Rally Photo Teknokra 2008

foto bersama rally photo teknokra

A Picture more than a thousand word“. Begitulah kata Pak Reinhard Hutagaol seorang polisi dan juga blogger yang kini bertugas di Darfur, Sudan untuk selama satu tahun ke depan dalam misi UNAMID. Sebuah foto memiliki banyak kata-kata yang bisa menjadi sebuah kisah. Banyak makna di dalamnya. Ada kenangan yang tersirat bagi yang berkesan. Sebuah foto membekas dan akan selalu dikenang dan selalu akan diceritakan.

Minggu pagi kemarin (19/5), saya diundang adek-adek junior Unit Kegiatan Penerbitan Mahasiswa (UKPM) Teknokra untuk hadir di acara mereka. Rally Photo. Kalau mendengar kata “rally” seperti membayangkan sedang akan melihat sebuah pertandingan adu balap motor atau mobil. Tapi ini tidak seperti yang kita bayangkan. Acara yang mereka usung ini murni tak melibatkan kendaraan bermotor. Cukup menggunakan kamera.

Acara dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-31 Teknokra ini, diikuti sebanyak 50 orang peserta. Sebenarnya saya menyesal tidak ikut jadi peserta. Hiks. Padahal saya menyukai photography. Bahkan sejak di bangku SMP, saya sudah mulai belajar menggunakan kamera SLR atau Single Lens Reflex. Sangat jarang ketika itu teman sebaya saya yang mau belajar menggunakannya. Belum lagi cara memasukkan film ke dalam kamera harus tepat, setting diafragma dan ranna-nya pun juga tidak boleh meleset. Butuh latihan yang kontinu untuk dapat menghasilkan sebuah foto yang bagus dan menarik.

Bahkan, ketika saya pada tahun kedua di Teknokra, saya dipercaya menjadi fotografer. Saatnya belajar banyak memfoto. Mulai dari membuka-buka bundel Harian Kompas yang tebal-tebal dan menumpuk di gudang, itu saya buka semua. Saya pelajari satu per satu angel foto sang photografer yang dimuat koran itu. Yang saya ingat salah satu photografer media yang dikomandani Jakob Oetama itu adalah Arbain Rambey.

Ada pula bundel-bundel Majalah Berita Tempo yang menumpuk di gudang dan rak-rak perpustakaan Teknokra, sering saya buka-buka. Pagi, siang, malam, hingga keesokkan lagi saya tak pernah puas mempelajari foto-foto yang termuat di majalah itu. Ada kesan kagum saya kepada para photografer yang membidik peristiwa-peristiwa yang terjadi.

Foto jurnalistik namanya. Saya penyuka foto-foto yang termasuk dalam kategori foto jurnalistik. James Natchwey adalah satu di antara photografer idola saya. Foto jurnalistik biasanya menggambarkan sebuah peristiwa. Bukan persoalan kamera apa yang digunakan para photografer itu, tapi lebih dari itu. Ketajaman dan ketepatan momen yang akan mereka bidik dari kameranya. Memang tidak bisa dibantah bahwa (sebelum zaman kamera digital seperti saat ini,red) dulu menggunakan kamera SLR yang bagus sekelas Nikon F4. Ini kamera cukup mahal yang digunakan para photografer media cetak macam koran, tabloid maupun majalah.

Sekitar tahun 2004 lalu, saya dikenalkan kamera SLR Nikon F4 itu dari seorang photografer Majalah Berita Gatra. Ketika itu ada acara kerjasama antara Teknokra dengan Majalah Berita Gatra. Kebetulan di saat sesi rehat, beberapa kru Teknokra belajar singkat dengan sang photografer. Saya lupa namnya. Satu per satu dari kami mencoba memegang kamera SLR itu. Berat. Karena di kamera itu ada ‘motor’ otomatis untuk memutar film saat menjepret.

Kalau di Teknokra, saya banyak belajar dengan para senior fotografer Teknokra. Mereka adalah Ferry Faturrahman (ia sekarang dosen FH di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten), Aismet (dulu sempat menjadi kontributor MetroTV wilayah Lampung), dan Dyah Ayu Pratiwi (sekarang bekerja di Yayasan Pantau di Jakarta). Dari merekalah saya banyak belajar tentang photography. (Terima kasih yang sebesar-besarnya buat para kanda sekalian atas ilmu yang bermanfaatnya).

Meskipun saat ini saya tak lagi sering memegang kamera SLR, tapi sesekali saya meminjam kamera DSLR Nikon D-70s milik M.Reza (dulu ia sempat menjadi fotografer Teknokra). Waktu di acara itu, saya ketemu dengannya. Saya meminjam dan mencoba membidik-bidik suasana di tempat acara itu di depan Plaza Lotus Bandarlampung. Keren. Kameranya dipasangi lensa 300mm. Terlihat panjang dan bisa membidik dari kejauhan dengan hasil yang bagus.

Kadang terbesit ingin punya kamera DSLR seperti yang dimiliki Reza. Tapi, harganya itu ngga tahan mahalnya. Mungkin nanti saja. Uang yang ada ditabung. Kalau ada rezeki yang cukup ingin sekali beli. Sekedar untuk hobi dan juga bisa jadi kalau nanti banyak proyek foto, lumayan juga kan dapat penghasilan😀

Berikut ini koleksi foto-foto pada saat acara Rally Photo:

alumni teknokra
Kiri-kanan: saya, Reza dan Yudi (dulu ia Pemimpin Umum bareng saya sebagai Pemimpin Redaksi pada tahun 2006 lalu).

fotografer
Mendadak Photografer. Hehe…

plaza lotus bandar lampung
Plaza Lotus Bandar Lampung. Acara Rally Photo Teknokra di depan plaza itu. cuaca pagi itu cukup cerah.

romantic band
Salah satu band yang memeriahkan acara itu. Namanya “Romantic Band”. Lagu-lagu yang dinyanyikan kebanyakan lagu romantis. Ya, namanya juga Romantic Band. Tapi, semuanya cowok loh.

6 Comments

Filed under fotografi, teman

6 responses to “Rally Photo Teknokra 2008

  1. Terus semangat dan terus berkarya mas eriek dalam hobbynya, kalau kita menekuni suatu bidang dan serius…. akan menjadi suatu “daya jual” buat anda…., apalagi di zaman sekarang titel dan gelar tidak dipandang lagi, yang lebih dihargai adalah keahlian anda….

    salam dari Africa

  2. @rere: Bang Rere, terima kasih berkenan mampir ke blog sederhana saya ini. saya tadi buat link dari blog-nya abang, tapi belum bilang sebelumnya. lupa bang. khilaf. hehe😀
    saya juga mengucapkan terima kasih telah mendukung/menyemangati. mudah-mudahan abang di sana sukses dalam karya dan pengabdian bagi nusa dan bangsa untuk Republik Indonesia yang kita cintai ini.

  3. Au'

    Aaaaa pengen DSLR juga euy, sayang berat di kantong. Kemaren sempet cb2 Nikon D40, semenjak nyoba itu jd tambah pengen punya DSLR. Kapan yaa?🙂

  4. mano foto dek yana yo..?😮

  5. Wah gak ada fotoku sih???
    Ya iya lah………..masa ya iya donk………..

  6. ih band-nya gag ada yg cewek yah?? pasti gak bakal aku tontong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s