(Menpora Adhyaksa Dault melambaikan tangan kepada para mahasiswa baru Unila 2007 usai memberikan kuliah umum dengan tema “Daya Saing Bangsa Melalui Perguruan Tinggi”) Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault,SH,Msi memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru Unila 2007, Kamis pagi kemarin (30/
usai Rektor Unila memberikan sambutan pada Rapat Senat Luar Biasa Universitas Lampung menyambut mahasiswa baru Unila 2007, di Gedung Serba Guna Unila.
Adhyaksa yang mengenakan baju batik berwarna biru ini datang bersama rombongan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) DPD Lampung sekitar pukul 9.30 pagi dan disambut Rektor Unila Prof.Dr.Ir.Muhajir Utomo,M.Sc.
Saya baru kali ini bertemu dengannya. Ini juga kali pertama buat saya mendengar ia berbicara di depan mahasiswa baru Unila 2007. Ia sangat bersemangat menyampaikan kuliah umum ketika itu. Adhyaksa pun suka melontarkan canda di hadapan ribuan mahasiswa baru. Sesekali ia pun disambut riuh tepuk tangan para mahasiswa. Ia bercerita dengan sangat bangga memiliki kumis tebal seperti Andi Mallarangeng, Jurubicara Presiden Republik Indonesia. Rektor Unila pun bergurau,”Kumisnya mengalahkan Pak Thoha, Pembantu Rektor III (Bidang Kemahasiswaan) Unila.”
Menpora Adhyaksa pada kuliah umumnya mengatakan di era globalisasi seperti sekarang ini sangat cepat berubah. “Sebagai contoh industri. Orang semua sudah mulai berlomba-lomba berbagai industrialisasi. Olahraga pun juga sekarang sudah menjadi lahan di bidang industri,”kata Adhyaksa.
Dampak yang terjadi pada industrialisasi ini, lajut Adhyaksa, seperti terjadinya sikap individualistis. Orang ingin hidup untuk kepentingannnya sendiri. “Misalnya bagaimana ingin kuliah dan agar cepat selesai, kemudian cepat menjadi kaya dan menjadi pejabat, maka yang seperti ini kalian sebagai calon sarjana tidak akan pernah menjadi orang besar yang berpikir besar,”ujar Adhyaksa yang langsung disambut tepuk tangan para mahasiswa.
Jadilah menjadi orang besar yang berpikir besar. Siapa mereka itu? Mereka adalah orang yang mempunyai jiwa besar. Dia dihargai bukan karena jabatannya menteri, gubernur, atau bupati. Tapi itu karena melihat perilakunya yang baik dan bermanfaat bagi lingkungan keluarga, bangsa, dan negaranya.
Sehingga, Adhyaksa Dault menilai perlu dibangun semangat nasional kebangsaan Indonesia untuk mengikis sikap individualistis yang semakin mengkhawatirkan akhir-akhir ini.
Lebih lanjut, Menpora mengatakan pemerintah bersama DPR telah mengeluarkan UU No.3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. “Ini dilakukan untuk lebih memperhatikan masa depan para atlit olahraga nasional yang telah banyak mengukir prestasi di berbagai even pertandingan hingga tingkat internasional,”kata Adhyaksa.
Undang-Undang ini akan memberikan kepastian hukum bagi pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan masyarakat dan bangsa yang gemar, aktif, sehat dan bugar serta berprestasi dalam olah raga.
Pada akhir acara, Rektor Unila memberikan kenang-kenangan atas kehadiran dan memberikan kuliah umum Menpora Adhyaksa Dault kepada mahasiswa baru Unila 2007 yang berakhir sekitar pukul 10.30 WIB.










