Sayang Anak

anak kecil

Anak adalah buah hati sang ayah dan ibunya. Kehadirannya menambah kebahagiaan sebuah keluarga. Bahkan ada ungkapan, banyak anak, banyak rezeki. Betulkah? Silahkan Anda menilainya dari sudut pandang dan pengetahuan.

Suatu hari minggu bulan Juni kemarin, tak sengaja melihat seorang anak perempuan di dalam keranjang belanja. Rambutnya yang hitam-lurus diikat. Warna kulitnya putih. Entahlah usianya berapa tahun, saya lupa bertanya kepada anak itu. Keisengan saya tiba. Sebuah kamera digital saya ambil dari tas, lalu bidikan mengarah kepada anak itu. Blitz off. Saya menahan nafas sambil menekan tombol “shutter”, agar ibu, ayuk, kakak, bibik, ncing (entah siapa mereka ya, ibunya anak itu? *penasaran) tidak melihat saya saat memotret anak di dalam keranjang itu.

Yap. Dapat satu foto bagus sore itu, persis tidak jauh setelah pintu masuk utama Palembang Indah Mall (PIM). Kebetulan para nyonya itu sibuk menyaksikan acara Miss XL (eh,kabar teman Wongkito juara gak ya?). Haruskah anak itu ikut menonton apa yang ditonton para nyonya dewasa itu? Mungkin si anak di dalam benak hatinya berkata,”Apa itu? Itu apa?”

difoto papa

Lain lagi sang ayah satu ini. Putrinya, Aliyah, mahir betul merangkak kesana-kemari. Saya melihat cara ia merangkak lucu. Lincah. Kalau tidak sedang terlentang, ia tengkurap sambil jalan kesana-kemari. Sang ayah tampaknya ingin mengabadikan si kecil di dalam iphone-nya.

Ya, banyak cara memperlakukan kasih-sayang orangtua kepada sang anak. Tiba-tiba saya ingin mencoba mengingat-ingat masa kecil. Entahlah usia berapa tahun persisnya saya bisa ingat memori ketika itu. Balita? Apakah Anda ingat di usia itu? Kalau TK? Saya masih ingat, meskipun tidak banyak yang diingat. Suasana kelas TK. Teman-teman. Guru-gurunya. Kotak kue dan botol air minum. Tempat bermain. Hingga ingat suatu kali saya menangis-nangis di kelas, karena ibu tidak sedang menunggu di luar kelas. Lucu ya kalau mengingat-ingat itu kembali.

Ibu yang merawat dengan susah payah saat kita masih kecil. Ibu yang menenangkan saat kita belum bisa tidur pulas. Teriak tangis memecahkan kesunyian malam di saat para orang dewasa tengah tidur pulas. Entah hanya teriak tangis yang hanya bisa kita lakukan saat itu. Ibu tetap tabah dan terus berusaha menenangkan kita hingga bisa tidur kembali.

Tak akan bisa sanggup menghitung berapa banyak kebaikkan ibu kepada kita hingga kita dewasa. Sama seperti kita tak akan bisa menghitung berapa banyak nikmat/rezeki Allah yang diberikan kepada makhluk di muka bumi, tak terkecuali manusia.

Kita bersyukur masih diberikan nikmat yang banyak dari-NYA. Mari kita mensyukuri nikmat yang sangat banyak itu. Salah satunya adalah mensyukuri bahwa ibu kita masih memberi kasih-sayang kepada kita.

16 Comments

Filed under keluarga, teman

16 responses to “Sayang Anak

  1. Hmm.. Dasar Mamarazi,
    tapi terima kasih om eriek ya, udah masukin dd ‘Aliyah di posting blognya.. Kapan oom punya dd sendiri? Kuliahnya aja belom selesai2, gimana mo buat dd.. Mangkanya, kuliahnya selesain dulu, terus kerja, baru setelah itu nikah! Atau jangan2 oom, **** ya?

  2. Ibu adalah orang nomor satu, nabi aja pernah berkata, “ibumu, ibumu, ibumu, dan bapakmu”, sebuah penegasan betapa berartinya seorang ibu bagi kita. Tapi peran seorang ayah pun tak kalah penting. Bagi saya, “my dad is my hero”.

  3. [human inside]

    seandainya emas sebesar gunung uhud kita berikan kepada kedua orang tua kita, itupun belum dan tidak akan pernah cukup buat membalas kebaikan mereka.

    *peyukpeyuk aliyah*

  4. kak, sapo 3 cewek di foto atas itu ?😀

  5. @mangoeni: iyo yo mang! nurut apo kato mamang bae. secaro yang dituoke. gek dak nurut susah pulok anak mudo nih :p

    @albasit: dak kenal dul. siapo lah ye tigo cewek itu? hee😀

  6. aliyaaaaaaaaaaah…
    *make kacomato..😕 neh.. ngapo rambut aliyah mcak.. mcak.. mcak.. mcak sapo brooooo.. *noel2 mang pici😀
    hiks.. pengen jingok aliyah scara langsung.. hiks.. hiks..

  7. cuma mo kasih tau yang menang miss xl-nya temen perempuan saya kuliah!
    heheheheheheeheheheh!
    peace om!

  8. [human inside]

    @trendy :
    gabung be dengan milis wongkito. cocok caknyo.
    yang dicari memang yang error apolagi maseh mudo umurnyo.

    wakakkakak…

  9. Indah

    ngabsen dulu.. hehe

    indah aka. Jasmin Alifah
    halaahh..

  10. brillie

    Hihihi.. lutcu…

    PS: maaf yach sekarang jarang blog walking. Sibuk kerjaan soalnya. Tapi diriku juga akan sering” mampir kok en ganti kirim”an comment yach..

    http://www.movie-holic.net
    http://newbrilliantydiary.blogspot.com
    http://gamemini.blogspot.com

  11. senimangoblok

    MAAF IBU
    –joko sutrisno

    setiap orang pasti punya ibu
    tapi setiap orang belum tentu
    bisa menjadi ibu

    setiap orang pasti punya ibu
    tapi setiap orang belum tentu
    menemukan pendamping yang
    bisa menjadi seperti ibu

    setiap orang pasti punya ibu
    tapi setiap orang belum tentu
    bisa membuat wanita menjadi seprti ibu
    setiap orang pasti punya ibu

    Pelajar, mahasiswa, pegwai, wartawan,
    buruh, majikan, polisi, tentara, presiden,
    bahkan nabi pun punya ibu
    ya, setiap orang pasti punya ibu

    aku ingin terus didekat mu ibu
    aku ingin terus bersama mu ibu
    aku ingin terus memeluk mu ibu
    aku ingin terus melihat mu ibu
    aku ingin terus dibelai mu ibu
    aku ingin… aku ingin….

    setiap orang pasti punya ibu
    maafkanlah putramu ini ibu
    putramu hanya mencari kehidupan ibu
    bukan berarti putramu berpaling dari mu ibu

    aku tahu setiap orang pasti punya ibu

  12. Amah aliyah

    Hiks.. Cedih nian puisi djoko dipucuk itu.Singganya saya sampai tertegun,berfikir dalam.Hiks.. Lop yu,mak!!

  13. Saya malah baru tau klo Mangoeni dah punya anak.

    *Kemana aja ya saya?😀 Kirain blom nikah malah🙂

  14. saya sllu mngabadikan foto2 anak saya,,,,karena dia lucu n pintar,,,,,,,,,,

  15. wah sayang anak juga ya,,,kalau begitu perlu nih kunjungi blog ini…sekalian promosi jadi teman Bike. Semoga bisa saling bermanfaat…http://bintangkecileducares.wordpress.com/2011/10/17/setop-bohongi-anak-bintang-kecil-educares/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s