Penuhi Nazar, Rany Mengajak Makan di Rumahnya

 di rumah rany

Makan pempek atau sejenis makanan asli palembang sungguh nikmat. Apalagi disuguhi gratis dari seorang teman yang meraciknya sendiri. Jumat kemarin (7/3) siang hingga sore, saya dan teman-teman dari komunitas blogger Wongkito datang ke rumah ranny. Rumahnya di Komplek Tirta Kencana Palembang, ia bilang acara makan-makan di rumahnya sebagai sebuah bentuk rasa syukur atas nazar yang  telah jalaninya. Setelah saya tanya, ia enggan menjawab nazarnya. Rahasia, kata Rany.

Sebelum salat Jumat, baru Aulia, Saya dan Triana yang telah datang ke rumah Rany untuk membatu-bantu menyediakan hidangan makanan khas Palembang. Sedangkan yang lainnya belum ada yang datang.

Baru setelah salat Jumat, satu per satu baru datang. Ada Jafis datang sendiri dengan mengendarai sepeda motor yang suara knalpotnya memekakkan telinga satu kampung. Berikutnya datang Cherry pun juga datang sendiri. Tak lama kemudian datang pasangan Pak Alam dengan sang istri, Nike.

Tapi, ada yang lain siang itu. Wahyu datang dengan membonceng seorang cewek mengenakan baju merah dan celana jeans biru. “Kenalkan, ini Nadia,”kata Wahyu mengenalkan kepada teman-teman yang sudah lama duduk. Oh, saya baru teringat ada anggota baru komunitas blogger Wongkito. Maklum, kalau cewek pasti ingatan langsung cepat. Wajar saja di komunitas blogger ini termasuk langka menemui cewek. Justru lebih banyak kaum Adam. Hehe..

Siang itu bisa menikmati berbagai macam makanan khas Palembang. Nikmat sekali. Ada pempek, otak-otak, dan tekwan udang. “Ini tekwan udang,”kata Rany menjelaskan. Saya menikmati betul tekwan udangnya begitu sedap. Apalagi dibumbuhi sambal. Wah, tak terbayang betapa pedasnya sampai saya menambah dua porsi tekwannya.

Sayang sekali tak semua teman-teman bisa hadir di acara makan-makan di rumah Rany. Untungnya, Ardy, sang ketua akhirnya bisa datang meskipun terlambat. Dengan wajah percaya dirinya ia masuk dengan senyum. “Nah, ini dio pak wo baru datang,”celetuk teman-teman.

Meskipun Ardy datang terlambat, ia masih bisa menikmati beberapa pempek. Untung saja tak semua habis. Dan acara ini semua disponsori oleh Rany dan keluarga. Terima kasih yang tak terhingga bisa menikmati makan gratis siang itu. Hehe..

13 Comments

Filed under kopdar, makanan

13 responses to “Penuhi Nazar, Rany Mengajak Makan di Rumahnya

  1. ya..aku dak biso dateng…cak mano nadia rik ?? hehehhehe

  2. Iyo aku dicurigai security komplek rani…..

  3. Ehem…. nadhia ye…

  4. duuh.. enak banget bisa makan pempek asli buatan sendiri.. kebayang rasanya pasti asli gak kaya di tukang lewat

  5. @ibunk: buunkk….kau kemano kemaren kok dak datang? Nadia?? yang mano yeh?? *pura-pura dak kenal😀
    tanyo bae samo Wahyu. Hehe…

    @cherry: hehe…untung bae dak langsung ‘digerebek’🙂

    @Wahyu: Nadhia atau Nadia? yang mano yeh??😀

    @Ridu: tentu enak banget pempeknya. tanya sama tuan rumahnya (Ranny). soal buat kue dan makanan khas Palembang, wah..nikmat sekali. jadi ketagihan pengen coba lagi. hehe..😀

  6. kok foto saya gag ada yah??

  7. wah makanan khas Palembang…aiiihhh pengen aku.

  8. Au'

    Wewwww anak mudo ditinggali membereskan TKP, untung ado pak wo sm Ivan yg ngerewangi. HIksss… teganya dirimu. :p

  9. ivn

    salah dewek yang dak ikut….

  10. mau donk empek2. jadi laper neh…..:-)

  11. saya hadir!
    (ngabsen, yiuk!)

  12. Pingback: Bulan Purnama « The World of Eriek’s Written

  13. wah, blog orang palembang juga yah..

    sama dong, aku juga dari palembang..

    masih newbie mas dalam dunia ngeblog..

    salam kenal yah mas dari saya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s