Alhamdulillah dia tidak terluka sama sekali. Hanya saja si bapak pengendara sepeda motor yang sedikit luka ringan di bagian pergelangan tangan. Lebih disayangkan lagi, mobil yang menyerempet mereka tidak tampak. Mungkin sudah kabur karena panik atau tidak mau memperpanjang urusan ini.

Kalau saja si bapak dan anak yang kecelakaan ini berdo’a si sopir yang menyerempet mereka, pasti meminta si sopir tidak selamat. Ya tidak adil bagi yang celaka. Sedangkan mobil yang kabur membawa rasa panik dan was-was.

Kedua Orangtua teman saya Meninggal karena Kecelakaan
Tiba-tiba saya langsung teringat dengan peristiwa yang dialami kedua orangtua teman saya. Ayah dan ibunya meninggal saat mereka di atas sepeda motor ‘dihajar’ sebuah mobil angkot Sei.Lais di depan Komplek Pusri beberapa waktu yang lalu. Sang Ayah meninggal di lokasi kejadian. Sedangkan Ibunya meninggal setelah sebentar dirawat di UGD RS Pusri.

Kira-kira kejadiannya jam enam pagi saat mereka dalam perjalanan hendak ke pasar Lemabang (pasar terdekat dari rumah korban yang tinggal di daerah Kalidoni). Mendapat kabar via telepon dari sang teman akrab bahwa kedua orangtuanya kecelakaan, saya langsung ke UGD RS Pusri kira-kira jam tujuh pagi. Setelah tiba di sana, melihat di ruangan tidak ada satu pun pasien berbaring, saya tanya kepada dokter yang berjaga. Alangkah terkejutnya saat saya melihat di ruangan sebelah, tampak dua orang ditutupi selimut dari kepala hingga kaki. Saya langsung menduga kedua orangtua teman saya ini telah dipanggil menghadap-NYA. innalillahi wa innailahi rajiun. Saya keluar dan terdiam di depan pintu UGD. Rasanya hampir tidak percaya.

Teman saya masih dalam perjalanan di darat dari Sungai Lilin, Musi Banyuasin. Sedangkan adiknya yang bertugas sebagai polisi di Bangka, demikian pula dalam perjalanan pulang setelah mengetahui kabar bahwa kedua orangtua mereka kecelakaan bermotor. Saat saya terdiam dan membisu itu, entah apa yang hendak saya lakukan setelah mengetahui mereka berdua telah meninggal.

Tak lama kemudian kedua jenazah akan dibawa ke RSU Muhammad Husein dengan dua mobil ambulance. Saya mengikuti dua mobil ini dari belakang dengan mengendarai sepeda motor sendiri. Setelah tiba di RSUMH, kedua jenazah divisum di ruang forensik. Ya Allah, sungguh dekat hamba ini dengan kedua jenazah, dalam batin saya, membantu para kerabat dan tetangga korban yang turut membantu menurunkan kedua jenazah dari mobil ambulance ke ruang forensik.

Kira-kira dua jam lamanya pemeriksaan forensik oleh dokter, hasil visum kemudian dibawa oleh kerabat korban yang mengurusnya. Hasil visum ini nanti digunakan untuk keperluan polisi menyeret sang sopir mempertanggungjawabkan perbuatannya ke meja hijau. Kalau uji wongkito, sopir yang menabrak korban ini masih “budak” (pemuda tanggung kira-kira umurnya 19 tahun).

Ya Allah, sepanjang perjalanan dari RSUMH pulang ke rumah, saya banyak merenung dan pikiran kosong. Sungguh saya selalu berpikir kejadian ini sangat begitu cepat. Saya jadi ‘ngeri’ melihat sepeda motor sendiri. Begitu mengerikannya sepeda motor benar-benar menjadi korban yang bisa sangat parah lebih dahulu daripada kendaraan lainnya. Semoga saya dapat mendapat pelajaran dan hikmah dari semua peristiwa ini, dan memohon agar Allah menjauhi saya dari bala’. Amin.

Wallahu’alam

6 Comments

Filed under lalu lintas, transportasi

6 responses to “Sepeda Motor Bukan Mesin Pembunuh Manusia

  1. sepeda motor bukan mesin pembunuh, hanya sering menjadi penyebab kematian

  2. Salam boss..

    Ane kembali menulis nih. Tolong supportnya yah.

    Thanks

    ^_^

  3. kadang kita sendiri uda berusaha hati2 ternyata orang lain yang ngga hati-hati..

    cuman bisa berdoa aja kalo uda mau jalan. semoga selamat sampai tujuan dan kembali ke rumah.

  4. Terkadang kita sudah hati-hati, tapi orang lain tidak hati-hati. Itu bisa membuat orang yang sudah hati-hati bisa jadi celaka karena ketidakhati-hatian orang lain.

  5. saya malah ingat mas nico, bloggerngalam yang barusan kena musibah,,,😦

  6. Kalo pemerintah niat mengurangi angka kendaraan bermotor (setidaknya menahan jumlahnya), bisa juga lho membatasi penjualan sepeda motor. Mungkin dengan pajak progresif (kendaraan berikutnya dipajakin lebih besar dari kendaraan yang dimiliki pertama), ato mungkin dengan persyaratan kredit yang dipersulit.
    Masalahnya, untuk kredit motor di negara ini gampang banget. Cuman butuh KTP dan KSK doang. Catatan slip gaji pun bisa dipalsu. Ck ck ck….😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s