Seribu Rupiah

Indria memberikan seribu rupiah kepada seorang pengemis anak kecil. Saat itu, Indria yang dari Kontras ini menjadi pembicara diskusi tentang tragedi 28 September 1999 di lapangan parkir Gedung Pascasarjana Magister FH Unila.

Pengemis anak kecil itu tiba-tiba mendatangi para pembicara. Saya, ketika mengikuti acara itu terheran-heran melihat tingkah anak kecil itu. Memang akhir-akhir ini di bulan puasa Ramadhan tiba-tiba saja terlihat berkeliaran anak-anak kecil mengemis dan minta-minta uang.

Bahkan, suatu hari saya pulang dari masjid, melihat anak-anak kecil beraksi meminta-minta uang ke orang-orang di sekitar masjid. Sedangkan, tidak jauh dari masjid saya lihat ibu-ibu menunggu di bawah pohon. Saya perhatikan mereka dari kejauhan seperti mengawasi anak-anak kecil yang meminta-minta ini. Saya yakin mereka menyuruh anak-anak ini. Sungguh kasihan melihatnya. Sejak kecil malah diajari meminta-minta.

Oh ya, foto di atas difoto oleh Agung H.Wijaya. Ia fotografer Teknokra. Saya suka dengan angle foto itu. Nilai rasa human-nya terasa bagi saya. Bagaimana menurut Anda?

11 Comments

Filed under Uncategorized

11 responses to “Seribu Rupiah

  1. Nico Wijaya

    Kontras jg kesenjangan yg ada. Btw, ada reportase info mudik neh, live hehe..

  2. - Nilla -

    eh, katanya keluar aturan dr pemerintah kalo kita memberi pengemis uang, maka akan dikenakan denda?
    nah loh, gimana tuh???

  3. -tikabanget-

    sayah kira itu anaknya si ibu itu..

  4. CempLuk

    sungguh luar biasa hati nurani ibu itu..kadang kan ada pembicara yg cuek dan acuh..

  5. eRiek

    @nico: cie yang sudah mudik. jadi kapan nih mampir ke kampus gua yang hijau agak coklat (musim kemarau jadi daunnya agak coklat,red)?

    @-nilla-: iya pernah dengar perda dari jakarta mengatur soal itu. tapi kalau di luar jakarta, belum mengatur soal itu.jadi, ya masih tetap saja ada yang memberi uang ke pengemis.

    @-tikabanget-: bukan tik. itu anak orang lain. hehe..ibu itu kebetulan jadi pembicara. tiba-tiba si anak ‘nyelonong’ ke ibu itu. eh, ternyata anak itu ‘ngemis’.

    @cempluk: mungkin kebetulan ya pluk waktu difoto dapat momen seperti itu terlihat ada perhatian dari ibu pembicara sama anak itu. masih banyak mungkin belum terekam oleh kamera hal seperti itu.

  6. Ely Meyer

    speechless

  7. hoek

    *skeptis mode ON*
    ah..munkin aja ibu itu cuma mo cari muka aja kale *digebukin*
    *skeptis mode OFF*
    ah ya, bro! salam kenal yak!
    be te we, skarang ini banyak sangadh anak-anak yang ngemis, fadahal mereka itu cuma dijadikan alat doank buat “meluluhkan hati”…kasian merekah……
    *merenung*

  8. Adite

    hmm hmmm hmmm…. kelakuan orang tuanya gak bener… mo digimanain lagi… weleh2

  9. muthe

    hoo…kok bisa tu anak berada di situ ya?? itu loh pertanyaan paling besar. emangnya panitianya nggak ada yang ngejaga gitu? biasanya yang begini-begini itu kan sangat dihindari kalo acara sedang berlangsung. kalo di luar acara sih..its ok.

    btw, met idul fitri riek! maaf lahir dan batin…

  10. Idrus Fhadli

    ohohoho…
    kesenjangan sosial yg kontras…
    si kaya duduk bertahta, si miskin meminta-minta…
    😦

  11. eKa

    salam kenal!

    Di Unpad (kampus gue) banyak loh pengemis & pengamen anak kecil yang dieksploitasi sama preman-preman di daerah itu. Kadang ada yang berani ngemis sampai ke ruang kelas.

    Jadi bingung juga kalo mau ngasih pengemis kecil… ga ngasih, kasian… ngasih, duitnya diambil sama orang tuanya yang ga bener…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s