Transformers: Autobots vs Decepticons

Beberapa hari yang lalu, Saya melihat sebuah tayangan iklan di salah satu stasiun TV swasta Indonesia. Sebuah film tentang robot segera ditayangkan. Tentunya di bioskop terkenal dan yang monopoli di Indonesia itu.

Sebenarnya Saya melihat iklan itu tidak sengaja setelah beberapa iklan komersil lain. Cukup sekilas dan cepat. Mungkin iklan yang dikeluarkan dari perusahaan cinema group Indonesia itu hanya berdurasi sekitar 7-10 detik. Tapi, bisa jadi lebih dari itu. Seperti kebanyakan iklan-iklan film di stasiun TV swasta, biasanya singkat sekali.

“Transformers”. Itu film yang akan ditayangkan di bioskop dalam waktu dekat ini. Saya kemudian kembali mengingat-ingat masa kecil dulu sekitar awal tahun 1990-an. “Kayaknya pernah nonton film ini deh,”kata saya mencoba mengingat-ingat. Setelah mencoba mengingat-ingat, ternyata benar. Dulu film itu termasuk kartun berseri dan cukup terkenal. Bahkan, seingat saya miniatur robot-robot dari film itu pun banyak dijual.

Penasaran dengan film yang segera ditayangkan itu, Saya sempat mencari beberapa film versi kartunnya di situs Youtube. Cukup membangkitkan memori masa kanak-kanak dulu. Ada tokoh kelompok yang baik/protagosnis (Autobots, dipimpin oleh Optimus Prime (foto: robot berwarna merah) dan yang jahat/antagonis (Decepticons, dipimpin oleh Megatron (foto: robot berwarna perak).

Tapi, seperti kebanyakan film-film yang diangkat dari cerita komik atau kartun seri terdahulu dan ditayangkan di bioskop, cukup banyak perbedaan. Misalnya saja, pemimpin Decepticons (Megatron). Di cerita film kartu berseri, perubahan wujudnya dari sebuah robot menjadi pistol dan sebaliknya. Tapi di tayangan bioskop, Megatron berubah wujud menjadi pesawat pengebom Stealth.

Saya tidak menceritakan detail kisah dari film Transformers ini. Memang di sejumlah website telah ada beberapa sinopsisnya. Tapi, lebih dari sekedar ingin tahu ceritanya, Saya penasaran dengan efek visual dari robot-robot itu yang terlihat nyata. Beberapa tayangan singkatnya sudah saya lihat dari situsnya (Transformers). Sangat mengagumkan. Optimus Prime (Pemimpin Autobots) yang dapat berubah menjadi sebuah truk gandeng itu terlihat nyata di film. Beberapa adegan berkelahi di jalan tol pun tampak sungguhan di film itu.

Mengutip dari Kompas, pembuatan film Transformers ini, setiap gambarnya menggunakan CGI (Computer Generated Image) dan waktu yang dibutuhkan me-render film ini selama 38 jam. Film yang banyak dibantu dengan komputer itu, sutradara Michael Bay menginginkan adegan beramtem antarrobotnya harus senyata mungkin. Tidak tanggung-tanggung, biaya yang dibutuhkan untuk membuat 15 adegan berkelahi di film itu menghabiskan sebagian besar dana 150 juta dollar AS.

Tinggal menunggu beberapa hari lagi segera tayang film Transformers ini di bioskop (Halah…kayak sales sedang promosi aja nih). Kabarnya mulai ditayangkan tanggal 4 Juli mendatang. Apa ada kaitannya dengan peringatan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat ya? Film ini menjadi favorit Saya kembali sejak film kartun serinya yang pernah ditayangkan lebih 10 tahun yang lalu.

10 Comments

Filed under Uncategorized

10 responses to “Transformers: Autobots vs Decepticons

  1. Nico Wijaya

    iya, jadi inget pas kecil. ada kayaknya kartunnya. tadi juga pas dipameran sy liat trailer nya. kayaknya abgus tuh..nontonnn

  2. ikram

    Wah, ingatan masa kecil yang bagus🙂

    Saya sih udah lupa bablas.

  3. isnuansa_maharani

    gw baca postingannya Neng Nieke wiken kemaren dia udah nonton pelem itu..
    kalo gw sih nggak begitu suka Riek, pelem robot.

  4. rime

    gua juga dah lupa

  5. dee

    waktu kecil gue jg sering nntn film kartunnya.. penasaran deh pgn nntn versi movie-nya… kata org bagus loh

  6. eRiek

    @nico wijaya: iya bagus banget film-nya co. ngga rugi nontonnya. selasa kemarin malam akhirnya bisa nonton film itu. pengen nonton lagi. Hehe…

    @ikram: kram, mengingat-ingat masa kecil menyenangkan loh🙂

    @isnuansa maharani: dugaanku benar. film seperti Transformers ini ngga banyak disukai cewek. (Hehe..)
    beda banget dengan film Spiderman3. bayangkan saja di sini sempat ditayangkan 3 studio sekaligus. luar biasa!🙂

    @rime: beneran lupa? jaman dulu film ini kartun banget. lumayan keren untuk ukuran dulu ;p

    @dee: bukan kata orang saja dee. kata saya juga film ini bagus. pilihan utama di antara pilihan film-film bioskop yang ada. (wahaha..promosi lagi deh). tapi, masih ada kekurangannya. adegan berkelahinya terlalu cepat. sulit dilihat dengan jeli. itu penilainku.

  7. Kana Haya

    udah nonton blom filmnya? asli, keren abis!! yah, secara steven spielberg juga yg bikin.. tentunya lah.. bagus banget! hehehe…

    hebat juga yah ingatannya. gw aja kalo ga nonton dulu, udah lupa cerita ama tokohnya siapa ajah :p

  8. imgar

    wah..film ini sedang jadi buah bibir ya..😀

    blom nonton..lagi gak suka nonton..

  9. Aryo

    banyak ledakan di bisokop kali ini. abis transformer, die hard 4.0 huhuhu… XD~

    kapan doraemon dibikin film beneran yak😛

  10. ikram

    ah, saya inget kenapa skrg saya lupa. zaman dulu televisi di rumah saya belum bisa nangkap siaran rcti riek. jadinya nompang di rumah tetangga. nggak bisa sering2 nonton hehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s