Menempuh 226 Km Menuju Pesta Blogger 2008

selamat-datang-di-pelabuhan-merak

Nekat! Ya boleh dibilang begitu oleh teman-teman saya. Saya berangkat ke Jakarta mengendari sepeda motor menempuh +/- 226 Km dari Bandarlampung untuk menghadiri Pestablogger 2008. Sisa perjalanan berikutnya dilanjutkan oleh pak supir kapal (nahkoda) penyeberangan Bakauheni-Merak. Entah berapa panjang jalan kapal itu.

Saya menikmati setiap perjalanan saya yang sunyi nan sendiri. Kadang-kadang melewati suatu wilayah yang kanan-kiri terdapat semak belukar. Pepohonan hijau yang masih rindang. Memacu si legenda hitam 60-80 Km/jam sudah cukup cepat untuk kelas newbie seperti saya. Saya tak berani menggeber lebih dari itu. Takut mesinnya ‘rontok’ atau tiba-tiba ada kerusakan yang tidak saya duga sebelumnya. Menyusuri jalan beraspal yang terkadang mulus dan rata, tak jarang pula spontan kaget tiba-tiba melewati lubang yang bikin jantung dagdigdug karena khawatir terjatuh dan mecenderai diri saya sendiri. Alhamdulillah selama perjalanan tidak terjadi kendala.

Meskipun banyak motor bisa melaju dengan cepat mendahului saya, tak membuat ikut-ikutan seperti mereka. Gila deh! Mereka itu bisa menggeber motornya bisa sampai 100 Km/jam. Gimana rasanya meluncur dengan kecepatan itu? Yang pasti dan saya yakin motor itu pasti tidak stabil. Atau jika motor tipe kelas >150cc (bukan tipe bebek) mungkin masih bisa stabil. Kalau saya tak berani memacu kecepatan sampai segitu. Tapi, pernah mengendarai mobil dengan kecepatan segitu masih berani, tapi masih sedikit was-was dengan mata menatap arah depan dan tidak berkedip sekali pun. Melotot! Hehehe…

kapal-ferry-bakauheni-merakKetika sampai di pelabuhan Bakauheni, Lampung (berangkat,red) atau di pelabuhan Merak, Banten (pulang,red), buat saya itu menyenangkan. Melihat deretan kapal menepi di dermaga. Lalu-lalang kendaraan bermotor keluar dari ‘mulut’ kapal ferry. Suara pluit berteriak dari sang petugas yang mengatur kelancaran arus kendaraan di sana. Inilah pelabuhan tersibuk dan tidak pernah berhenti yang pernah saya lihat. Tidak ada ketika pada malam hari, pelabuhan ini tutup. Jika tutup, berapa banyak jumlah kendaraan bermotor menumpuk dan mengantri di pelabuhan yang menunggu hingga buka pada pagi hari. Inilah pelabuhan penyeberangan antar pulau Sumatera-Jawa teramai di Indonesia.

Sampai di Jakarta, waktu itu sudah pukul 2 dini hari. Waduh! Melelahkan dan mengantuk perjalanan ini. Saya mampir dan singgah di kostan teman (kakak sernior saya) di daerah Jalan Pemuda, Jakarta Timur. Saya sempat heran. Jam segitu (di atas jam 12 malam), masih banyak kendaraan bermotor berkeluyuran. Suasana masih relatif ramai. Tak seperti di Palembang atau Bandarlampung yang sudah sepi dan sunyi. Ya, inilah Jakarta. Kota tersibuk, teramai, dan segala predikat “ter-” lainnya. Selamat datang di Jakarta, Bung!!

10 Comments

Filed under blog, jakarta

10 responses to “Menempuh 226 Km Menuju Pesta Blogger 2008

  1. naik motor?😯
    keren….

  2. ivn

    tahan nian badan kau riek…

  3. ai, bolela om eriek.. salut salut ntuk perjuangannyo ke PB08..
    alhamdulillah dak terjadi apo-apo ye..
    kesian gek adek kito yg di Palembang

    *kapan nak dijual om eriek, legendanyo?

  4. pantesaaan .. cak nyenyak nian tetiduk di acara PB08…πŸ˜†

  5. naufalaziz

    wah..saya juga hadir, tapi sayang kita gak ketemu. Salut buat semangatnya broπŸ™‚

  6. ui bolela bang, ampe dateng kesano,hoho^^

    oo io bang lam kenal dari wahyu,
    yang kemaren pecah telok !

  7. Ai, bolehlah… Aku slalu salut samo wong yg tahan ke luar kota (mnempuh jarak puluhan/ratusan km) naik motor.. Tahannyo.. Nyetir mobil be rasonyo capek nian, polagi motor.
    Oio.. ngapo dk mampir2 ke Depok?! Xixixixi…

  8. Numpang komen, sama dengan adik saya suka nekat perjalanan jauh naik motor. Untuk yang ini cocok sebagai blogger sejati. Ok met sukses ya Bang!! Salam

  9. W th sneng bngt lw naik kpl, pa lg lw kplny bgs. Cz lw w naik kpl rasany gmn gt. Nh w naik kpl skny bs liat laut, sejuk, n w hern ja pdhl kn kpl brt, besi tp ko’ bs trapung di laut y?

  10. Terminal Raja Basa , Pinggir Pantai , Penjual Es , Anak Jalanan .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s