January 26, 2009...4:54 pm

Melihat Gerhana Matahari Cincin di Lampung

Jump to Comments

cincin

Jam telah menunjukkan Pukul 15.21 WIB. Saya bergegas keluar turun tangga dari lantai tiga. Sesekali saya menatap matahari sebentar dari balik jendela, terlihat cukup cerah. Kalau lihat matahari lama-lama terasa silau dan bikin sakit mata. Tapi, beberapa saat matahari tertutup awan dan mendung. Sempat berpikir, apakah nanti akan turun hujan saat terjadi gerhana matahari cincin? Beberapa orang terlihat agak ramai hilir-mudik di jalan. Saya penasaran, kemana orang-orang ini akan melihat momen datangnya gerhana matahari cincin?

Ternyata mereka sudah banyak berkumpul di lapangan sepakbola. Ramai orang di sana. Dari orangtua, remaja sampai anak-anak sekolah yang mengenakan seragam sekolah SMA. Ada yang telah siap dengan tripod untuk penyangga kamera foto yang lengkap dengan lensa tele agar bisa menangkap objek (gerhana matahari cincin) lebih bagus dan menarik. Anak-anak secara bergantian saling bertukar kacamata untuk melihat gerhana matahari. Ada pula tim reporter dari Reuters yang jauh-jauh datang dari Jakarta, untuk menanti momen gerhana matahari.

warga-menanti-gerhana“Sudah 2 hari di Bandar Lampung,”kata salah seorang jurnalis Reuters itu kepada saya. Ada sebuah alat berbetuk persegi yang mengarah ke matahari dan tersambung ke sebuah laptop. Saya mendekati salah satu rekan jurnalis tadi yang sesekali memonitor pergerakan matahari dari laptop. Tak jarang dia menerima telepon dan berbicara dalam bahasa Inggris. Dalam benak saya, paling tidak yang menelponnya itu editornya yang juga memonitor.

Sekitar pukul 16.41 WIB, orang-orang tampak takjub telah melihat gerhana matahari sudah membentuk cincin. M.Reza, teman saya yang hobi fotografi, sudah mempersiapkan kameranya (Nikon D70S) dipasangi filter agar setiap kali dia memfoto tidak membuat matanya sakit. Entahlah sudah berapa foto yang berhasil dia abadikan dan disimpannya. Sekilas saya lihat dari view kameranya sudah cukup banyak.

Tak kalah bagusnya saya melihat hasil jepretan seorang fotografer ketika tepat saat gerhana matahari cincin. Warnanya agak kemerah-merahan. Mungkin ini karena pengaruh filter. Kamera yang dipakainya termasuk high class for photography (Nikon D2H). Saya foto saja hasil foto milik fotografer itu tadi. Kalau dari hasil kamera saya kurang bagus. Maklum kamera digital biasa yang beresolusi cuma 3 Mega Pixel.

Ya, sore itu adalah momen yang langka bagi penduduk Indonesia, bisa melihat peristiwa gerhana matahari cincin. Syukur alhamdulillah saya bisa menyaksikan langsung di sini, karena titik daratan terbaik untuk melihat gerhana ini di Lampung.

Link terkait:

11 Comments


Leave a Reply