Pentas Teater Gebyar Wajah Baru 2008 “Kamboja di Atas Kursi Goyang”

teater unila

Suatu pagi Lina masih berbaring tidur pulas di atas kursi sofa panjang. Ia malas bangun, meskipun ibunya berkali-kali membangunkannya. Jam di dinding sudah menunjukkan pukul enam lewat tiga puluh menit. Ibunya, Marni, lagi-lagi membangunkan anaknya. Namun, tetap saja Lina yang seorang mahasiswi Seni Rupa ini malas bangun.

“Lina, bangunlah kau!! Sekarang sudah pagi. Matahari sudah di atas kepala kita,”ujar ibunya sedikit keras membangunkan anaknya.

“Aahh…mami, aku tadi tidur jam empat pagi,”kata Lina yang mulai kesal sambil mengusap-usap matanya.

Itulah awal dimulainya cerita Teater Kurusetra yang bertajuk “Kamboja di Atas Kursi Goyang” yang dipersembahkan Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni (UKMBS) Unila garapan sutradara Agit Yogi Subandi, Sabtu malam (22/3), di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Unila.

Untung saya ditemani Johan nonton pertunjukkan yang memakan waktu kurang dari dua jam ini. Sebelumnya makan nasi soto di Labuhan Ratu. Teater Gebyar Wajah Baru 2008 ini menceritakan keluarga Haidar Munaf (diperankan Rusdi Agus Saputra (mahasiswa FE) bersama istrinya, Marni (diperankan Tiara Dwi Septia Rini (mahasiswa FE), serta dua anak gadisnya, Mariam (diperankan Anggun Farantika Eritmetik (mahasiswi FP) dan Lina (diperankan B.Tresia Mailianti (mahasiswi FKIP). Haidar baru saja ‘dirumahkan’ gara-gara perusahaannya melakukan pengurangan karyawan. Sehingga, Haidar akhirnya kesulitan memberi uang kepada istri untuk keperluan makan sehari-hari.

Cerita tersebut tidak hanya dibalut melulu dengan kesedihan keluarga Haidar yang miskin. Namun, istri dan anak-anaknya tetap saling menyayangi dan hidup berbahagia. Belum lagi tingkah Nyai yang acap kali hadir di tengah-tengah keluarga Haidar Munaf. Nyai, sosok perempuan yang sudah tua dan pikun ini sering membersihkan giginya dengan sirih. Sesekali para penonton yang dihadiri lebih dari 60 orang lebih dibuat tertawa dengan tingkah Nyai ini.

Cerita berlanjut ketika Mariam dan Lina membuat sebuah kejutan kepada papi dan maminya. Dua anak gadis yang mempunyai karekter cerewet ini membelikan sebuah kue yang dihiasi dengan lilin berbentuk angka 25. Menandakan sudah 25 tahun usia pernikahan papi dan maminya.

Namun, setelah sekian 25 tahun usia pernikahan Haidar dan Marni, ternyata Marni masih meragukan kecintaan suaminya, Haidar. Tak kenal menyerah Haidar terus merayu Marni agar melupakan masa lalu dan mulai kembali hidup bersama yang saling mencintai. Sayangnya, lagi-lagi Marni selalu menghindar hingga akhirnya Haidar meninggalkan Marni sendiri di rumah.

Mendapati Marni diperlakukan demikian, ia menangis dan menyesal membiarkan Haidar pergi. Marni terus menangis hingga ia terduduk di bangku kursi goyang dan terus dibayang-bayangi sosok Haidar dan dua anak gadisnya. Akhirnya Marni meninggal dunia di kursi itu setelah diketahui Mariam yang baru tiba di rumah.

Tak hanya teater saja dipentaskan, suguhan Tari yang bertajuk “Waktu itu”, koreografer oleh Dini Novita Sari ini, dibawakan enam penari. Mereka semua adalah para anggota baru UKMBS. Jika saya tidak salah mereka rata-rata dari angkatan 2006 atau 2007. Dari sinilah mereka mulai diuji dengan berbagai pertunjukkan teater maupun tari untuk mempersiapkan even-even berikutnya yang lebih besar.

7 Comments

Filed under mahasiswa, seni budaya, teater, unila

7 responses to “Pentas Teater Gebyar Wajah Baru 2008 “Kamboja di Atas Kursi Goyang”

  1. wah keren juga neh keknya riek,tp ada yg kurang,kok artis unila gak maen (eriek):mrgreen:

  2. belom pernah nonton theater…

  3. wah suka nonton theater toh mas..

  4. wah jadi teringat kampung halaman di pugungraharjo, lampung timur

  5. whaaaa, suka nonton pentas teater juga ya mas?
    di sana pertunjukan spt ini masih rame gak penontonnya?

  6. kalo bisa tukar pengalaman dong dengan teater kami. kelompok seni senandika yogyakarta. dusun kadipolo rt 01 rw 35 no 1 berbah sleman yogyakarta.

  7. salam kenal wong lampung? waway?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s