
Mungkin Anda sering kesal ketika di jalan raya melihat kesewenang-wenangan kendaraan umum (angkutan kota atau angkot). Mulai dari berhenti di pinggir jalan sambil menunggu calon penumpang hingga sampai aksi kebut-kebutan di jalan raya. Bahkan, tidak dipungkiri kadang sering terjadi kecelakaan angkot. Sampai-sampai bikin celaka para penumpang dan para pengguna jalan lainnya.
Seperti foto di atas, karena kesewenang-wenangan sopir angkot, ternyata tak hanya membikin geram para pengguna jalan, tapi juga polisi lalu lintas. Tampak polisi lalu lintas menilang sopir angkot. Jika sudah ditilang, apakah sang sopir angkot ini akan jera? Bisa iya dan bisa juga tidak.
Kamis sore (29/1) kemarin, saya dan teman-teman kebetulan lewat di jalan Kartini di bilangan Tanjung Karang, dekat Pasar Bambu Kuning, Bandarlampung. Teman saya, Gigih, langsung sigap memfoto sopir angkot yang ditilang polisi lalu lintas. Dalam hati mengatakan syukur ditilang lo! Hehe…
Sebenarnya kalau Anda perhatikan, tidak saja Anda dan saya, tapi semua pengguna jalan raya adalah cermin kita berprilaku selama menjadi pengguna jalan raya. Pernah merasakan terjebak macet? Bagaimana rasanya? Kesal dan marah bukan? Ya, itulah diri kita. Saya juga pun pernah mengalami begitu.
Kalau dihitung-hitung begitu banyak pelanggaran lalu-lintas terjadi di jalan raya. Mulai dari melanggar lampu lalu lintas, sampai rambu-rambu lalu lintas, seperti: Dilarang Parkir atau Dilarang Stop. Baik saya maupun Anda pasti sering melihat kendaraan melanggar lalu lintas. Jumlahnya semakin banyak seiring meningkatnya jumlah kendaraan bermotor. Sementara jumlah jalan yang dibikin pemerintah setempat tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang semakin banyak dan melimpah.
Jika sebuah peraturan ternyata tidak membuat jera para pelanggar, mungkin akan lebih baik masing-masing para pengguna jalan raya mulai menyadarinya bahwa sangat berartinya saling menghargai sesama pengguna jalan.









13 Comments
January 31, 2009 at 7:24 pm
dan itulah yang terjadi di negara-negara maju.. kesadaran diri sendiri telah terpatri dalam diri mereka..
February 1, 2009 at 1:49 am
Emang payah sopir angkot..
suka bikin kesel orang lain
tapi membantu buat pergi2 jg
February 2, 2009 at 1:49 pm
sokor..sokorr…. hihihi <– kata erik sih..
February 5, 2009 at 7:55 am
Peraturannya kurang kuat. Dendanya cuma paling mahal 50rb, mungkin kalau dendanya minimal 1 jt, pengguna lalu lintas bakal mikir dua-tiga kali untuk melanggar.
February 11, 2009 at 8:56 am
tapi polisinya angin anginan juga menerapkan terapi ini…
February 19, 2009 at 2:24 am
Peraturan baru bisa efektif jika semua orang mematuhinya dengan penuh kesadaran, baik itu masyarakatnya maupun penegak hukumnya.
Kalo peraturan lalu lintas, haduh saya sudah capek ngomel-ngomel sepanjang jalan. Hahaha…
February 23, 2009 at 9:12 am
Tapi, kak erik pernah ndak gitu sama plisi? :p
btw ntuh header blogny, foto sape?
March 12, 2009 at 1:16 pm
Sopir angkot memang menjengkelkan…..huh….3x
salam kenal yah……..
April 16, 2009 at 1:01 am
Setuju ! Peraturan dibuat untuk dilanggar
April 19, 2009 at 4:03 pm
kalau saja seluruh elemen jalan raya sudah tertib akan jadi aman damai dan sentosa indonesia ini
May 8, 2009 at 5:09 am
contoh negara ini tempat saya kerja……kotanya padat dngan banyaknya mobil masuk…..tapi mereka tertib, rahasianya.
-aparat dicukupi dengan gaji
-serba tehnologi untuk memonitor pengguna jalan
-denda mahal jika melanggar
-sikap menghargai sangat tinggi
itu semuanya karena pemerintahnya……HARAM BERKORUPSI………..
Salam
TKI tetap cinta Indonesia
May 25, 2009 at 12:46 am
ckckck.. ini postingan kapan yaa heueheue
June 8, 2009 at 9:53 pm
(doh) blog ini juga jablay!