Metro


Hari ini tepat satu bulan yang lalu, Saya, Tukul (panggilan akrab Iskandar, red), dan Nashrullah berangkat dari kampus Unila menuju ke Metro. Kami bertiga, siang menjelang sore itu mengendarai motor. Saya sendiri, sedangkan Nashrul membonceng Tukul berdua. Sebenarnya bukan Metro, persisnya Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur. Tapi, Doni, teman saya yang sering dipanggil Donkayz dan juga mantan Pemus Teknokra ini, lebih suka mengaku tinggal di Metro daripada Pekalongan.
“30 meter ke arah sana itu (sambil menunjuk ke arah belakang rumah kediaman bersama keluarganya, red) perbatasan Metro,” kata Doni meyakinkan.

Saya percaya dengan Doni. Tentunya, saya sambil tertawa kecil melihat tingkah lakunya ingin meyakinkan teman-teman Teknokra kalau kediamannya di Metro. Doni selalu mengaku tinggal di Metro kepada orang lain yang ditemuinya daripada menyebutnya tinggal di Pekalongan. Terkadang Saya tersenyum sendiri kalau berada di sampingnya mengaku demikian.
“Iya, sekolahnya di Metro. Rumahnya di Pekalongan,” Saya meledeknya sambil tertawa.

Malam itu rencananya akan ada acara Yasinan di rumah Doni. Sebagai wujud syukur atas selesai studinya di Jurusan Peternakan Unila dan ulang tahun adiknya, Dirga. Kami semua (teman-teman Teknokra, red) diundang menghadiri di acaranya itu. Tidak hanya anak Teknokra, teman-teman dari Filateli, Menwa dan Mapala pun ikut juga. Tapi, seperti biasa jadwal Teknokra selalu saja molor. Seharusnya datang ba’da Maghrib, malah sekitar pukul 8 malam baru tiba dengan menumpang angkot Rajabasa dari Unila. Cukup banyak yang datang waktu itu datang ke rumah Doni. Tentu saja tak ada yang mau melewatkan momen makan-makan masakan dengan daging kambing, peliharaan Doni di belakang rumahnya. Malam itu benar-benar pesta makan untuk anak-anak Teknokra.

Tentu tidak sekedar makan-makan dari jamuan makan malam, ingin makan buah rambutan tinggal memetik di pohonnya langsung yang ada di depan rumah Doni. Yah, layaknya pesta kebun di depan rumahnya. Saya pun membawakan satu karung buah Duku dari hasil kebunnya Yudi di kampungnya, Suban, Lampung Selatan. Kami semua menikmati makan buah-buahan.

Saya termasuk tidak kuat begadang malam itu. Jadi, lebih baik saya memilih tidur. Tapi, beberapa teman lainnya asik ngobrol di teras rumah Doni. Sedangkan di ruang tamu, sudah berjejer tidur mereka yang telah mengantuk.
***
Besok pagi, yang semalam tidak tidur gilirannya mereka tidur. Tapi, ada juga beberapa yang tidak tidur sama sekali sampai pagi itu. Saatnya makan pagi pun dibuatkan oleh ibunda Doni. Pokoknya, urusan makan malam sampai sarapan pagi ditanggung juga oleh Doni. Dia pun sejak awal sudah menawari kita untuk tidur sekaligus difasilitasi hingga sarapan pagi. Baik ya? Terima kasih banyak atas undangannya, Don! Mudah-mudahan tidak kapok mengundang kita lagi. Hehe…

Tak ada acara makan-makan, tanpa ada foto-foto. Tentu yang satu ini, hampir seluruh anak Teknokra suka difoto. Jadi, kalau melihat album foto Teknokra, yang jarang masuk koleksi foto itu adalah sang fotografernya. Dia harus rela tidak banyak difoto. Nasibnya memang begitu kan? Beberapa koleksi yang difoto oleh beberapa kru Teknokra, saya pilih untuk dipublish di blog ini. Dari sisi ekspresi wajah yang difoto, tentu saja tidak terlupakan selain keindahan foto itu.

Seperti foto pertama di atas, Dwi sedang memeragakan layaknya burung yang ingin terbang. Saya suka sekali foto ini. Rio yang berada di depan, sambil makan sarapan paginya tidak ingin ketinggalan difoto.

Foto berikutnya, tidak ketinggalan teman sekaligus tetangga kita di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), dari UKM Filateli ikut juga ingin difoto bersama. Saya duduk jongkok saja di sebelah kanan. Doni tinggal senyum-senyum saja membelakangin Saya di sebelah kanan itu. Sedangkan Weni alias Wewek, salah satu kru magang Teknokra, tidak ingin melepaskan sejumput rambutan yang ada ditangannya.

Foto terakhir ini saya suka dengan gaya Rio dan Andri yang melompat agar dapat difoto oleh Reza. Rio sepertinya sangat bersemangat ingin melompat lebih tinggi lagi bak ksatria di film-film Jepang. Huuuppp….!!!!

5 Comments

Filed under Uncategorized

5 responses to “Metro

  1. Aryo

    Ah, seneng banget. Udah lama ngga’ kumpul – kumpul bareng temen.🙂 *jadi pengen mudik ke Jogja*

  2. bodhi

    halo eriek.. maap baru sempat mampir.. gw udah ngisi oggix ko ga keluar ya?? hehehe..

    sok atu gw bantuin bikin wordpress, tapi hosting dulu sendiri gih.. hehehe.. peace.

  3. yusuf Solo

    itu fotonya belajar terbang ya… kok semuanya tidak menginjak tanah… halaah

  4. Kana Haya

    metro? pekalongan? maap.. Na ga mudeng… -_-‘

  5. imgar

    foto melayangnya asyik tuh..
    😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s