Oleh-olehnya Mana Rik?

(Pempek, makanan khas Wong Palembang, mempunyai banyak macam bentuk dan namanya. Sayangnya, Saya tidak hafal betul nama-namanya. Dinikmati bersama-sama dengan keluarga atau teman, sungguh menyenangkan sekali. Foto di atas bukan saya yang memfoto. Foto itu koleksi dari Pak Nayel dari Palembang. Saya lupa memfoto ketika kami bersama-sama menikmati pempek di rumah May, Senin sore kemarin (20/8).

Begitulah teman-teman saya menanyakan keberadaan ‘buah tangan’ setelah saya kembali pulang dari Palembang, Senin pagi kemarin (20/8). “Rik, mana pempeknya?” kata teman saya beberapa hari yang lalu.

Pempek, makanan asli ‘wong kito galo’ (Orang Palembang, red), ternyata sangat disukai teman-teman saya di Lampung. Entah karena kita semua tinggal di Sumatera, jadi tidak asing lagi dengan makanan khas Palembang ini. Ternyata, teman-teman saya suka makan pempek Palembang. Apalagi menunggu hingga saya kembali ke Lampung.

Kalau saya ada rencana pulang ke Palembang, sudah pasti ‘ditodong’ temen-temen untuk membawakan oleh-oleh. Tentu saja Pempek. Tapi, senang juga membawakan mereka pempek asli racikan ‘Wong kito galo’. Tentu benda sekali saat mencicipi pempek yang dijual di kebanyakan warung-warung pempek di Lampung.

Senin pagi kemarin (20/8), setelah saya tiba di kostan, segera saya kirim sms ke May. “May, ajak temen-temen ya kita makan pempek tempatmu,”begitu kira-kira isi pesan singkat ke May, teman saya. Saya minta ke dia menjadi tuan rumah buat acara makan pempek bersama. Kemudian, tidak lama dia balas sms dan menyanggupinya.

Tak banyak waktu itu saya membawa pempek dari rumah. Ya, saya kira nanti cukup dimakan di dua tempat terpisah. Tetap yang paling utama saya hidangkan untuk teman-teman saya di rumah May, di daerah Way Kandis.

Aroma pempek itu tercium harum khasnya. Padahal belum saya buka plastik yang membungkusnya itu. Belum lagi aroma cukanya (semacam kuah yang berwarna hitam sebagai pelengkap untuk makan pempek, red) sedap terhirup oleh saya. Sepertinya cukup pedas terlihat dari cukanya yang cukup kental berwarna hitam itu tersimpan di dalam botol plastik.

Sekitar jam 4 sore, saya telah tiba di rumah May lebih awal. Teman-teman lainnya belum tiba. Tapi, mereka janji akan datang. Apalagi ini acara makan pempek gratis. Tentu saja tidak akan mereka sia-siakan kesempatan langka ini. Dede dan Yudi akhirnya tiba setelah menunggu beberapa lama. Untungnya, May sudah menggoreng lagi pempek yang saya berikan sebelumnya. Kami pun segera melahapnya satu per satu. Sungguh nikmat sekali. Mak nyuss….. (meminjam istilah Bondan Winarno)

11 Comments

Filed under Uncategorized

11 responses to “Oleh-olehnya Mana Rik?

  1. .:diah:.

    waahh ada Mpek-mpek…saya jg suka lho,, koq gk dikirim k tempat ku ciii😦

  2. cewektulen

    mauuuu dunkkkkk….

  3. satyo

    wadooooh oleh-olehnya lupa yah. Piye mas, mana oleh-oleh pempek Palembangnya.. pingin

  4. pritha

    Jadi oleh2nya manna??

  5. ireng

    gw suka banget pempek..bagi donggg😛

    salam kenal jg

    *teman rima*

  6. Idrus Fhadli

    oi kak bikin ngiler bae😛
    ekspor dulu ke kosan ni, pasti abis :p
    hehehe…
    pempek kapal selem, kerupuk, kulit, lenjer, telok, pistel, dos, de-el-el😛

  7. Sarah

    Pempek palembang ternyata memang beda dengan Pempek di Jakarta, meski namanya sama.

    Pernah dibawain temen asli wong kita galo *bukan wong kita gelo :D*, dan efeknya, seluruh karyawan di lantai 14 (tempat saya jadi kuli waktu itu), lupa dengan kerjaan dan deadline, semua menyerbu ke satu tempat. Tiada lain adalah pantry.

    Yang paling nendang itu, rasa dari kuahnya, asem2 pedes sama wangi gimana gitu. Slruup( ngences nih jadinya)

  8. Adite

    nah ini diaa… mo ngucapin “oleh2nya mana bang?” juga aah! hahahaha

    bang transformernya dah ada yang bagus tuh katanya

  9. Waaa.. eriekkk!! Yg di foto itu kan warung pempek mama akuuuuwww…
    bayar royalti..bayar!

    Hihih
    *dipentung pak Nayel

  10. Salam kenal….Pempek Palembang memang engga pernah membosankan,makanya saya membuka usaha kios pempek yang semuannya saya kirim dari palembang…makanya rasanya…hmmm benar benas khas Palembang .http://kiospempeknora.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s