di Jakarta

(Kiri: Roni terlihat semangat memeluk Wildan setelah akad. Kanan: Saya bisa pakai baju batik.hehe)

Posting sebelumnya (Go to Jakarta) adalah cerita saat bersiap-siap akan berangkat ke Jakarta dan selama perjalanan malam hari. Ada Yudi, Roni, Reza dan Hendi, kami berlima konvoi dengan mengendarai tiga sepeda motor. Bisa disebut touring. Saya menikmati betul perjalanan ketika itu.

Meskipun malam hari yang diliputi udara yang cukup dingin dan angin malam yang sebetulnya kurang bagus, tetap saja kami nekad berangkat ke Jakarta malam itu. Saya pun tak bisa membayangkan touring dengan sepeda motor pada malam hari. Jika dibandingkan dengan mengendarai mobil, tentu saja masih cukup aman. Selain dari segi keselamatan dan juga kesehatan, karena menurut saya tidak terlalu capek.

Selama kira-kira dua jam di dalam kapal penyeberangan ferry, tiba saatnya kami mulai kembali perjalanan. Satu per satu kendaraan terlihat antri keluar dari ‘mulut’ kapal. Mulai dari truk, bus, mobil pribadi sampai sepeda motor, bergantian keluar. Jorok dan bau tercium cukup menyengat hidung. Di tempat parkir truk-truk besar di kapal itu, memang sudah biasa. Bahkan, hampir semua kapal begitu semua kondisinya.

Perjalanan pun dimulai setelah turun dari kapal. Pelabuhan saat turun dari kapal tadi bernama Pelabuhan Merak, Banten. Selama lebih kurang tiga jam, kami melakukan perjalanan malam itu. Udara cukup dingin. Tas ransel saya letakkan di depan dada saya. Gunanya agar angin tidak menembus ke dalam badan saya. Jika tidak, bisa-bisa saya masuk angin.

Rute perjalanan dari Merak ke Jakarta, masih cukup saya ketahui. Meskipun malam hari, alhamdulillah tidak kesasar hingga sampai tujuan. Karena sebelumnya, saya pernah ke Jakarta dengan mengendarai sepeda motor juga. Tapi, bedanya waktu itu saya berangkat sendiri dan banyak kesasar di Jakarta. Kasihan sekali ya.

Sepi. Dingin. Sedikit pegal-pegal. Tapi, perjalanan tetap harus diteruskan. Meskipun begitu, tetap saja kita menggeber sepeda motor selekasnya. Saya jadi penunjuk arah bagi teman-teman yang lainnya. Secara hapal jalan-jalan menuju Jakarta yang memusingkan itu.

Saat di sebuah jalan setelah meninggalkan Kota Serang, seketika sepeda motor yang saya kendarai mengenai lubang. Untung saja tidak sampai jatuh. Tapi, tiba-tiba terdengar suara seperti besi saling beradu setelah membentur lubang tadi. Seketika itulah saya segera berhenti dan memeriksa apa yang terjadi pada motor saya itu. Gear rantai belakang menyangkut penutupnya. Pikir saya tadi, rantai motor putus dan untung saja tidak seperti yang dibayangkan.

Akhirnya momen seperti ini dimanfaatkan Yudi dan yang lainnya buat istirahat sejenak. Reza menemani saya memperbaiki kerusakan pada penutup gear rantai motor di sebuah stasiun pengisian bahan bakar yang sudah tutup dan sepi. Hanya terdengar suara musik radio di tempat penjaganya. Beberapa menit akhirnya bisa juga diatasi kerusakan kecil ini.

Jam kira-kira menunjukkan pukul 2 dini hari. Gila bener, pikir saya. Kita harus secepatnya sampai di Jakarta. Sekalian istirahat kalau sudah sampai tujuan saja. Daripada istirahat sekarang, malah keburu siang untuk sampai ke Jakarta nanti.

Touring dilanjutkan kembali. Sebenarnya, tak ada yang tahu ke masjid, tempat resepsi nikahnya Wildan. Kita hanya diberitahu nama masjid dan jalannya saja. Ini Tantangan untuk menemukannya.

Akhirnya, setelah memasuki daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat, masjid yang dituju ditemukan juga. Suara azan subuh pun kemudian terdengar dari masjid itu. Sampai juga di Jakarta.

***

(Dari kiri-kanan: Hendi, Roni, saya, Aan dan Yudi (di belakang), Rieke, dan Kak Yamin. Tambah satu lagi sang fotorafer, Reza. Kami Jalan-jalan dan berfoto ria di seputaran Monas. Dari malam sampai pagi keliling Kota Jakarta. Sempat terdampar di sebuah air mancur di Komplek Senayan sampai pagi Subuh. Saya menikmati betul jalan-jalan saat itu. Kapan ya kita jalan-jalan seperti ini lagi?)

Siang hari, acara resepsi nikahnya Wildan dimulai. Cukup banyak alumni Teknokra yang tinggal di Jakarta, datang saat acara itu. Ada Kak Ucup atau lengkapnya Muhammad Ma’ruf (dulu pernah sebagai Pemimpin Redaksi tahun 2002 dan sekarang jurnalis Harian Umum Seputar Indonesia), Kak Yamin (mantan Pemimpin Redaksi tahun 2003 dan sekarang jurnalis di Harian Umum Jurnal Nasional), Mbak Eva (dulu pernah sebagai Pemimpin Usaha tahun 2004 dan sekarang bekerja di Pantau), Kak Turyanto (mantan Pemimpin Redaksi tahun 2004, sekarang jurnalis Harian Umum Jurnal Nasional), dan Dayu (mantan Redaktur Foto tahun 2005 dan sekarang bekerja di Pantau) dan Rieke (mantan Redaktur Pelaksana tahun 2006 dan sekarang jurnalis pada Majalah Inspire Kids).

Yudi pernah bilang,”Weeii….ada lima generasi pemred bertemu di sini semua.” Baru saya sadari, ada lima mantan pemred, mulai dari Kak Ucup, Kak Yamin, Kak Turyanto, Roni dan saya ada di sana. Mungkin momen ini secara tidak sengaja saja bisa saling bertemu. Kita semua berfoto-foto. Mengenang kebersamaan kita semua.

(Saat kembali pulang ke Bandarlampung dari Jakarta, Saya tidur-tiduran di atas sehelai koran dikelilingi mobil-mobil yang parkir di atas kapal ferry penyeberangan. Di luar sedang hujan deras. Untungnya banyak makanan dan kopi panas untuk sekedar penghangat. Perjalanan dari Cilegon ke Merak, sempat kehujanan dan baju kita basah semua. Dingin)

4 Comments

Filed under Uncategorized

4 responses to “di Jakarta

  1. muthe

    wadeuuu…enaknya bertualang yak?? hikz..

  2. linda

    salam buat Wildan, selamat menempuh bahtera kehidupan bersama seseorang yg selalu menjadi rembulan di langit hatinya. semoga segera diberikan momongan. trus kapan nih erik nyusul wildan😉

  3. Johan Asa Agusta

    assalamualaikum

    mas erik yang baik, masih ingat saya? johan asa dari ITS Surabaya. hehehe blognya update selalu ya sepertinya.

    bagaimana kabar lampung dan teman-teman unila?

    melihat dari record alumni teknokra yang di postingan ini, saya pikir mas erik pasti juga akan menyusul berkarir jurnalis pro di media ternama.

    sukses selalu mas.

  4. eRiek

    @muthe: iya dong, secara sudah hobi jalan-jalan euy. apalagi mengendarai ‘kuda besi’. pengen juga maen sampe ke Bandung, the. hehe.

    @linda: wadeew…kalo ditanya kapan saya nikah? yah….dido’akan saja bisa segera. tapi, modalnya belum ada🙂

    @johan: waalaikumussalam kawan. tentu saja masih ingat dong denganmu. kita kan pernah bareng liputan di puskom waktu lomba applied programming. syukur alhamdulillah kabar teman2 di Unila baik2. kembali sepi setelah Pimnas selesai. hehe..ya, kalau rezekinya menjadi jurnalis syukur alhamdulillah bisa seperti alumni Teknokra lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s