“Kompas” pada Usia ke 44 Tahun di Mata Saya

44-tahun-kompasSuatu sore di sebuah perempatan lampu merah di jantung ibukota,  saya melihat beberapa loper koran menjajakan koran dan majalahnya kepada para pengendara kendaraan bermotor.  Sekilas tampak dari jauh, koran Kompas diapit beberapa koran dan tabloid lainnya. Dengan sigap saya melambai kepada penjual koran itu menandakan bahwa saya ingin beli koran. Saya tahu bahwa koran Kompas sedikit lebih mahal daripada koran nasional lainnya. Tapi, saya tak perhitungan untuk membeli koran Kompas meskipun harganya beda Rp 500-1.000,- per eksemplar dengan koran lain.

Isi dan harganya (kini Rp 3.500 per eksemplar) menurut saya sudah seimbang dengan beragam tulisannya yang berbobot dan bermutu. Bahkan tak jarang untuk membaca 36 halaman (kadang-kadang hari tertentu bisa mencapai >36 halaman) koran Kompas ini, saya sering tak tuntas. Hanya beberapa rubrik pilihan saja yang saya baca, seperti: Tajuk Rencana, Opini, Pendidikan dan Kebudayaan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, dan Sosok. Itu tadi rubrik senin-sabtu. Kalau hari minggu saya suka membaca rubrik Kehidupan, Hobi dan Komunitas, Urban, dan Parodi yang ditulis Samuel Mulia.

Tulisan saya di blog ini hanya menceritakan kekaguman saya terhadap Kompas sebagai media cetak pilihan saya. Tidak ada permintaan dari pihak Kompas agar saya menulis testimoni tentang Kompas. Saya menulis tentang Kompas hanya menunjukkan apresiasi saya terhadap koran ini yang tepat merayakan hari ulang tahunnya ke-44. Lalu, mengapa saya memilih Kompas?

Pertama, Kompas adalah salah satu sederetan media massa cetak terbesar di Indonesia yang menyajikan kedalaman berita dan analisis cukup komprehensif dibandingkan dengan media massa cetak nasional lainnya. Di tengah derasnya arus informasi/berita yang cepat, sudah banyak ditemukan pada media televisi maupun media online di internet. Soal kedalaman berita, tentu saja media televisi maupun online tidak bisa mengalahkan kedalaman berita di koran terlebih lagi majalah yang memang menyajikan berita yang mendalam.

Kedua, Kompas merupakan media massa cetak yang serius dan menjaga kualitas tulisannya. Saya menyukai Kompas sekaligus belajar banyak hal yang baru. Gaya tulisan jurnalistiknya tentu banyak memengaruhi gaya menulis saya, baik untuk artikel berita maupun opini (yang ditulis orang-orang yang mempuni di bidangnya masing-masing). Bahkan, satu halaman artikel (biasanya kolom Opini) saya baca berulang kali. Sampai saya pernah menyerah dan tidak sanggup memahaminya. Apakah saya yang tidak sanggup memahami tulisan itu atau si penulisnya tidak bisa menyampaikan tulisannya agar bisa dimengerti para pembacanya?

Ketiga, Kompas adalah ‘buku’ pengetahuan harian yang tak pernah usang dibaca. Ya seperti layaknya sebuah buku yang kita beli di toko buku, menunjukkan bahwa sekali membaca Kompas, tidak akan rela untuk membuangnya. Bila perlu kita simpan dan dibundel lalu dimuat dalam rak-rak buku. Kalau sampai dijual ke pemulung, rasanya tidak tega. Butuh sikap kreatif agar bisa mengumpulkan sejumlah artikel yang menarik dan masih relevan untuk dibaca, seperti Opini atau ulasan edisi khusus tentang tokoh tertentu. Dulu ketika SMA, saya pernah membeli edisi khusus 100 tahun Soekarno. Isinya tentu saja banyak mengulas tentang Soekarno dari berbagai sudut pandang. Tapi, entah sekarang dimana saya menyimpan Kompas edisi Soekarno itu.

Kehadiran Kompas secara tidak sadar mendidik saya dalam berbagai hal. Terutama soal tulisan Kompas yang serius ternyata memberi kesan kepada setiap gaya tulisan saya memiliki karakter serius juga. Lain halnya kalau saya pembaca setia buku-buku teenlit yang merebak di toko-toko buku. Mungkin saja akan merubah karakter saya menjadi gaya tulisan gue elo dan lain sebagainya.

Selamat hari jadi Kompas yang ke-44 tahun. Semoga tetap eksis menjadi koran yang mencerdaskan bangsa di tengah-tengah minimnya budaya membaca karena ‘gempuran’ tayangan televisi lebih diminati masyarakat daripada budaya membaca itu sendiri.

8 Comments

Filed under koran, opini

8 responses to ““Kompas” pada Usia ke 44 Tahun di Mata Saya

  1. Akhirnya Eriek balik lagi ke blog-nya…
    Selama ini ke mana aja, Riek?
    Saya juga suka baca Kompas, selain (kadang-kadang) Media Indonesia. Ups, sebut merk deh.
    Btw, selamat hari jadi juga ya buat Kompas!
    Keep up the good work!

  2. Arten®

    baca kompas dulu sering nebeng bokap beli, kalo sekarang beli sendiri tapi hari sabtu doang, maklum jobseeker (abadi)..😀

    tapi ada satu rubrik yang saya sangat suka di kompas sabtu, yaitu tulisannya Mas Bhaz di Politika. tulisan2nya membuka cakrawala awam saya terhadap dunia politik..

  3. Arten®

    kelupaan, met ultah ke-44 buat kompas.. semoga semakin sukses..

  4. Rio AN

    Iya kak Eriek, saya juga senang baca Kompas karena beritanya yang bernas dan tata letaknya yang sangat menarik. Namun saran saya untuk Kompas, hendaknya harus lebih independen dalam pemberitaan. Terkait dengan permasalahan dunia Islam yang diulas, hendakya mewawancara/mengutip pendapat orang di lingkaran konsentris pertama, yaitu umat muslim sendiri yang paham Islam. Jangan kebanyakan gambil pendapat orang orientalis ataupun sekular. Ok. Semoga Kompas bisa lebih baik lagi…

  5. Pingback: WongKito » Blog Archive » Wongkito meriahkan peringatan HUT KOMPAS ke-44 di Palembang

  6. hahahaha i got you🙂
    setelah nyari2 kesana kemari ketemu juga ma abang eriek..
    pakabar nih bang? hehe met menjalankan ibadah puasa yak, mohon maaf lahir batin

    btw katanya abang dah lulus yak?

    klo koran bacaan di rumah sih radar lampung.

  7. via

    mas erick, saya salah saya salah satu karyawan lepas harian kompas, dan kebetulan ingin meneliti mengenai harian kompas sebagai media massa untuk keperluan akademik saya.
    untuk itu, boleh kah saya bertanya2 dengan mas erick tentang opini dan apresiasi mas erick terhadap harian kompas, sebagai salah satu pembaca kompas?

  8. @Via: boleh & silahkan. saya sebagai pembaca media cetak harian, dengan senang hati memberi pendapat tentang Harian Kompas. silahkan japri email saya: erie.khafif@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s