
Suatu pagi Lina masih berbaring tidur pulas di atas kursi sofa panjang. Ia malas bangun, meskipun ibunya berkali-kali membangunkannya. Jam di dinding sudah menunjukkan pukul enam lewat tiga puluh menit. Ibunya, Marni, lagi-lagi membangunkan anaknya. Namun, tetap saja Lina yang seorang mahasiswi Seni Rupa ini malas bangun.
“Lina, bangunlah kau!! Sekarang sudah pagi. Matahari sudah di atas kepala kita,”ujar ibunya sedikit keras membangunkan anaknya.
“Aahh…mami, aku tadi tidur jam empat pagi,”kata Lina yang mulai kesal sambil mengusap-usap matanya.
(more…)
Categories: mahasiswa · seni budaya · teater · unila

Makan pempek atau sejenis makanan asli palembang sungguh nikmat. Apalagi disuguhi gratis dari seorang teman yang meraciknya sendiri. Jumat kemarin (7/3) siang hingga sore, saya dan teman-teman dari komunitas blogger Wongkito datang ke rumah ranny. Rumahnya di Komplek Tirta Kencana Palembang, ia bilang acara makan-makan di rumahnya sebagai sebuah bentuk rasa syukur atas nazar yang telah jalaninya. Setelah saya tanya, ia enggan menjawab nazarnya. Rahasia, kata Rany.
Sebelum salat Jumat, baru Aulia, Saya dan Triana yang telah datang ke rumah Rany untuk membatu-bantu menyediakan hidangan makanan khas Palembang. Sedangkan yang lainnya belum ada yang datang.
Baru setelah salat Jumat, satu per satu baru datang. Ada Jafis datang sendiri dengan mengendarai sepeda motor yang suara knalpotnya memekakkan telinga satu kampung. Berikutnya datang Cherry pun juga datang sendiri. Tak lama kemudian datang pasangan Pak Alam dengan sang istri, Nike.
(more…)
Categories: kopdar · makanan

Pernah main ke pantai? Wah, rugi kalau ngga pernah ke pantai. Apalagi pemandangan di pantai dan lautnya itu indah. Semburan ombaknya sesekali menghembus ke bibir pantai. Suara ombak yang begitu sejuk terdengar dibarengi dengan tiupan angin sepoi-sepoi menjadi sedikit terasa sejuk meskipun matahari mulai berada di atas kepala. Sinarnya semakin terasa menyengat kulit.
Pagi menjelang siang kemarin (Minggu, 2/3), saya dan teman-teman: Gigih, Harid, Risti, Winwin, Bayu, Redha, Arka, dan Geri, pergi ke Pantai Mutun. Lokasinya cukup jauh. Untuk mencapai ke pantai itu, kita menempuh dengan sepeda motor dengan jarak sekitar 18 km dari pusat kota Bandar Lampung. Kami mulai berangkat bersama-sama dari Puskom Unila.
(more…)
Categories: kopdar · lampung · pantai · traveling