Festival Layang-Layang Lampung Tahun 2008

Lampung Kite Festival (LKF) 2008 yang diadakan sejak hari Jumat-Sabtu (22-23/08) di Taman Hutan Kota, Way Halim, Bandarlampung dan Minggu (24/08) di Kalinda Resort, cukup mengesankan buat saya. Apalagi ini even pertama kali saya ikuti sebagai panitia kegiatan berlangsung. Saya jadi tahu sekaligus merasakan bagaimana menerbangkan bermacam-macam layangan berukuran kecil sampai layangan yang berukuran besar dan lebih tinggi dari tinggi badan saya.

Hari pertama (Jumat, 22 Agustus 2008), LKF 2008 dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung, M. Natsir Ari. LKF 2008 ini termasuk dalam rangkaian kegiatan Festival Krakatau 2008 yang berlangsung dari tanggal 23-31 Agustus 2008. Natsir meresmikan pembukaan Festival Layang-Layang 2008 itu dengan menerbangkan pesawat aeromodeling milik teman-teman Teknik Elektro Unila. Tapi, sayangnya pesawat itu tak mau terbang.

Sejumlah layang-layang dari yang kecil hingga yang besar di letakkan di atas tanah lapangan. Beberapa panitia menerbangkan layang-layang. Saya tertarik mencoba menerbangkan layang-layang yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Mungkin lebarnya selebar kedua tangan saya.

Mengenakan kaos putih berlogo Visit Lampung 2009 dan di belakangnya bertuliskan “Lampung Kite Festival 2008” dan penutup topi yang biasa saya kenakan saat berpergian keluar, saya berlari-lari kecil menerbangkan layang-layang di lapangan. Meskipun suasana terik matahari semakin panas menyengat kulit, tapi tidak menyurutkan saya bermain layangan.


Saya tak hapal macam-macam layangan yang ada di sana. Melihat bentuk dan ukurannya saja unik dan menarik. Apalagi jika anak-anak kecil melihat layangan yang beragam warna-warni itu. Pasti mereka tertarik ingin mencobanya.

Risti dan Redha berjualan layang-layang yang dibawa oleh Kang Fery dan Pak Hamid dari Bandung, Jawa Barat. Sedangkan layangan lainnya yang berbentuk segitiga/delta dibawa oleh Pak Roni dan istrinya dari Jakarta.

Selama dua hari (Jumat-Sabtu kemarin) di Taman Hutan Kota, cukup ramai pengunjung. Ada yang sekedar bertanya-tanya saja dan ada pula membeli layangan. Harga layangan yang dijual cukup bervariasi. Dari mulai Rp35ribu-Rp100ribu. Tergantung jenis dan ukuran layangannya.

Menjelang sore hari, warga yang menonton layangan semakin ramai. Mereka yang telah membeli, langsung dicoba. Tak jarang saya lihat ada ibu-ibu membelikan layangan untuk anak-anaknya. Mereka pun langsung mencoba menerbangkannya. Saya melihat ekspresi gembira dari anak-anak itu ditemani ibunya.

Tak kalah seru lagi, sempat dua layangan terlepas dari ikatan di batang pohon. Ada lagi yang sudah menerbangkan layangannya, lalu diikat di batu. Namun, sayangnya ikatan yang tidak kuat itu justru lepas saat angin kuat berhembus kencang sehingga layangan terbang meninggalkan ikatannya. Tentu saja kejadian itu membikin panik para panitia. Kontan saja kami mengejar layang-layang itu hingga ada yang tersangkut di ranting pepohonan. Sayang banget kalau layangan bagus sampai lepas dan hilang begitu saja kan?

Bang Tinus dan Bayu malah sempat mengejar layangan yang lainnya hingga sampai ke rumah penduduk dan menyeberangi jalan yang ramai kendaraan bermotor. Untung saja layangan itu akhirnya bisa tertangkap kembali. [bersambung]


Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung, M. Natsir Ari mencoba menerbangkan pesawat

Layang-layang yang siap diterbangkan

Layangan ini pernah saya naikkan. Lumayan berat nariknya. Apalagi kalau anginnya kencang, bisa-bisa saya ikut terbawa terbang. Hehe..

19 Comments

Filed under lampung, traveling, wisata

19 responses to “Festival Layang-Layang Lampung Tahun 2008

  1. wooo serruu. taun kemaren yg di parangkusumo ga jadi dateng:(

  2. Au'

    Hehehe..gedean layangan drpd orangnya😛

  3. haha seruu…
    btw gara2 kadis Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung pesawat layang2-nya ngga stabil
    hehe..
    sakalian aja gw ancurin😀

  4. maen layang-layang memang seru..

  5. Saya ga ikut😦
    Saya Copas postingannya di web LKF ya kak

  6. Pingback: Better Gradualy » Blog Archive » LKF 2008, My Experience!

  7. legoooooooooooooooo… legoooooooooooooooooo…
    *ngambek satang…

  8. komeng lagi yeh.. cobo poto yg terakhir tuh buang bae lah.. laju dak bagus lagi warno layangan itu..
    oy mang, bepose bae.. jual batu es sanoooo.. umak nunggu dirumaah..

    *berlalu

  9. eh komeng lagi :)) mumpung onlen mang😀
    btw, mamang yg naek ke layangan, apo layangan yg naekke mamang.. :))
    jiakakakkakakk..

    *singitan di belakang MO😀

  10. saya belum pernah nonton festival layang-layang. pengen, deh. siapa yang mau ngajak saya nonton festival layang-layaaaang???

  11. opantes kemaren aku dapet layangan besak nian deket rumah. mungkin itu layangan festival lampung lego sampe plembang.

    betapa beruntungnya diriku..😀

    *siram kebon*

  12. kereeennnn…

    posting ttg lkf juga ah di webku

  13. kmaren pas hari sabtu mo ke bakaheuni ngeliat tuh. keren euy

  14. Mak nyus, inget waktu kecil pas musim kemarau suka maen layang2 juga…

    cuman gak sekeren itu layang2nya🙂

  15. farisfar

    benangnya juga khusus berarti ya..

  16. ni reply gw about your comment:
    spertinya gk siap bro…

    hehehehehe…

  17. arek lampung tho???oh..
    he3x..(penting gak sih)…
    salam
    arek Suroboyo sing aneh

  18. waaaaaaaaaah… terpesona liat layangan yang panjang banget di post setelah ini….
    bagus banget langitnya penuh layangan….

    Pakabar bang?
    heee lama tak jumpa. saya ngeblog lagi🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s