Unila Ngga Gelap lagi

Akhirnya, setelah sekian lama Unila pada malam hari disinari lampu apa adanya, kini hampir tempat2 yang gelap terpasang lampu jalan. Kalo mo tahu kampus Unila malam hari kayak mana, datang aja sekitar jam 11 malam ke atas. Wuuiiihhh….sepi banget. Begitu juga di sekitar halte-nya. Sebelum diterangi lampu jalan, di tempat itu sering jadi tempat singgah sepasang kekasih sedang……

 

Indah banget saat malam semakin larut di kampus Unila. Adem. Hening. Sering kali jalan-jalan di sekitar bundaran air mancur yang tidak jauh dari halte angkot untuk menyegarkan pikiran yang lelah nulis di depan komputer. Kadang salat Isya di Masjid Al Wasi’i pas larut malam. Beberapa mahasiswa biasa ditemui di situ sedang tidur nyenyak. Mungkin mereka selesai rapat, sehingga kelelahan.

 

Suasana seperti inilah yang belum pernah aku rasakan sebelumnya waktu masih tinggal dengan ortu di kota Palembang. Bedanya, kebersamaan dengan temen2 begadang di pojok PKM. Melakukan pekerjaan yang belum diselesaikan saat pagi hari. Tulisan-tulisan yang belum selesai karena alasan-alasan klasik-malas ini yang membuat jadi lama. Aahh…kapan mau majunya kalo begini terus. Sedangkan temen-temen kampus lain bisa lebih giat dan ‘gila’ lagi. Kenapa kita tidak bisa lebih baik dari mereka?

Kita buktikan saja nanti…..

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s