
Sejak pukul 10 pagi, saya sudah duduk-duduk di kursi meja makan. Bukan menunggu sarapan, tapi menunggu ’duta’ dari Telkom. Kata Ibunk dan Jafis, ada orang Telkom yang hendak memasang akses Speedy di Ketty Resto, Palembang Indah Mall, hari Rabu (30/4) itu.
Menunggu sambil membaca-baca korannya tempat Mangoeni bekerja. 32 halaman koran itu saya bolak-balik. Hanya yang menarik saja saya baca. Sisanya, hanya sekali lewat saja saya membaca. Sambil lirik sana, lirik sini melihat suasana di sekitar sana. Masih terlalu sepi. Sebuah arena bermain, Timezone yang tidak jauh dari Ketty Resto tampak masih tutup.
Hampir satu jam menunggu. Saya sudah agak gelisah. Bosan. Ya, mungkin kalau ada yang mau polling sms minta pendapat, apakah Anda bosan menunggu? Pasti sebagian besar menjawabnya adalah iya.
(more…)
Categories: Uncategorized

Beberapa hari yang lalu, kaos Wongkito telah jadi. Kaosnya bagus. Bahannya cukup tebal meskipun sekarang bukan musim dingin di Palembang. Tapi, yang ada setiap siang sering kali saya kepanasan.
Setelah kaos, Jumat malam kemarin (25/4), Kota Palembang masih diliputi hujan gerimis. Tak menyurutkan semangat para laskar blogger Wongkito, di antaranya: Jafis, Ardy, Aulia, Rahmat dan Ferdi. Sebelumnya kami mampir di rumah Ranny. Seguhan secangkir teh panas menambah nikmat di saat udara di luar sejuk. Ada combro menemani teh panas. Yah, pembukaan sebelum tenaga kuli siap memasang spanduk di beberapa sudut kota.
(more…)
Categories: Uncategorized
Jalan di kompek itu sunyi nan sepi. Sebuah rumah berlantai dua terlihat dari kejauhan. Tiba-tiba mematikan lampu di sebuah ruangan di lantai dua. Tampaknya si empunya rumah segera beranjak ke pulau kapuk. Malam itu bulan purnama bersinar. Ada gelembung awan pelan-pelan menutupi bulan yang terlihat berwarna putih itu. Berjalan beriringan. Tapi, pelan-pelan awan tadi berlalu begitu saja. Bulan purnama masih menyinari malam itu.
Malam itu, Saya dan Arka ngobrol-ngobrol dengan teman di rumahnya. Ternyata di rumahnya ia sudah menyiapkan pempek dan kawan-kawannya. Wah kebetulan saya sudah lama untouchable makan pempek. Sambil menyantap suguhan pempek yang nikmat nan maknyos, kami terus ngobrol. Sepiring penuh pempek segera ‘diserbu’. Cukanya yang hitam legam terasa sampai di hati. *loh kok?
(more…)
Categories: diskusi · makanan

Sosialisasi tentang blog perlahan-lahan mulai dikenalkan di kampus saya. Karena melihat perkembangan blog yang belakangan ini sudah mulai cukup dikenal banyak masyarakat, maka sudah seharusnya pengenalan tentang blog di kampus saya pun dimulai. Bukan sekedar tren sesaat seperti social networking macam situs friendster dan facebook. Blog yang ditulis secara personal memiliki pengaruh besar di dunia maya.
Inisiatif pentingnya memiliki blog ternyata telah dimulai teman-teman BEM KBM Unila dengan mengadakan workshop membuat blog tingkat dasar untuk mahasiswa yang diadakan beberapa waktu yang lalu. Ketika itu peserta yang ikut tidak hanya mahasiswa Unila saja, tapi sebagian ada mahasiswa dari Metro, sebuah kota yang berjarak sekitar 50 KM dari Kota Bandar Lampung. Waktu itu saya yang diminta sebagai instruktur pelatihan blog yang diadakan dari pagi hingga sore itu.
(more…)
Categories: blog · diskusi · mahasiswa · pelatihan · teknologi informasi · unila