Di Permata Hijau

Minggu pagi kamarin (21/1), Reza dan Hendi datang ke Jakarta. Mereka berdua adalah pengurus Teknokra periode sekarang. Reza masih menjabat sebagai Redaktur Foto, sedangkan Hendi menggantikan Mayna sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) di Teknokra.

Rencananya mereka akan menghadiri acara syukuran atas pernikahan Mas Andreas dan Mbak Sapariah. Mas Andreas pernah menjadi instruktur untuk kegiatan Teknokra, yakni Pendidikan Jurnalistik Mahasiswa tingkat Lanjut dan untuk tingkat Pengelola, berturut-turut pada tahun 2003 dan 2004 di Bandar Lampung.

Acara syukurannya pada malam harinya. Tapi, kita berempat, saya, Bang Yamin, Hendi dan Reza, pagi-pagi sudah berangkat ke apartemen Mas Andreas di Permata Hijau. Yah, untuk sekedar bantu-bantu mempersiapkan perlengkapan acara di lantai bawah apartemennya. Di sana juga kami berempat bertemu dengan Mbak Eva. Ia mantan Pemimpin Usaha Teknokra periode 2004 lalu. Kini ia bekerja di Yayasan Pantau Jakarta.

Kami juga bertemu dengan beberapa orang yang terlibat di Pantau, seperti Mas Nugie (sekarang jurnalis di Harian Ekonomi Bisnis Indonesia), Imam, Yunus dan masih banyak lagi lainnya. Termasuk Mbak Eva, cukup piawai juga bisa merekrut teman-teman kostan cewek untuk mendekorasi ruangan di lantai bawah aparteman itu menjadi berwarna merah. Mereka terlihat cukup kompak menata satu per satu item buat persiapan malamnya.

Yang laki-laki kebagian yang berat-berat. Seperti mengangkat meja, memasang spanduk ‘Indopahit’, dan masih banyak lagi lainnya. Acaranya di pinggir kolam renang. Di dekat kolam itu, ada mainan anak kecil macam kuda-kudaan. Saya mencoba duduk dan bergoyang-goyang di atas kuda-kudaan itu. Begitu pula Hendi, Reza dan Bang Yamin mencobanya. Asik juga, seperti teringat kembali masa ketika dulu usia TK.

***

Sampai sore hari kami berempat berada di tempat syukuran Mas Andreas. Satu per satu terlihat sudah selesai dipersiapkan. Begitu pula dekorasi dan musik yang lengkap. Malamnya, kami berempat sudah siap dengan berdandan rapi. Sejumlah tamu sudah terlihat ramai di acara itu. Di sana pun saya bertemu dengan beberapa kontributor Pantau yang pernah menulis untuk Majalah Pantau, macam Chik Rini, Mas Buset dan Alfian Hamzah. Ada pula yang belakangan ini saya kenal dari tulisannya dari situs pantau.or.id, adalah Samiaji Bintang. Mbak Eva pun mengenalkan kepada Gunawan Mohammad. Ia adalah redaktur senior di Majalah Tempo dan sering mengisi rubrik Catatan Pinggir setiap minggu terbitannya.

Malam itu pula saya bertemu dan diperkenalkan dengan Mbak Elva dan Bang Syahran Lubis. Keduanya adalah alumni Teknokra. Mbak Elva memang sering ‘nimbrung’ di milis Teknokra sejak awal mulai dirilis. Beliau sekarang bekerja di Harian Ekonomi Bisnis Indonesia. Sedangkan, Bang Syahran adalah Redaktur Pelaksana di Harian Ekonomi Bisnis Indonesia juga. Saya langsung teringat dengan Bang Aldrin di Lampung ketika bertemu dengan Bang Syahran. Beliau suka sekali bergurau, meskipun terlihat orangnya serius.

Saya kembali seperti reuni alumni Teknokra di Jakarta. Kapan lagi bisa seperti ini? []

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s